Menanggapi gugatan Moeldoko kepada Menkumham Yasonna Laoly terkait urusan KLB illegal Deli Serdang, Demokrat menyatakan, tindakan KSP Moeldoko sangat memalukan, mencerminkan ketidakpeduliannya membantu Presiden yg sedang fokus hadapi lonjakan kasus Covid.
https://t.co/JVMtgaVNU0
Hasil survei ARSC menyebut elektabilitas Partai Demokrat ada di urutan ketiga (14,8%), di bawah PDIP (19,6%) dan Gerindra (15,03%).
Ada tiga hal pendongkrak elektabilitas Demokrat di bawah kepemimpinan AHY. Apa saja tiga hal tersebut?
Simak di sini👇
https://t.co/ZdSz6gBCzR
Kepemimpinan Ketum AHY senantiasa menunjukkan keberhasilannya mewujudkan cita-cita pendiri & kader Partai Demokrat untuk mengembalikan kejayaan partai.
Kini, masyarakat terus menitipkan harapnya agar Demokrat konsisten mewujudkan keinginannya.
#HarapanRakyatPerjuanganDemokrat
Nama dan Warna Partai Demokrat, SBY yang Berikan
"Pak SBY terlibat dalam pembentukan partai. Namanya pun, Pak SBY yang memberikan 'Partai Demokrat'. Dan mengenai warna PD juga datang dari Pak SBY"
(Steven Rumangkang; Pendiri Partai Demokrat)
#DemokratSolid#KamiBersamaAHY
Kemarin, saya didampingi Sekjen Partai Demokrat bersilaturahmi dgn tokoh pendiri @PDemokrat. Ada Prof. Subur Budhisantoso, Pak Umar Said, Pak Wayan Sugiana, Bang Ifan Pioh, Mbak Vera Rumangkang dan Mas Steven Rumangkang. https://t.co/w3jgoHgr3S
Didampingi Sekjen @teukuriefky_1, Ketum @AgusYudhoyono bersilaturahmi dengan tokoh pendiri Demokrat, Selasa (2/3).
Dalam suasana santai, AHY berbincang dengan Prof. Subur Budhisantoso, Umar Said, Wayan Sugiana, Ifan Pioh, @VeraFebyanthyID & @StevenRum.
https://t.co/zM9DyUkNAD
@AgusYudhoyono Sukses dan sehat selalu untuk Pak Prof. Subur Budhisantoso, Pak Umar Said, Pak Wayan Sugiana, Pak Ifan Pioh, Ketum @AgusYudhoyono, Mba @VeraFebyanthyID, dan Bang @StevenRum, juga untuk semua yang berkontribusi untuk kemajuan Partai Demokrat. GBU !!!
"Para pendiri, deklarator & senior PD, solid. Mereka kecewa dgn para aktor GPK-PD yg menikmati saat partai jaya, menghilang saat partai terpuruk, sekarang manfaatkan situasi pandemi Covid-19 utk mengegolkan agenda sendiri, dgn mau dimanfaatkan pihak eksternal."
Steven Rumangkang