HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!
hari ini jalanan dipenuhi suara perempuan.
ibu-ibu, mahasiswi, pekerja, dan banyak perempuan lain turun ke jalan bukan buat minta lebih. mereka cuma menuntut hak yang seharusnya memang dimiliki setiap rakyat: hidup yang layak, harga yang masuk akal, kebijakan yang berpihak, dan negara yang mau bertanggung jawab.
bangga melihat perempuan saling menggenggam, saling menjaga, dan berani bersuara. karena perempuan bukan cuma diminta kuat saat menanggung krisis, tapi juga punya hak untuk marah ketika hidup mereka terus dipersulit.
dan sebagai perempuan, rasanya bangga sekali melihat begitu banyak perempuan berdiri bersama hari ini.
sebab diam bukan kodrat, dan bersuara bukan dosa.
untuk semua perempuan yang hari ini memilih turun ke jalan, terima kasih. kalian mengingatkan bahwa memperjuangkan hak bukanlah tindakan yang berlebihan, melainkan bentuk cinta paling sederhana kepada diri sendiri, keluarga, dan masa depan yang lebih baik #demo
kalo udah ngeliat mahasiswa ui, ugm, itb dan univ-univ lain yang udah demo tuh harusnya mikir kaya “wah univ-univ ternama indo turun kejalan, wah mahasiswa-mahasiswa yang berpendidikan demo, udah pasti ada yang salah nih” harusnya mikir gitu. bukannya malah ngeboikot univnya 🤦♀️
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Rapatkan barisan gais!
Kalo belum bisa ikutan, bantu sebarkan.
Karena biasanya aksi yang begini ga muncul di media mainstream.
Kalo bukan kita, siapa lagi?