Kenapa ya dokter2 dan media2 di Indonesia kalo ngomongin HIV, pasti yg disorot ODHIV yg kondisinya udah AIDS.
Jarang banget gue ngeliat dokter dan media di Indonesia yg nyeritain para ODHIV yg sehat2. Padahal dokter dan media punya peran gede melawan stigma
Buat para teman2 ku yang laki-laki, Pernah denger istilah “grower” sama “shower” nggak? pasti sebagian besar udah pada tau kan hehehehe
Kalau belum, selow, istilah ini sebenernya cuma ngomongin seberapa banyak ukuran penis berubah dari kondisi nggak ereksi ke kondisi ereksi. 😂😂😂
Nah, grower itu sesuai namanya, dia tipe yang pas lagi nggak ereksi keliatannya kecil gituu, tapi pas ereksi langsung growww, alias bertumbuh wkwkwk perubahan ukurannya bisa lumayan jauh. Jadi kayak, “oh... ternyata berubah banyak juga.” Sementara shower itu juga sesuai sama namanya pas lemes dia tukang show, dari kondisi nggak ereksi ukurannya udah relatif lebih mendekati kondisi ereksi, jadi pas ereksi tetap berubah, cuma nggak se-drastis grower. Gampangnya, grower itu perubahan ukurannya lebih kentara, shower dari awal udah lebih mendekati ukuran akhirnya.
Dan ini bukan cuma istilah random dari internet, karena pernah juga diteliti. Penelitian Yafi dan tim tahun 2018 ngebandingin ukuran saat nggak ereksi dan saat ereksi pada 274 orang. Di penelitian itu, yang mengalami pertambahan panjang sekitar 4 cm atau lebih dimasukin ke kelompok grower, sedangkan yang kurang dari itu masuk kelompok shower. Rata-rata pertambahan kelompok grower sekitar 5,3 cm, sedangkan shower sekitar 3,1 cm. Tapi jangan langsung mikir kayak “Oh berarti 4 cm itu patokan resmi.” kaga juga. Itu cuma batas yang dipakai di penelitian tersebut.
Yang lebih menarik lagi, ternyata manusia nggak sesimpel “lu grower atau lu shower.” Penelitian García-Gómez dan kawan-kawan tahun 2026, masih anget nih penelitiannya, nemuin kalau ada juga orang yang masuk kategori intermediate, alias tengah-tengah. Jadi sebenarnya lebih cocok dibayangin sebagai spektrum. Ada yang perubahannya gede, ada yang nggak terlalu banyak, ada juga yang pas banget di tengah.
Terus kenapa bisa beda-beda? Ya karena tubuh orang beda-beda. Saat ereksi, aliran darah ke jaringan erektil meningkat dan jaringan itu mengembang. Nah, elastisitas jaringan tiap orang nggak sama. Bahkan penelitian terbaru juga nemuin perbedaan pada perubahan tunica albuginea, yaitu lapisan jaringan yang ngebungkus jaringan erektil. Jadi intinya, ini lebih ke variasi anatomi tubuh, bukan karena seseorang “lebih normal” atau “kurang normal”.
Nah, yang sering bikin orang salah paham adalah ukuran pas nggak ereksi nggak bisa dipakai buat nebak ukuran pas ereksi. Bisa aja pas nggak ereksi keliatannya kecil, tapi ternyata perubahan ukurannya besar. Bisa juga dari awal keliatannya lebih besar, tapi pas ereksi pertambahannya nggak terlalu jauh. Makanya jangan gampang bikin kesimpulan cuma dari kondisi nggak ereksi.
Penelitian Veale dan tim tahun 2015 yang ngumpulin data dari lebih dari 15 ribu laki-laki juga nunjukin kalau ukuran penis emang sangat bervariasi. Rata-rata panjang saat nggak ereksi sekitar 9,16 cm, sedangkan saat ereksi sekitar 13,12 cm. Tapi sekali lagi, itu rata-rata yakk, bukan angka saklek yang harus dimiliki semua orang.
Jadi kalau ada yang nanya, “Terus lebih bagus grower apa shower?” Jawabannya: ya sama aja. Dua-duanya cuma variasi tubuh. Grower nggak berarti kecil, shower nggak otomatis berarti besar. Dan tipe ini juga nggak nentuin kesuburan, kesehatan, atau nilai seseorang.
Sumber:
Yafi, F. A., et al. (2018). Grower or shower? Predictors of change in penile length from the flaccid to erect state. International Journal of Impotence Research, 30, 287���291.
García-Gómez, B., et al. (2026). Grower or Shower: Is It Even a Thing? Penile Growth Patterns and Erectile Dysfunction Aetiology in Growers and Showers. Andrology.
Veale, D., Miles, S., Bramley, S., Muir, G., & Hodsoll, J. (2015). Am I normal? A systematic review and construction of nomograms for flaccid and erect penis length and circumference in up to 15,521 men. BJU International, 115, 978–986.