@sinsteaIer@18fesss Heran banget kok bisa lagi anu malah ngomongin persija sama persib?? Tenang aja sheng, aku mah gak bakal ngomongin itu.
Soalnya aku ngomonginnya Inter sama Milan.
Ada video dari kebun binatang di Jepang yang ngeliatin gorila jantan lagi sabar banget ngebujuk pasangannya abis mereka berantem. terus dia malah nempel terus sambil ngelus-ngelus lembut, nungguin si betina luluh
NAH GINI DONG COWO MASA CEWE NGAMBEK DIDIEMIN DOANG😭😔
Berat..
Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya.
Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku.
Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang.
Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG.
Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG.
Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni
Buat orang yang paham data, pertumbuhan stabil 5 persen dari tahun ke tahun untuk ekonomi indonesia itu sangat mengerikan loh, kenapa?
Karena rupiah anjlok dia masi tumbuh.
Harga naik dia masi tumbuh.
Kelas menengah turun dia masi tumbuh.
Now gue ga bilang datanya salah, karena kalkukasi tuh bener, yang jadi pertanyaannya:
Kalau tumbuh terus siapa yang nikmatin?
Liat wealth gap makin naik tiap taun dah keliatan kok jawabannya :)
Guys, rupiah sekarang sudah di Rp17.300.
Dan ada tiga skenario yang perlu lo pahami tentang apa yang bisa terjadi kalau situasinya terus memburuk.
Ini bukan untuk bikin panik.
Ini untuk mempersiapkan diri.
Skenario 1:
Rupiah di Rp18.500 Pelemahan Terkendali
Ini skenario terburuk yang masih bisa dikelola pemerintah dengan intervensi serius.
Yang akan terjadi: inflasi naik ke 6-8% per tahun. Harga pangan impor seperti gandum, kedelai, bawang putih melonjak tajam karena hampir semua diimpor pakai dolar.
BI terpaksa naikkan suku bunga ke 6,5-7% untuk menarik modal asing kembali masuk.
Dampak ke bisnis:
perusahaan yang punya utang dolar atau biaya operasional dolar seperti maskapai penerbangan, telekomunikasi, farmasi, properti beban usahanya membengkak 15-20%. Risiko gagal bayar mulai nyata.
Dampak ke rakyat:
daya beli mulai tergerus.
Yang paling terpukul adalah kelas menengah bawah karena belanja kebutuhan pokok melonjak sementara gaji tidak ikut naik.
Cadangan devisa bisa terkuras di bawah 100 miliar dolar dalam hitungan bulan.
Kesimpulan skenario 1:
ekonomi masih bisa bertahan tapi berpotensi masuk resesi teknis dua sampai tiga kuartal. Angka kemiskinan bisa naik sekitar 3-4%.
Skenario 2:
Rupiah di Rp21.000 Krisis Nilai Tukar
Level ini masuk kategori krisis serius.
Sebanding dengan krisis 1998 meski fundamental Indonesia sekarang jauh lebih kuat dari saat itu.
Yang akan terjadi:
inflasi melonjak ke 10-15% masuk kategori hiperinflasi ringan.
BBM dan listrik terpaksa dinaikkan atau subsidi membengkak tidak terkendali.
BI rate bisa naik ke 9-13%.
Bunga KPR dan kredit konsumsi bisa tembus 15-18% kredit macet dimana-mana.
Dampak ke bisnis:
gelombang PHK massal.
Industri berbasis impor seperti tekstil, elektronik, farmasi mulai tutup atau relokasi ke luar negeri.
Sektor ekspor sedikit diuntungkan dari sisi nilai tukar tapi tetap tertekan karena biaya BBM dan bunga dalam negeri yang tinggi membuat profit tidak naik.
Dampak ke rakyat:
kelas menengah bergeser ke bawah sekitar 10-15%.
Angka kemiskinan naik 5-7%.
Risiko bank run penarikan dana besar-besaran dari perbankan sangat mungkin terjadi.
Pemerintah kemungkinan terpaksa keluarkan kebijakan darurat termasuk kontrol modal.
Kesimpulan skenario 2:
resesi sangat dalam mendekati depresi.
Pemerintah kemungkinan minta bantuan IMF atau World Bank.
Proyek infrastruktur semua berhenti. Pengangguran terbuka bisa tembus 20%.
Skenario 3:
Rupiah di Rp25.000 Krisis Sistemik Parah
Ini melampaui krisis moneter 1998.
Skenario paling ekstrem.
Yang akan terjadi:
hiperinflasi 25-40% atau lebih.
Harga kebutuhan pokok bisa berlipat ganda dalam hitungan bulan.
BI rate tembus 15-25%.
Bank-bank mulai collapse karena kredit macet meroket dan likuiditas mengering.
Dampak ke bisnis:
perusahaan besar default utang.
UMKM non-pangan bangkrut massal diperkirakan sekitar 30% UMKM terdampak parah.
Pemerintah terpaksa bail out BUMN dan beberapa bank.
Dampak ke rakyat:
kelas menengah ludes separuh.
Kemiskinan bisa naik 30-40% dibanding kondisi normal 2024-2025.
Cadangan devisa habis.
Indonesia terancam gagal bayar utang luar negeri.
Dampak politik: kegaduhan sosial dan politik.
Demo besar-besaran di mana-mana.
Kesimpulan skenario 3:
krisis multidimensi ekonomi, sosial, politik sekaligus. Pemulihan butuh lebih dari 5-7 tahun dengan bantuan asing besar-besaran.
Seberapa mungkin ini terjadi dan ini yang paling penting:
Untuk mencapai Rp18.500 saja dibutuhkan kombinasi beberapa faktor buruk sekaligus: konflik Iran-Israel yang meluas dan harga minyak menembus 135 dolar per barel, outflow modal asing yang masif dari Indonesia, Federal Reserve yang menaikkan suku bunga agresif ke 7%, dan fundamental domestik yang memburuk karena defisit APBN membengkak.
Saat ini skenario 1 belum terlihat jelas akan terjadi tapi arahnya ke sana karena banyak faktor di luar kendali pemerintah: perang di Timur Tengah, ketegangan di Selat Taiwan, harga BBM global, dan gangguan supply chain akibat Selat Hormuz.
Untuk skenario 2 dan 3 butuh kondisi yang jauh lebih ekstrem dan kombinasi masalah yang sangat berat.
Yang bisa lo lakukan sekarang tindakan konkret:
Pertama — kurangi utang berbasis dolar atau utang bunga variabel. Kalau suku bunga naik drastis, cicilan lo bisa meledak.
Kedua — diversifikasi aset. Sebagian tabungan dalam bentuk emas, dolar, atau aset yang tidak bergantung pada kekuatan rupiah bisa menjadi pelindung nilai.
Ketiga — perkuat ketahanan pangan keluarga. Stok kebutuhan pokok untuk beberapa bulan ke depan adalah langkah yang sangat rasional di kondisi ketidakpastian tinggi.
Keempat — kalau lo pengusaha dengan biaya berbasis dolar evaluasi sekarang apakah ada cara untuk mengurangi eksposur ke dolar atau melakukan hedging.
Kelima — jaga likuiditas. Cash adalah raja di kondisi krisis. Jangan lock semua aset lo di instrumen yang tidak bisa dicairkan cepat.
Rupiah di 17.300 bukan berarti kita sudah menuju skenario terburuk.
Tapi ini adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan bahwa kondisi sedang tidak normal.
Yang perlu dilakukan bukan panik tapi mempersiapkan diri secara konkret.
Karena kalau skenario 1 saja sudah cukup menyakitkan untuk kelas menengah bawah Indonesia, maka tidak ada alasan untuk tidak memulai persiapan mulai sekarang.
Semoga tetap di level yang bisa dikelola. Tapi lebih baik siap dan tidak perlu, daripada perlu tapi tidak siap.
terlepas semua sudah qoddarullah, tapi sebenernya yg paling memegang tanggungjawab atas ini ya pemerintah.
pemerintah sangat mampu dan memang berwenang utk mengatur regulasi soal usaha per-taksi-an ini.
pemerintah juga sangat mampu untuk memperbaiki dan meng-update soal pertambahan rel kereta, lalu lintas dsb.
tapi lagi lagi mereka memilih untuk tidak melakukan itu semua dan sibuk dengan urusan perut masing masing.
rakyat yang jadi korban padahal rakyat juga yg menggaji pemerintah dgn gaji yg belum tentu UMR, ditarik pajaknya, tapi masih ga memperoleh fasilitas hidup yg layak.
Tau gak kenapa kita harus berisik sama Pemerintah? Inkompetensi ini taruhannya nyawa. Nyawa lho nyawa. Yang kalo udah ilang kaga bisa balik lagi. Ilang karena sistem bobrok/ human error. Udah ilang terus gak ada yang tanggung jawab. Cuma jadi angka. Kan bangsat!
Negara kolaps ya begini. Nggak ada kerusuhan besar, nggak ada kehancuran sistemik yg tiba tiba.
Jalan pelan pelan bolong. Resource di tarik melewati ambang batas aman. Kecelakaan makin sering. Welfare system pelan pelan di cabut untuk bbrp orang. Semua kelihatan understaffed, angka kejahatan naik pelan pelan tapi stabil.
Semuanya akan jadi lebih buruk pelan pelan disaat mereka yg di atas itu scr desperate nambel lobang lobang yg ada dari korupsi yg mereka buat.
Controlled demolition
Kapan hari ngobrol sama temanku soal ini
Kita kek "dilelahkan" untuk gak ribut, gak protes sana-sini. Karena kebanyakan yg harus diurus. Terbiasa autopilot dan masyarakat yg harus nyari solusinya sendiri, jadi terlalu lelah untuk sekadar bersuara
Gimana kalo kondisi sebenarnya masyarakat diluar sana banyak yg tertekan?
Gimana kalo kondisi sebenernya masyarakat pada pusing sama harga2 yg makin mahal?
Gimana kalo kondisi sebenernya banyak yg kesulitan ekonomi krna kena phk/layoff?
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara.
Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang.
Kata-katanya sangat eksplisit.
Koperasi saya enggak tahu.
Yang lain saya enggak paham.
Berhenti sebentar dan pahami itu.
35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan.
Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum.
Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret.
Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi.
MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan.
Baru belakangan sistem dibenahi.
Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi.
Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik.
Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu.
Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan.
Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan.
Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang.
Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret.
Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan.
Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya.
Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab.
Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN.
Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN?
Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar.
Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk.
Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus?
Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus.
Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda.
ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian.
Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi.
Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama.
Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan.
Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
Aku akan coba jelaskan ya kaa.
PERTAMA kita harus tau tanda gejala orang tersedak, diantaranya:
Tanda gejala ringan:
• Batuk yang tiba-tiba dan kuat
• Kesulitan berbicara dan bernapas
• Wajah memerah
• Terlihat panik, memegang leher, dan menolak untuk makan/minum.
Tanda gejala berat:
• Tidak dapat berbicara atau mengeluarkan suara
• Napas berbunyi (stridor)
• Sesak napas
• Wajah membiru (sianosis)
• Kehilangan kesadaran
Setelah itu kita kaji kondisinya bisa lihat pada algoritma di bawah ini ya.
1. Jika korban masih sadar dan masih bisa batuk, maka dukung dan bantu korban untuk melakukan batuk efektif.
2. Namun jika korban sudah tidak mampu untuk batuk lagi, maka kemungkinan sudah terdapat sumbatan total, sehingga perlu dilakukan tindakan back blow yang dikombinasikan dengan haemlic manuever atau abdominal thrust. Masing-masing 5 kali
dan dilakukan berulang secara bergantian.
3. Jika korban sudah kehilangan kesadaran dan tidak bisa bernafas, maka itu pertanda untuk memulai RJP (resusitasi jantung paru).
Untuk cara melakukan ada di image di bawah ini ya: BACK BLOW, HAEMLIC MANUEVER (korban sadar), ABDOMINAL THRUST (gerakan sama dg haemlic manuever, bedanya posisi korban berbaring karena korban tidak sadar), CHEST THRUST.
‼️Chest trust biasanya dipakai oleh ibu hamil, orang dewasa yang obes, dan anak usia < 1 tahun.
Anak usia < 1 tahun juga bisa pakai black blows.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Jujur yg bikin miris adalah disaat masyarakat indonesia disuruh EFISIENSI besar2an, para pemimpin bangsa kita malah sering bepergian ke Luar Negeri dan menginap di hotel mewah.
Gue ga peduli itu biaya hotel dibayarin atau gimana, yg jelas gue rasakan adalah mereka bener2 nirempati dengan kondisi masyarakatnya saat ini.
Makin hari makin berasa capek banget jadi WNI. Udah lah capek kerja sehari-hari, masih harus kepapar bad news sana sini. Di bawah rame sama kelakuan sampah pelaku KS, di atas diem-diem ada blanket overflight apa lah itu, belum ketambahan berita MBG. Sehat-sehat mental gue.
Orang cosplay & ke event jejepangan itu utk pelepasan dr penat dan stress di hidup sehari2. Kebanyakan orang di event itu socially awkward & kurang bisa baca social clues jadi saat diajak foto ya asumsinya itu bentuk diapresiasi. Sayangnya banyak normies bangsat memanfaatkan utk mencemooh & dijadikan konten olokan.
Komunitas anime & cosplay ini sudah byk masalah internal, tdk ada ruang utk turis2 karbit yg mau memonetisasi tanpa respek.
Misal memang ada orang yg baunya kurang sedap ya ditegur baik2, bukannya dijadikan lelucon utk konten tanpa konsen. Orang yg baunya kurang itu juga kadang mungkin memang tdk sadar, selama perilakunya normal ya jgn malah dicemooh.