ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
ALLAH
Siang-siang yang awalnya mata ngantuk langsung menyala terang benderang.
Anak 10 tahun, demam tinggi batuk pilek sejak 3 hari, gak bisa napas lewat hidung, bisanya cuma lewat mulut, suaranya juga hilang, kalau bicara gak ada suaranya.
Ku tengok dari meja IGD, udah nampak tuh facies difteri, bullneck kiri kanan, pas dibuka mulutnya bener aja… Tonsil T4-T4, beslag (+) kiri kanan
Dalam hati menyebut nama hewan karena tau bentar lagi pasiennya bisa jatuh ke gawat napas karena obstruksi jalan napas atas dan gak mungkin pasang tracheostomy di RS mini ini 😵💫
Selagi pasien KU masih alert ya, compos mentis harus dirujuk se fast mungkin…. Untung punya ordal kakak aing yang lagi PPDS pediatri di RS Tipe A, pas stase infeksi dan jaganya PICU lagi 😮💨
Dulu aku pikir kalau jadi orang baik, semua orang pasti suka.
Ternyata nggak.
Semakin dewasa, semakin sadar:
bahkan ketika kamu sudah berusaha ngomong baik, bersikap benar, dan nggak nyakitin siapa-siapa…
tetap akan ada yang salah paham.
Tetap ada yang nggak suka.
Dan itu bukan selalu karena kamu kurang baik.
Kadang memang:
kamu nggak cocok dengan ekspektasi mereka.
Dan itu normal.
Capek kalau hidup terus dipakai untuk mengejar validasi semua orang.
Karena semakin kamu mencoba menyenangkan semua orang,
semakin kamu kehilangan diri sendiri.
Akhirnya aku belajar:
nggak semua opini harus dijadikan beban.
Nggak semua penolakan harus diperbaiki.
Nggak semua orang harus mengerti kita.
Kadang kedewasaan itu sesederhana:
tetap jadi diri sendiri tanpa sibuk menjelaskan diri ke semua orang.