Guys, ada analisis dari analis intelijen militer Selamat Ginting yang menurut gue adalah salah satu kritik paling substansif bukan soal politik semata, tapi soal sistem militer yang dirusak yang perlu dipahami semua orang.
Dan ini bukan serangan personal terhadap Teddy. Ini tentang preseden berbahaya yang sedang dibangun.
Mulai dari fakta yang paling dasar:
Teddy Indra Wijaya Seskab baru saja naik pangkat menjadi Letkol.
Dia lulusan Akmil 2011.
Dan menurut Peraturan Panglima TNI 2022 lulusan 2011 baru bisa menjadi Letkol setelah 23 tahun masa dinas.
Artinya baru layak sekitar 2034.
Sekarang 2026.
Dia baru jadi Letkol.
Selisihnya: 8 tahun lebih cepat dari yang seharusnya.
Dan ini bukan pertama kalinya:
Naik dari Kapten ke Mayor sudah melebihi teman seangkatannya.
Naik dari Mayor ke Letkol melebihi lagi.
Dan semuanya menggunakan mekanisme yang menurut Selamat Ginting tidak ada dalam aturan TNI: disebut "kenaikan pangkat reguler dipercepat" istilah yang menurutnya diadakan-adakan karena Teddy juga tidak memenuhi syarat untuk KPLB kenaikan pangkat luar biasa yang biasanya diberikan kepada prajurit yang mengorbankan jiwa raga di medan tempur.
KPLB pun sudah pernah diberikan kepada Teddy dua kali sebelumnya tanpa ada prestasi tempur yang setara dengan pengorbanan yang biasanya menjadi syarat.
Soal posisi Seskab dan ini yang paling kritis secara hukum:
UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 47 menyebut ada 10 posisi sipil yang boleh diduduki perwira aktif TNI tanpa harus pensiun dulu.
Daftarnya: Kemenko Polkam, Kemenhan, Lemhannas, Wantanas, BIN, BSSN, Basarnas, BNN, Mahkamah Agung kamar militer, dan Sekretaris Militer Presiden.
Sekretaris Kabinet tidak ada dalam daftar itu.
Artinya — secara hukum Teddy seharusnya pensiun atau mundur dari dinas militer dulu sebelum menjabat Seskab.
Seperti yang dilakukan AHY ketika mau ikut Pilkada Jakarta 2017.
Seperti yang dilakukan Sugiono, Iftitah Sulaiman, dan perwira lain yang memilih jalur politik.
Tapi Teddy tidak melakukan itu.
Dia tetap aktif di TNI sambil menjabat Seskab.
Dan ada keanehan lain yang Selamat Ginting soroti:
Kalau Seskab setara eselon 2 seperti yang diklaim pemerintah maka pangkat yang sesuai adalah Brigadir Jenderal bukan Letkol.
Artinya Teddy sekarang sebagai Letkol bahkan belum memenuhi syarat pangkat untuk jabatan Seskab yang dia pegang.
Proyeksi yang mengerikan menurut analisis Ginting:
2026 — Letkol.
2027 — Kolonel.
2028 — Brigadir Jenderal
baru memenuhi syarat pangkat untuk Seskab.
Naik pangkat tiap tahun.
Melompati angkatan-angkatan di atasnya.
Termasuk melampaui 6 angkatan senior yang belum Letkol sampai sekarang.
Dampak ke moral dan sistem TNI dan ini yang paling serius:
Selamat Ginting bilang dia menerima banyak pesan WhatsApp dari perwira tinggi bintang 1 sampai 4 yang resah dengan kasus Teddy.
Dan ini bisa dipahami kenapa.
Bayangkan ada perwira lulusan 2006
5 angkatan di atas Teddy yang sudah seskoat,
sudah Diklatpim 2,
sudah semua syarat terpenuhi sampai sekarang belum Letkol.
Sementara Teddy lulusan 2011 tanpa memenuhi syarat pendidikan yang sama sudah Letkol karena dekat dengan Presiden.
Apa yang terjadi pada moralitas dan integritas sistem kenaikan pangkat TNI kalau ini dibiarkan?
Perbandingan sejarah yang paling mengena:
Selamat Ginting menyebut contoh dari Mesir panglima militer yang hanya berpengalaman sampai Mayor di lapangan, tapi karena dekat dengan lingkaran istana tiba-tiba jadi Jenderal dan memimpin pertempuran.
Hasilnya: memalukan Mesir secara militer.
Dan di dalam negeri sendiri ada preseden dari zaman Soekarno.
Ketika Presiden menempatkan tokoh yang tidak layak sebagai Kepala Staf AD TNI tidak terima.
Pelantikannya hanya dihadiri korp musik pemadam kebakaran.
TNI menolak hadir. Panglima tidak bisa masuk Markas Besar karena dikuasai yang menentang. Berujung pada Peristiwa 17 Oktober 1952.
Sejarah punya cara mengingatkan.
Rekomendasi Selamat Ginting — dan ini yang paling jelas:
Pensiunkan Teddy.
Kalau mau jadi Seskab, pensiun dulu dari militer.
Baru tempatkan di sana.
Kalau masih aktif di TNI, kembalikan ke Kopassus kirim ke Papua, pimpin Kompi menghadapi OPM.
Kopassus bukan tugasnya buka tutup pintu. Seharusnya buka tutup pertempuran."
Dan peringatan yang paling keras:
Kalau Prabowo teruskan ini bisa jadi hak angket di DPR mempersoalkan Presiden melanggar UU TNI. Prabowo bisa jatuh hanya gara-gara menyelamatkan orang-orang ini."
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Dia mungkin orang yang kompeten dan loyal.
Ini soal sistem yang dirusak ketika loyalitas personal mengalahkan mekanisme yang sudah dibangun bertahun-tahun untuk menjaga integritas institusi militer.
TNI bukan perusahaan keluarga di mana bos bisa mempromosikan siapapun yang dia mau kapanpun dia mau.
TNI adalah institusi dengan hierarki, aturan kenaikan pangkat, dan persyaratan pendidikan yang dibangun bukan untuk menghalangi orang tapi untuk memastikan yang naik benar-benar siap memimpin.
Ketika aturan itu dilanggar karena kedekatan dengan presiden pesan yang diterima oleh ribuan perwira yang mengikuti aturan adalah: kerja keras dan prestasi tidak sepenting berada di lingkaran yang tepat.
Dan ketika TNI mulai berpikir seperti itu kita semua yang rugi.
Kata Letnan Kolonel Ebrahem Zulfaghari.....,"
Dimanapun kalian berada, tolong bagikan video ini,agar dunia tahu bahwa Iran tidak akan kehabisan rudal, karena Amerika mengatakan bahwa Iran sudah kehabisan rudal, padahal setiap hari,kami memproduksi rudal-rudal canggih. Tolong bagikan video ini, biar mereka sakit hati, karena kami akan menghancurkan mereka (Amerika & Israel)". 😅😅😅😅😅👍👍👍👍👍👏👏👏👏🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Dalam pidatonya sering menyebut kita ini bangsa yang besar. Tapi ketika rumah sakit Indonesia di Gaza dijadikan markas militer bangsa penjajah sama sekali tak terdengar suaranya. Seharusnya keluar dari BoP sebagai wujud bangsa yang besar tapi itu tidak dilakukan...
Ini tamparan keras bagi Satanyahu
Satanyahu: "Kepemimpinan Spanyol mencemarkan nama baik Israel. Kami sekarang akan menganggap Spanyol sebagai musuh kami"
Spanyol: "Kami tidak mencemarkan nama baik Anda, kami mendefinisikan Anda. Anda adalah rezim genosida dan kriminal
Kalian semua akan diadili di Mahkamah Pidana Internasional"
BREAKING 🚨: 🇪🇸Spanish PM Pedro 🔥🔥
He said : "🇮🇱Israel is not respecting international and humanitarian law neither in Lebanon, nor in the West Bank, nor in Gaza.
And this must lead us to reflection and also to take strict action against Israel." 🔥
What a leader, What a COURAGE 🫡
Reporting from the last functioning hospital in the deep south of Lebanon.
Despite the ceasefire, we could still hear loud explosions: they came from Israeli troops demolishing nearby villages within the so-called Yellow Line.
Reporting for @TheNationalNews
Di Libya, beli bensin Toyota Land Cruiser Rp. 12.000 dapat 32 liter ‼️
Kok bisa? Sebab disana nggak ada : keluarga dinasti solo, oligarki hitam, Prabowo, Luhut dan Bahlil. dkk 🤔
Awal Mula Korupsi Proyek Satelit Orbit 123
Joko Widodo saat menjadi presiden memerintahkan pengadaan proyek pengadaan satelit orbit 123 bujur timur. Kini menjadi kasus korupsi.
#TukangKupasPerkara#Tempodotco
Beberapa hari menahan rasa jengkel melihat kenyataan ada seorang presiden yang membisu saat mendengar prajuritnya gugur akibat serangan zionis, tapi gak nyangka kalau masih ada makhluk yang lebih jahat daripada orang itu.
Reza Pahlevi dalam wawancara eksklusif dengan TV Perancis secara terang-terangan meminta agar AS dan zionis agar membombardir negaranya, menyuruh agar penjajah membantai rakyat Iran agar dia bisa kembali ke negaranya lalu menjadi raja lagi di sana.
Jelas ini sebuah tindakan yang lebih keji dibandingkan rezim yang merampok uang rakyat melalui proyek pengadaan motor listrik.!
Bisa dibayangkan betapa bencinya rakyat Iran terhadap Reza Pahlevi, ucapannya justru akan menutup rapat kesempatannya untuk pulang ke tanah air.
GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita