Setelah satu tahun diliputi kegelisahan, Tupon Hadi Suwarno (60) atau Mbah Tupon, warga Ngentak, Bangunjiwo, Bantul, akhirnya bisa bernapas lega. Sertifikat tanah miliknya yang sempat terancam hilang akibat praktik mafia tanah kini telah kembali ke tangannya. Mbah Tupon bahkan melakukan sujud syukur di depan rumahnya sebagai ungkapan kebahagiaan.
Mbah Tupon bersama istrinya tampak terharu usai menerima kembali dua sertifikat tanah miliknya. Kembalinya dokumen penting tersebut menjadi akhir dari perjuangan panjang melawan mafia tanah yang berlangsung selama satu tahun.
Update berita selengkapnya di Beritasatu TV, https://t.co/12KzHzegth, YouTube BeritaSatu, dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan App Store!
#MbahTupon #SertifikatTanah #MafiaTanah #SaatnyaMajuBersama #BeritaSatu
Cara hapus data kita dari getcontact.
Jadi saat ada yang cari nomor kita di getcontact, nama kita gak ditemukan.
Caranya:
1. Masuk ke website https://t.co/iEKpjQTRrs (dari browser PC/Laptop)
2. Pilih Android/iOS
3. Scan QRCode pakai kamera HP untuk kirim kode verifikasi via WA
4. Set visibility ke OFF dan pilih "Permanently Delete My Getcontact Data".
Selesai.
Lakukan secara berkala agar tidak ada data yang tampil.
Masih kah kalian berjoget-joget melihat guru honorer ini ?
Di sebuah kelas sederhana di Madura Sumenep, ada sosok guru yang mengajarkan arti perjuangan yang sebenarnya. Namanya Pak Untung. Seorang guru honorer yang terlahir tanpa kedua tangan. Namun keterbatasan itu tidak pernah menghentikan langkahnya untuk mengajar. Saat berada di depan kelas, Pak Untung menjepit kapur tulis dengan jari-jari kakinya, lalu menulis di papan tulis dengan rapi. Bahkan tulisannya sering kali lebih bagus dari banyak orang yang memiliki tangan lengkap. Gaji yang ia terima sebagai guru honorer pun jauh dari kata layak. Fisiknya terbatas. Namun semangatnya melampaui segalanya. Ia tidak pernah mengeluh.