Aku tidak selalu bertanya ketika
melihat sesuatu yang aneh.
Kadang aku hanya diam dan
menyimpan pengamatan.
Karena jawaban yang keluar dari perilaku seseorang sering lebih jujur dari pada jawaban yang keluar dari mulutnya
Dulu aib rumah tangga disimpan dibalik pintu. Kini pintu itu dibuka sendiri demi sorotan. Konflik dijadikan konten, luka dijual sebagai tontonan, dan penonton dijadikan hakim. Di zaman algoritma, privasi bukan lagi hak, melainkan komoditas yang paling mudah dimonetisasi
Dulu konflik rumah tangga diselesaikan di ruang keluarga.
Kini dibawa keruang digital lengkap dengan episode, komentar & penonton.
Luka menjadi konten, aib menjadi komoditas, publik diberi peran sebagai hakim.
Di era algoritma, air mata ternyata lebih laku dari pada akal sehat.
Tetap cintai dirimu sebaik-baiknya. Tetap jaga hubungan dengan dirimu sekuat-kuatnya. Sebab dunia kadang memang lebih kejam dari yang pernah kau kira. Habis manis, engkau dibuang. Habis guna, engkau dibuat binasa. Sebaik-baiknya tempat bertahan adalah dirimu sendiri.
bukti nyata dititik terendahmu hanya seorang pria yang dengan segala kekuranganya ini yang ada disampingmu. Semoga dititik terbaikmu kamu tidak bersama pria lain.
Lebih sakit lagi kalo emosiku nyakiti orang lain. Kalau sekarang saya diem bukan karena saya enggak tau apa apa. Saya cuma paham, emosi sering nyasar ke orang yang enggak salah. Saya udah berhenti ngeladenin emosi sendiri. Itu yang bikin saya tenang sekarang
-Rabu 17 Juni 2026
Saya sering marah bro. Bukan karena masalah gede, karena saya capek. Capek nahan, capek ngalah, capek harus kelihatan kuat. Dulu saya kira marah itu bikin lega, ternyata enggak. Yang ada hatiku enggak pernah tenang. Nahan emosi itu capek bro, sakit.
Enggak semua hal harus diganti dengan yang baru. Beberapa hal yang udah lama ada, lebih baik dijaga, diperbaiki, difungsikan lagi. Tahun baru, semangat lama, mengejar mimpi yang sempat tertunda. Tidak minta banyak, cukup disehatkan badan lancar rezeki keluarga bahagia