@kudanielbintik iya lagi kak😭 apalagi milkita sempet ngepush orang-orang bikin artikel, pake sayembara hadiah 2 juta dolar
tapi abis itu, menguap begitu saja. kaya ga ada hype dan semangat pengguna nulis artikel lagi
cowok-cowok yang kalo ngobrol atau bercanda dikit-dikit objektifikasi perempuan atau mesum tuh nggak lucu pak
kok bisa di acara formal becandaannya "kebetulan yang hadir para pria senior, ketika denger kata remaja, langsung melek"
@chawbeyyi@pistahsyo terakhir aku makan 50-60ribuan gitu kak. tapi porsinya generous kok, bukan yang seitek-seitek
buat aku yang itungannya big eater, porsinya pas
memperkuat fondasi dalam menyambut senin pagi yang akan diisi meeting back to back
gw di kota bayarnya nggak pake dolar. tapi harga sarapan ini lebih mahal dari bulan lalu
giving my two cents: menurut gw raditya dika bisa punya prinsip gitu karena dia udah di fase hidup ketika kebutuhan dasarnya aman dan uang bukan lagi sumber stres utama
kalo udah financial freedom, fokus hidup geser dari uang ke waktu. gimana menikmati hidup dan menciptakan memori/kenangan baik dengan keluarga/orang tersayang
sementara banyak yang masih fokus untuk survive, jadi susah buat bener-bener 'nggak peduli urusan luar' karena hidupnya masih dipengaruhin aneka faktor eksternal. misalnya kondisi kerja, ekonomi, relasi, dll
Ternyata kalau gue baca-baca, omongan Raditya Dika tentang 'gue gamau tau urusan orang lain dan gue gamau orang lain tau urusan gue’ adalah bentuk personal boundaries yang sehat. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga kesehatan mental.
Penelitian ini menjelaskan bahwa menjaga privasi (tidak over-sharing dan tidak terlalu ikut campur urusan orang) memberikan manfaat psikologis besar yaitu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa otonomi, kontrol atas diri sendiri, memperkuat identitas diri, dan memperbaiki hubungan interpersonal.
Selain itu, adanya privasi juga membantu seseorang merasa aman secara emosional karena tidak ada tekanan untuk “perform” atau dibanding-bandingkan.
Penelitian lain mengatakan bahwa semakin sadar seseorang terhadap batas pribadinya, semakin tinggi juga kualitas hidupnya.
Dengan menjaga privasi dan batas pribadi, kita berusaha melindungi kesehatan mental, menghemat energi, dan hidup lebih damai.
Penelitian terutama pasca-pandemi dan era media sosial semakin menguatkan bahwa “minding your own business” adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesejahteraan jiwa di dunia yang hyper-connected ini.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
1. The Psychological Benefits of Keeping Your Life Private