Ciri-ciri GOAT asli:
Ketika bermain memberi impact
Ketika di bench memberi motivasi
Terhebat di dalam dan luar lapangan
Tidak perlu embel-embel “i’m back” karena GOAT tidak pernah menghilang.
Lionel Andres Messi Cuccittini
Greatest of All Time. Greatest. 🐐
dulu gw sangat mengimani omongan si adri ini wkwkw
tapi gw akhirnya tersadar ini omongan yang menyebabkan either jadi kalahan, atau jadi pragmatis borderline unethical, seperti menghadiri event 02 dan jadi buzzer 02 contohnya. gw gak tau adri dibayar apa enggak, tapi kalo tau jalan pikir dia dari podcast ya gua gak kaget kalo dibayar.
yang bikin manusia bisa hidup itu passion dan hope, kalo itu lu buang ya semuanya aja jadi budak kapital, gak ada wonder nya dunia ini.
Dunia jadi buruk salah satunya ya karena banyak orang2 yang gak punya imajinasi, harapan, dan sense of wonder.
Logika kalahan gak usah kejar passion ini kalo lu ulur lagi kan bisa jadi :
"ngapain bersuara, pasti kita gagal"
"ngapain diusahakan, pasti gak dapet"
terus aja
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
jadi pinter itu bisa dipelajarin, literally semua orang bisa kejar knowledge, intelligence, bahkan experience.
tapi “jadi manusia yang bener” itu beda level. gak semua orang punya awareness buat respect orang lain dan bersikap proper.
makanya adab itu always di atas ilmu. karena akhirnya yang dilihat bukan cuma kamu tau apa, tapi kamu treat orang lain kayak apa.
gara2 overconsumption, aku ngerasa jd susaaah punya original thoughts.
semua opini & perspektifku kayaknya dibentuk oleh algoritma medsos, atau dari pendapat orang2 di sekelilingku.
sama kayak artikel Substack yang barusan kubaca ini.
... nah, kan? 🫠🫠🫠
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
Makanya kalo kalian nemu orang yg masih ngonten apa yg mereka suka tanpa harus mikirin angka followers, konten apa yg lagi rame buat dibahas, hargai ya guys
Mulai langka orang2 kayak gini di timeline, karena semuanya udah berubah jadi target2an followers dan impression
Dihire buat dilatih & training intense hard skill bidang baru. Dari 0.
Bener2 dihujani berbagai kesempatan buat upskill & berkembang.
Tuntutan tinggi bgt, tapi sense of accomplishment lebih tinggi lagi. 100/10 sampe bisa lembur sambil mikir “I think I actually like doing this”
Baru dapet insight dari senior di kantor :
"Jangan overvalue yourself seberapa pun background pendidikan mu background keluargamu, atau pun kemampuanmu. Be humble untuk terus jadi the most stupid person in the room supaya kamu bisa terus belajar."
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Bahkan ga ada catatan sejarah tokoh perjuangan kemerdekaan yang disiram air keras, dibuat cacat permanen oleh kolonial. Tindakan paling jauh ya diasingkan. Lah ini dibuat cacat. Dan bentar lagi bakal ada mobilisasi buzzer yang ngebunuh karakter korban. Literally iblis!