Biasa musim ke musim, VVD banyak cover kelemahan partnernya. Tapi, musim ini kerjaan VVD lebih "sedikit".
Itu semua berkat Jeremy Jacquet, tiap main selalu kasih 10/10 buat Liverpool. 🔥🔥
Ngomongin Thiago, dia masih what if terbesar Liverpool. Prodigy, dalam kondisi fit dia adalah yang terbaik di posisinya.
2022 gagal quadruple itu sedikit banyaknya karena absennya dia. Di Premier League hilang win streak karena dia menepi. Final UCL 2022 juga kurang maksimal karena dia cedera sebelum pertandingan namun pakai painkiller.
The Magician🥹
Melalui kanal Youtube The Diary of A CEO, Bapak mengungkapkan kronologis saat ia ditawari untuk mengambil alih tongkat estafet Liverpool dibanding Man United kala itu. Beliau mengungkapkan:
“Rasanya seperti sudah ditakdirkan, karena sebenarnya saya tidak ingin pergi. Waktu itu saya sedang liburan keluarga di Lisbon bersama dua anak laki-laki saya dan Ulla, lalu tiba-tiba ponsel saya berdering."
"Ternyata agen saya yang menelepon. Saya sempat berpikir, ‘Kenapa dia menelepon?'"
"Sontak saya melihat kedua anak saya dan bilang, ‘Liverpool.’"
"Mereka berdua langsung menjawab, ‘Yes!’"
"Ulla melihat saya dan langsung sadar, ‘Oh Tuhan… akhirnya kita bakal ke Liverpool.’"
"Anak-anak saya sangat antusias dengan itu. Kami pun langsung jatuh cinta dengan klub ini."
"Lalu, kenapa saya tidak mengambil pekerjaan di Manchester United?"
"Sulit untuk menceritakan semuanya ke publik, tetapi ada beberapa hal dalam pembicaraan kami yang tidak saya suka."
"Pihak United kurang lebih berkata, ‘Kami bisa mendapatkan pemain mana pun yang kami mau. Kita ambil dia, kita ambil dia, kita ambil dia…’"
"Dan saya cuma berpikir, ‘Ini bukan proyek yang saya inginkan.’"
"Waktu itu bukan saat yang tepat bagi saya, dan saya juga tidak merasa itu adalah proyek sepak bola yang ingin saya bangun."
"Saya tidak ingin mendatangkan pemain hanya karena mereka adalah pemain terbaik. Paul Pogba adalah pemain yang luar biasa, Cristiano Ronaldo juga salah satu pemain terbaik di dunia bersama Messi. Tapi menurut saya, membawa kembali pemain yang pernah pergi biasanya tidak terlalu berhasil."
"Gagasannya saat itu lebih seperti, ‘Mari kita kumpulkan pemain-pemain terbaik, lalu kita lihat apa yang terjadi.’"
"Bagi saya, itu bukan benar-benar tentang sepak bola."
"Kemudian datanglah kesempatan bersama Liverpool, dan saya merasa inilah proyek sepak bola yang sebenarnya saya inginkan. Percakapan saya dengan Mike Gordon sangat penting. Setelah berbicara dengannya, saya bahkan berpikir, ‘Saya ingin berteman dengan orang ini.’ Dia benar-benar orang yang luar biasa."
---
And the rest is history. Mari sempatkan untuk kasih rispek setinggi tingginya untuk Mike Gordon. Berkat spik spik mautnya, Bapak bisa hadir dan menuliskan tinta emas pada cerita sejarah klub kita.
Pada intinya beli pemain bertabur bintang bukan jaminan selagi itu tidak sejalan dengan filosofi manajer pada khususnya dan filosofi klub pada umumnya. Beliau yang menyelaraskan itu semua, nilai tradisi pada klub mencoba dikembalikan salah satunya dengan mengembalikan kepercayaan supporter pada klub dengan satu kalimat magis "we have to change from doubters to believers".
Bapak membangun ini bersama sama. Melihat sepakbola dengan sudut pandang perjuangan tanpa kenal lelah. Semua itu dilakukan demi kebanggaan di dada.
Kami sayang Bapak. ❤️
#YNWA
Jürgen Klopp:
“Saya melihat story instagram Sadio Mane, di mana di layar tertulis 'Mesir' dan Mane menambahkan emoji hati.
Jadi saya mengambil screenshot dan mengirimkannya ke Mo Salah untuk berjaga-jaga jika dia tidak melihatnya. Itulah kenangan yang kami bagikan.” ♥️
😭���❤
That's it untuk Salah dan Robbo
Once again, thank you for the beautiful years. I know everything will end eventually but ah, it doesn't make it easier, does it?
Bener ya, yang datang akan pergi. Semua ada eranya masing-masing.
Masih inget banget kita struggle dan Klopp datang dengan Coutinho sebagai katalisatornya. Ia lalu membangun era dengan mentransformasi Firmino menjadi false nine terbaik di dunia. Lalu membangun pelan lagi dua sisi sayap yang cepat dan tajam dengan datangkan Mane dan Salah.
Coutinho berakhir lebih dulu dengan hanya 6 bulan bermain bersama. 5 tahun berselang pelan-pelan era ini menuju akhirnya. Mulai dari Mane, Bobby, Klopp dan hari ini, Salah.
Sedih tapi gue bahagia banget pernah jadi saksi bagaimana mereka bermain. Memenangkan semua trofi yang memungkinkan. Membangkitkan kembali Raja Inggris yang sudah lama dianggap tak relevan.
Juergen, Phil, Sadio, Bobby, Mo.
Forever Red🔴🔴🔴
You’ll Never Walk Alone❤️❤️��️
9 tahun bukan waktu yang sebentar.
Makka yang dulu hanya setinggi pinggangmu, kini tingginya sudah melebihi bahumu.
Anak-anak yang tidak mengenal Liverpool tanpamu, kini sudah menjadi remaja
Tapi Mo, sejujurnya... 9 tahun tetap terasa terlalu singkat bagi kami
Mau nikmati hidup dengan nonton bola, tapi pelatih masih Arne Slot. Mau jalani hidup normal dan lupain bola, tapi Presidennya masih Prabowo.
Hidup gini amat.