@Membcsuh ͏
͏
WHATSAPP petite rose.
: jadi.. gak mau weekend sama
aku?
: apa aku yang di sana aja?
: kamu ga kaya kriminal kok
: emang cantik aja mau gimana
͏
͏
@Membcsuh ͏
͏
WHATSAPP petite rose.
: dikejar-kejar salesnya ya
: panik dikit ga masalah
: udah sayang
: maaf tadi langsungan biar
cepet nyampe
: mau aku jemput ke sini?
: weekend lumayan lama nih
͏
͏
ㅤ
KAMIS, 28 MEI 2026.
📍 JAKARTA.
Malam ini ditutup dengan makan malam di mobil sambil yapping tentang ini itu. Pas mau pulang, mukanya ditekuk kayak kucing gak dikasih makan.
ㅤ
@Membcsuh ͏
͏
Penuh mulutnya dijejal langsung dengan dimsum sialan satu itu, buat Ibra langsung ajukan ribu ekspresi demi menjawab puannya nonverbal. Kuasanya diangkat, beri isyarat dengan gelengan untuk menjawab entah satu, atau semua pertanyaan yang diberikan.
͏
͏
@Membcsuh ͏
͏
"Hah,"
Tatap bergulir ke kuasa Suri, menyadari makanan yang dipegangnya sempat buat diri sedikit linglung. "Kirain mah suapin si dubai—" terputus kalimatnya saat mulut dipenuhi hidangan dari puan sayangnya.
͏
͏
@Membcsuh ͏
͏
Netra mengerjap, pula berkerut dahinya sejenak. "Sumpah, seberantakan apa itu kamu mau nyuapin aku begituan.."
Namun, di tengah keramaian yang buatnya kembali hentikan kemudi, Ibra justru menoleh. Mulut terbuka, menanti hisapannya.
͏
͏
@Membcsuh ͏
͏
Sebelah lengan melingkar sejenak di pinggang ramping puannya, masih dengan tatap yang sama; sukaria dalam sunyinya. Jemala mengangguk, sebelum Ia kembali putar atensi pada kepadatan di hadapnya.
"Rame, tuh, muter-muter jauh dong sampai jajannya banyak gini?"
͏
͏
@Membcsuh ͏
͏
Tak sempat Ibra biarkan jendela melebar, jemarinya cepat sambar akses pintu demi kehadiran puannya di sisi. Senyum tipis menghias durja, dengan netra yang kian melekat pada paras Suri.
"Seneng banget kamu kayanya?"
͏
͏
@Membcsuh ͏
͏
WHATSAPP petite rose.
: nih muter aja daritadi gak
bisa berhenti
: yaudah ke arah yang toko
toko emas aja
: aku belokin ke situ sekalian
nanti keluar
͏
͏