Belajar seolah-olah kita menyiapkan materi itu untuk mengajarkan itu ke orang lain.
Jadi mindsetnya bukan bertujuan agar kita mengerti materinya, tapi orang lain mengerti materinya.
grafiknya gaji ini model Right-Skewed Distribution atau miring ke Kanan
artinya apa?
1. titik tertinggi ada di sisi kiri (MODUS data). ini menunjukkan bahwa nilai gaji yang paling banyak dimiliki oleh orang-orang kebanyakan (frekuensi tertinggi) adalah gaji dengan angka kecil, bahasa bayi: banyakan orang miskin melintir-nya
2. grafik ber'ekor' memanjang ke arah kanan menunjukkan ada segelintir orang yang gajinya sangat tinggi (kaum sultan/konglomerat tajir melintir). iya, orangnya sedikit, tapi nilai gaji mereka sangat besar
kalo ngomongin kesejahteraan rakyat, nilai rata-rata (MEAN) bisa sangat menyesatkan. sangat sangat
liat grafiknya lagi deh,
MODUS < MEAN < MEDIAN
rata-rata (MEAN) 'kekerek' naik. rata-rata ditarik ke kanan oleh segelintir orang yang gajinya sangat gokil. ya karena ngitung rata-rata tuh cuma menjumlahkan semua gaji trus dibagi jumlah orang, artinya gaji 1 orang miliarder bisa 'nutupin' data ribuan orang bergaji under UMR 😔
cara cek kesenjangan sosial:
jarak yang jauh antara MODUS (gaji paling umum) dan MEAN (gaji rata-rata) menunjukkan tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi
jadi parameter mana yang "jujur"? → MEDIAN
kenapa?
kalo pengen liay gambaran asli kondisi masyarakat, MEDIAN (nilai tengah) adalah indikator yang lebih jujur daripada MEAN.
MEDIAN ngebagi populasi menjadi dua: 50% penduduk bergaji di bawah angka tersebut, dan 50% di atasnya
kalo teman-teman bingung, liat lagi grafiknya yuk
di grafik itu, MEDIAN berada jauh di sebelah kiri MEAN. artinya, lebih dari setengah penduduk Indonesia sebenarnya memiliki gaji di bawah angka "rata-rata" yang sering dipublikasikan terutama dipublikasikan oleh instansi-instansi sejenis si bapusstat ini.
nder pesanku:
pelajari jam analog
ga terlalu sulit, dan akan berguna
misal lagi ujian, ga boleh bawa hape/smartwatch, nanti jadi susah sendiri ga bisa baca jam dinding yg analog
oh iya, bisa baca jam analog bikin km ngerti 'time sense', lebih peka sama waktu, bisa ngira2 harus berangkat jam berapa biar ga telat, bisa kesetel 'alarm biologis' juga lama-lama, 'sense' ini ga bakal ditemui di jam digital 😊
ini ujungnya nanti kamu punya manajemen waktu yang lebih baik
sama bisa juga loh. ngasah sense matematika kamu terutama pecahan atau persen atau bagian,
'oh 9 kurang ¼',
'ih ½ jam lagi jam 8 nih',
'oaaalaaa ¾jam lagi berangkat ya', dll
intinya bisa baca jam analog tu termasuknya basic life skill yang ga pernah basi, di tongkrongan juga ga akwkwwkward, di dunia profesional nanti kelak juga bakal ngebantu kamu banget nder, lucu aja kalo cuma liat jam harus ngeluarin hape, padahal di cafe aja jam, temen kamu padahal make jam tangan, tapi kamu kesulitan bacanya 🥲
kalo kesulitan aku bisa ajarin dengan senang hati nder! 😉
aku coba jawab serius ya
ini namanya TELEPON U(ntuk)M(emfasilitasi ka)U(m)M(iskin)
telepon umum difasilitasi sama telkom karena dulu jaringan telepon masih banyak menggunakan landline, pakai kabel yang dalemnya tembaga, sinyal analog, bukan sinyal digital kayak hape, atau landline yg sekarang2 ini, pake serat optic fiber
dengan alat itu kami bisa nelpon dengan tarif Rp100,- untuk ngobrol 3 menitan, dengan masukin koin 100an ke token di dalemnya, tapi ke telepon rumah¹ ya, kalo nelpon ke nomer hape nanti jadi lebih mahal, oh! sama kalau nelp interlokal juga mahal deng, interlokal tu kalo kita di jkt (021) nelp ke temen di bandung (022) misal, beda kota gitu. tapi sekarang istilah interlokal dah obsolete karena operator ada sepakat untuk satu tarif, jadi lebih murah
telepon umum selain pake koin (uang logam) juga bisa pake kartu telepon, dia ada pake kayak teknologi magnetic chip gitu, ukurannya segede kartu sim, tapi tipis keplek2, tiap abis nelpon ntar kartunya dibolongin, kalo tojrosannya udah banyak artinya 'pulsanya' dah mau abis, tapi unit telepon umum kartu ini terbatas banget ga sebanyak telp umum koin
¹telepon rumah ini teleponnya orang-orang kaya, mereka ga harus panas2an ujan2an atau antre (haha iya telepon umum bisa antre kok, terutama pas malming 💕 kalo dipikir aneh juga ya masa nelp doangan harus antre) intinya ga harus keluar rumah untuk bisa nelpon
😊
Buat bbrp kegiatan/pekerjaan yg butuh akurasi audio, wired earphone masih oke, no latency, no charge2, dan minim resiko 'orphan' device.
Tapi di kegiatan lain kayak sport atau driving, wireless earphone yg biasanya diandalkan. latency ga jadi masalah, asal ga ganggu mobilitas.
Inget, kehidupan kampus itu kehidupan baru, kita bakalan jadi orang baru di sana, belajar situasi dulu dan jangan ceroboh dalam bertingkah laku dan bertutur kata.