OP ini ngelist ciri-ciri orang dewasa yang tumbuh dengan banyak luka sejak kecil:
1. Good Child Syndrome:
Dari kecil terbiasa membaca situasi, takut dimarahi atau dikritik, akhirnya tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah.
2. Kebiasaan jadi people pleaser:
Sebenarnya nggak mau, tapi begitu dimintai tolong tetap nggak bisa bilang nggak. Perasaan orang lain selalu didahulukan daripada perasaan sendiri.
3. Gampang banget nangis:
Karena jarang benar-benar mendapat penghiburan atau diperlakukan dengan lembut, begitu ada sedikit saja yang menyentuh hati atau teringat hal yang menyedihkan, air mata langsung keluar.
4. Selalu mikirin kemungkinan terburuk:
Begitu ada sesuatu yang terjadi, otak langsung bikin skenario paling buruk. Sering merasa cemas bahkan tentang hal-hal yang sebenarnya belum terjadi.
5. Sering banget bilang “maaf”:
Begitu suasana terasa sedikit tegang, langsung merasa mungkin dirinya yang salah. Berkonflik dengan orang lain aja rasanya udah menakutkan.
6. Terlalu mandiri sampai nggak mau merepotkan orang:
Paling nggak suka merasa jadi beban orang lain. Bahkan kalau lagi susah pun lebih memilih memendam semuanya sendiri daripada minta bantuan.
7. “Alergi” sama pujian:
Dapat pujian atau kebaikan dari orang lain bukannya cuma merasa senang, malah kepikiran, "Nanti kalau dia tahu aku yang sebenarnya, jangan-jangan dia bakal kecewa."
8. Sampai nggak tahu diri sendiri sukanya apa:
Karena terlalu lama hidup dengan berusaha menyenangkan orang lain, akhirnya malah nggak tahu apa yang sebenarnya disukai atau diinginkan diri sendiri.
Apa kalian juga ada ngerasa seperti di list atas? Kalau iya, coba berhenti terlalu memikirkan penilaian orang lain. Mulai prioritaskan diri sendiri dan jangan terus-menerus menomorduakan perasaanmu demi orang lain.
Agak miris ya ketimpangan di indo, dikala banyak yg lagi susah krna apa2 naik sebagian orang bisa foya foya sesuka hati
YaAllah berikan kesejahteraan pada semua rakyat indo, semoga pemimpin indo yang tidak baik segera engkau beri hidayah🙏
Kebakaran lahan terjadi lagi sore ini (19/8) di Lianganggang, Kalsel.
Beneran deh, kita harus mulai buka mata buat Kalimantan. Kondisinya udah semengkhawatirkan itu dan butuh perhatian serius dari kita semua.
#Karhutla#KalimantanMenjerit
Jarak pandang 1–2 meter, sekolah diliburkan, pesawat delay, truk tabrakan, warga sesak napas. Itu bukan berita biasa. Itu kondisi hari ini di Kalimantan Selatan, Tengah, dan Barat.
Tapi berita nasional tetap tenang? pemerintah ga punya atensi khusus?
Buat saudara-saudara ku di Kalimantan semoga musibahnya mereda dengan segera.
🚨 BREAKING: Hari ini Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan mencapai 1106 hotspot. menjadi spot terbanyak di tahun ini 💔
Warga Kalimantan berisiko tinggi mengalami ISPA & gangguan kesehatan lainnya ��
Pray for Kalimantan.
Lekas pulih kembali Indonesia 🥀
“Kakek buyut Hayoung, Ahn Sang-ho, diduga menikah setelah diperkenalkan oleh warga Korea yang terlibat dalam pembunuhan Permaisuri Myeongseong”
- Baru ditemukan dalam dokumen bahwa ketika Ahn Sang-ho, kakek buyut aktris Hayoung, menikah dengan istrinya yang berkewarganegaraan Jepang, Kawaguchi Isoko, tokoh pro-Jepang Gu Yeon-su berperan sebagai perantara pernikahan mereka
- Gu Yeon-su disebut sebagai orang yang secara aktif terlibat dalam Insiden Eulmi (pembunuhan Permaisuri Myeongseong) pada 1895, termasuk masuk ke istana dan pembakaran jenazah, sebelum kemudian melarikan diri ke Jepang
- Menurut sebuah makalah tahun 2007 oleh peneliti dari Independence Hall of Korea, Gu Yeon-su yang saat itu berada di pengasingan memperkenalkan kedua orang tersebut di kediaman Pangeran Uichin di Tokyo, yang kemudian berujung pada pernikahan mereka
- Buku Pioneers of Korean Medicine, yang diterbitkan pada 1985 oleh Jeong Gu-chung, juga disebut memberikan bukti lain mengenai hubungan antara Ahn Sang-ho, istrinya dan Gu Yeon-su
Menurut buku tersebut, istri Ahn Sang-ho bahkan datang lebih dahulu ke Korea pada 1907 untuk membantu suaminya kembali ke Korea dan sempat tinggal di rumah Gu Yeon-su
Sebelumnya, ayah Hayoung mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia mengetahui orang tuanya menikah karena Pangeran Uichin memperkenalkan mereka dan bahwa pernikahan tersebut sendiri tidak dapat dikaitkan dengan pro-Jepang
Namun, karena kini muncul sumber sejarah yang menunjukkan hubungan dekat dengan Gu Yeon-su yang disebut terlibat dalam pembunuhan Permaisuri Myeongseong, muncul pertanyaan mengenai kredibilitas penjelasan sebelumnya
Pihak agensi Hayoung mengatakan bahwa “sulit untuk segera melakukan verifikasi” dan belum memberikan jawaban atau pernyataan pasti
📽️ Bahas sejarah Asia Timur dan film lagi, ya.🤓
Tahukah teman-teman?
EMPAT nama karakter utama di film horor Exhuma adalah nama-nama pahlawan pada masa Imperialisme Jepang, karena film ini bertema nasionalisme Korea.
1. Hwarim (diperankan oleh Kim Goeun). Karakter shaman muda ini namanya diambil dari YI HWARIM (1909-1999). Anggota Korps Patriotik Korea yang membantu misi Yoon Bonggil dengan menyamar menjadi istrinya.
2. Bonggil (diperankan oleh Lee Dohyun). Karakter asisten shaman ini namanya diambil dari YUN BONGGIL (1908–1932). Aktivis kemerdekaan yang mengebom perayaan kemenangan tentara Jepang di Shanghai.
3. Sangdeok (diperankan oleh Choi Minshik). Karakter ahli pungsujiri (fengshui) ini namanya diambil dari KIM SANGDEOK (1892–1956). Anggota Pemerintahan Sementara Republik Korea dan Ketua Komite Khusus Penyelidikan Aktivitas Anti-Nasional (penyelidikan atas kolaborator Jepang).
4. Yeonggeun (diperankan oleh Yoo Haejin). Karakter pengurus pemakaman ini namanya diambil dari GO YEONGGEUN (1853-1923). Pejabat militer Kekaisaran Korea yang memburu pembunuh Maharani Myeongseong hingga ke Jepang.
triliun.
- Biaya lingkungan mencapai sekitar Rp96 triliun.
- Rasio kerugian lingkungan jauh lebih besar dibanding manfaat ekonomi.
Dampak lain:
- Emisi karbon.
- Konflik sosial.
- Hilangnya keanekaragaman hayati.
- Biaya restorasi hutan.
4. Peran Singapura
Singapore menjadi pusat
Apa yg dikatakan chef juna itu realita pahit yg terjadi di dunia nyata.
Untuk timku, aku selalu izinkan mereka kok asal jelas.
Tapi ketika aku d tempat kerja lain?
Aku udah skip ultah anak 2x
Ketika anakku sakit, aku baru smpt jemput ketika kelar kerjaan.
“Salahmu lanang”
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri:
The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik.
Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak.
Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing.
Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal.
Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia.
Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto.
Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat.
Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
Berat..
Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya.
Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku.
Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang.
Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG.
Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG.
Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.