Tuduhan-tuduhanmu, seolah percayamu sudah sepenuhnya pergi. “Siapa yang kamu maksud? Kamu nuduh aku punya 'cewek'?” Mungkin bila lidahnya tidak kelu, atau tenggorokan yang tercekat tidak menghalangi kaul kaul menderu, sudah beribu tanya menguar tidak terkendali. @lmperfeksi
Penggaris dalam genggam diletak pada sisi meja, sedang kini meregangkan otot-otot yang kaku. “Kak, udah selesai.” Segala tugas-tugas dan pekerjaan, maksudnya. Jenjang tungkai menjejak tapak, mendekati sosok yang selama ini tak pernah minggat dari hati dan kepala. ...
Hingga kuasa yang menahan raga dilepas tanpa tapi, dialih untuk usak kepala sendiri. Frustasi. Sebab memahamimu bukanlah hal yang bisa ia kuasai hanya dengan saling lempar tatap saja. Peduli setan dengan dalihmu tentang kesibukan, egonya diutamakan. …
kegiatan dari pagi hingga kini, bagian mana-mananya yang bisa mengundang marah. Mungkin sampai panas mendidih kepalanya, memikirkan asumsi tanpa capaikan konklusi. “Jawab, Kak Awang.” @lmperfeksi
menyalahkan diri, hingga salahkan dinding yang tergeletak miring di atas permukaan tembok pula. “Kamu marah?” Sanggar mendedah tanya, berbarengan dengan kini menarik lenganmu, sedikit beri paksaan agar dapat menghadap ke arahnya. “Aku buat salah?” Dan mengilas balik serumpun ...
Hening. Sedari hadirnya ia pada ruang ini 'pun, hening. Nihil jawaban ataupun balasan dari yang tercinta. Mungkin sedang tidak dalam suasana hati yang baik-baik saja—? Ia menghapus jarak tersisa, menepuk pundakmu dengan pelan, ...