Sesulit apapun kalian cari parkir, jangan nekat parkir di jalan masuk/keluar, nyusahin banyak orang. 30 Nov malam bikin saya dan mobil lain terpaksa atret dan melawan arah cuma untk bisa keluar. Mohon ditindak @Royal_PlazaSby
@drhthariq Subjektifitas inilah yang sebenarnya membuat lebih menarik, karena membuka banyak ruang untuk terus diskusi dan belajar, masalahnya manusia cenderung menggunakan perbedaan untuk saling serang.
@drhthariq Pernah dijelaskan oleh seorang Islamic Scholar, tanpa mengurangi kebesaran sebuah Al Qur'an, tidak mungkin sebuah tulisan mampu merepresentasikan semua kebesaran Allah, maka diperlukan interpretasi "beyond text," yang memang kadang menjadi subjektif.
Selain impian & keyakinan, seorang yg tertekan baik secara sadar maupun tidak akan mendorongnya jadi pemberontak, dibanding mengikuti apa yang kamu ucapkan dia mungkin akan memilih untuk melakukan kebalikannya, fenomena ini gak hanya terjadi pada anak kecil, tapi manusia dewasa.
Impian dan keyakinan adalah hal yang sangat signifikan dalam membangun peradaban manusia, bila manusia tidak pernah bermimpi dan yakin bisa terbang di langit layaknya burung, sampai detik ini tidak akan ada pesawat terbang dan ilmu aerodinamika.
Contohnya saat kamu marah lalu kelepasan bilang bahwa anakmu bodoh atau bahkan mengumpat kotoran hewan, mereka akan merasa hidupnya tidak berarti dan mungkin putus asa, perlahan meyakini bahwa mereka memang bodoh dan tidak berguna seperti kotoran.
Seperti dalam movie Inception, orang yang sangat dekat dengan kita lebih mudah menyentuh perasaan dan alam bawah sadar, kalimat yang mereka ucapkan meski subjektif karena kesal bisa menjadi inception yang tanpa disadari dapat mengubah caramu bersikap dan perlahan jadi realita.
Semakin dewasa saya semakin menyadari, bahwa sebuah kalimat apalagi datang dari seseorang yang sangat dekat dengan kita itu bisa menjadi senjata yang positif maupun sangat destruktif.
Word(s) as a Weapon
Almarhum kakek saya dulu pensiunan kepala sekolah SDN di era Soeharto, beliau selalu mewanti2 pada anak2nya agar tidak pernah mengatakan kata bodoh apalagi goblok, terutama pada keluarga sendiri, apalagi ke cucu2nya, meski merasa sangat kesal.