Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
99 tahun perjalanan ini dibangun oleh banyak cerita.
Berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka, Persebaya telah melewati berbagai zaman, menyatukan generasi demi generasi dalam satu kebanggaan yang sama.
Tentang mereka yang berjuang. Tentang mereka yang setia datang ke stadion. Tentang mereka yang mendoakan dari rumah. Tentang mereka yang menjaga nama Persebaya di mana pun berada.
Persebaya adalah milik semua.
Milik yang lahir dan tumbuh bersama. Milik yang baru jatuh cinta hari ini. Milik setiap hati yang percaya bahwa kebanggaan ini akan terus hidup dari generasi ke generasi.
Selama 99 tahun, Persebaya telah menjadi bagian dari perjalanan kita semua. Dan cerita itu akan terus berlanjut.
Persebaya untuk Semua.
#persebaya #persebayauntuksemua
FYI manteman: demo / unjuk rasa itu pengajuan surat ke polisi bukan surat izin ya, tapi SURAT PEMBERITAHUAN. Ini diatur di UU 9/1998 ttg Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Jadi kalau bilang "gak ada surat izin", polisinya yg tolol dan tidak baca sebab ACAB.
Meski diinisiasi Mahasiswa, yg turun aksi itu berbagai lapisan masyarakat. Jd saling jaga utk semua lapisan masyarakat yg turun ke lapangan, semua punya hak, semua bisa diharapkan. Jgn ngerasa superior dan jgn kepatok.
No rules, but know your limit. Doa terbaik untuk semuanya✊
🚨 UPDATE Situasi di lapangan siang hari ini. 🙏
Tim logistik di Jakarta terlihat tetap siaga membantu para peserta aksi. Banyak ibu-ibu yang turut hadir dan ikut menyediakan dukungan bagi massa yang berada di lokasi.
Buat yang haus atau lapar, kabarnya tersedia posko logistik yang bisa didatangi secara gratis.
Dari rakyat, untuk rakyat. 🇮🇩
Sumber: Peserta
Di kondisi seperti ini sudah tidak relevan lagi bahas rivalitas karena sepakbola, musuh kita bersama adalah pemerintah yang mengambil kebijakan ugal-ugalan lewat mbg maupun kopdes dll, hingga mengakibatkan naiknya harga bensin & nanti diikuti naiknya harga kebutuhan pokok..
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Besok GNMerch melanjutkan rutinitas idul adha dengan menyisihkan margin untuk almarhum dulur2 GN yg sudah berpulang
Tahun ini listnya khususon almarhum WIDYASWORO AL FAUZI BIN SARIMAN SISWANTO (Marley), Ahmad Dian Prawira Yoga Bin Kamsuri, Ahmad Khoirudin bin Khoir