Tidak pernah Masjidil Aqsha tak melaksanakan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri selama 59 tahun ke belakang. Kecuali hari ini.
Dan, kita semuanya berdiam diri.
Ternyata saya baru sadar bahwa MBG itu program filantropi paling mulia abad ini.
Pengelolanya tidak mengambil keuntungan, bahkan setiap harinya melakukan kontribusi sosial dengan menambah menu bergizi lain di luar anggaan yg ditetapkan hingga 2-5 kali lipatnya demi pemenuhan standar gizi sesuai pedoman dari WHO, UNICEF dan UNESCO dengan mengutamaan kearifan pangan lokal. Semua pangan berasal dari pemberdayaan ekonomi lokal, bukan industri besar. Sehingga perputaran ekonomi begitu terasa dampaknya.
Yayasan βpenaungβ SPPG setiap harinya melakukan rapat strategis untuk selalu mencarikan ide dan program charity baru untuk mengoptimalkan layanan MBG dan SPPG. Jadi, jika selama ini ada rumor bahwa MBG adalah program bisnis dan politik, sungguh keliru dan tidak sesuai fakta.
Oleh sebabnya, karyawan dapur SPPG dipanggil dengan sebutan relawan. Mereka dengan rela hati bekerja selama 24 jam penuh tanpa dibayar demi terhidangnya makanan bergizi setiap harinya. Gaji yg diberi diberikan tidak diterima. Malah dikumpulkan kembali untuk disalurkan untuk program sosial lain seperti pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil dan lain-lain. Iming-iming pengangkatan sebagai abdi negara P3K ditolak dan bakan diberikan βjatahβ-nya kepada para guru honorer di kawasan layanan SPPG di sekitarnya. Sungguh mereka adalah patriot bangsa yg berhak mendapatkan Bintang Mahaputra.
Program MBG dari Badan Gizi Nasional wajib menjadi inspirasi seluruh negara jika ingin menyusul Indonesia sebagai negara maju dan adidaya yg kualitas SDM melaui sistem pendidikannya saat ini terbaik dan tak terkalahkan selama kurun waktu 8 dekade terakhir.
*batal weh puasa aing ajig da ngarahul kabina-binaβ¦
Ketika banyak orang mengejar status sosial dgn jalan pintas (beli gelar, mengubah aturan, nepotisme), terbitnya kembali Para Priyayi karya Umar Kayam menjadi pengingat.
Selamat membongkar dunia Para Priyayi; kemunafikan, nilai, harapan2 yg harus terus kita rawat.
"Selama mayoritas penduduk yg sudah dan akan memiliki hak pilih sebuah negeri itu bodoh, selama itu pula kekuasaan hanya berpindah tangan dari keparat kepada bangsat." -Socrates
Teddy: "Kalau punya pengaruh gunakan dengan bijak. Jangan menggiring-giring seolah pemerintah tidak kerja"
Prabowo: "Kita mampu. Kita kuat!"
Gw: Pemimpin Cupu di Kala Bencana
Innalillahi wa inna ilaihi rajiβun.
Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.
Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta.
Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat.
Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen.
Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik.
Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita.
Devastating news about Diogo Jota & his brother Andre this morning.
Thoughts are with everyone of their family & friends, especially his wife Rute & their three lovely kids π