disini aku mau ngasih apresiasi buat kalian semuanya, https://t.co/eUPhaKorji. maaf ya mungkin cuma ini aja yang bisa kita kasih ke kalian semuanya." memberikan micnya kembali kepada @saeroem@jaehyiuno
semuanya keren banget pokoknya dan selalu kompak buat sesama artist, pokoknya aku sayang kalian 271 T. terimakasih juga buat panitia farewell yang udah siaga 1 dan selalu bersedia dan selalu kompak. makasih ya buat malam ini. kayaknya itu aja yang cuma bisa aku sampaikan disini.
Senyumnya tidak pernah pudar dari wajahnya. Terdengar sedikit tarikan nafas darinya sebelum akhirnya Issabella kembali berbicara, “Sudah lebih dari 30 hari Artism berdiri, dan kalian ada diantaranya. Hadir sebagai hari-hari Curators dengan segala cerita yang berbeda setiap hari.”
Issabella terdiam sejenak, memperhatian wajah-wajah anak asuhnya yang selama 30 hari terakhir ini selalu menemani hari-harinya. Ia kemudian mengangkat tangannya, mengarahkan mikrofon yang ia genggam di depan bibirnya, seraya berkata, “Selamat malam, The Artist.” sapanya hangat.
Issabella terdiam sejenak, memperhatian wajah-wajah anak asuhnya yang selama 30 hari terakhir ini selalu menemani hari-harinya. Ia kemudian mengangkat tangannya, mengarahkan mikrofon yang ia genggam di depan bibirnya, seraya berkata, “Selamat malam, The Artist.” sapanya hangat.
Dengan langkah yang pelan namun pasti, Issabella perlahan berjalan ke arah panggung saat ia dengar namanya dipanggil. Senyumnya merekah, kala ia menerima mikrofon yang diarahkan kepadanya. Langkahnya terhenti, ia kemudian menghadap ke arah The Artist yang ada di hadapannya.