apply loker → isi data panjang 😭
online test → belajar lagi 😭
FGD/LGD → muter otak 😭
interview → riset & latihan 😭
MCU → puasa, jarum, buka pakaian 😭
dan itu semua berlaku untuk SEMUA loker… sekarang bayangin kalau apply-nya ratusan…
JYUJYUR HAYATI LELAH🙂🙂🙂
*tapi akan tetap kulanjutkan apply-apply brutal itu…
Kita ngalamin yang namanya Inflasi Pendidikan.
Gelar S1 zaman now itu nilainya udah setara sama ijazah SMA zaman dulu karena hampir semua orang bisa kuliah.
Efeknya, HRD jadi kebingungan ngefilter lautan sarjana ini. Solusinya? Mereka nyiptain rintangan ala Ninja Warrior atau Hunger Games (Online Test berlapis, FGD/LGD, presentasi kasus, psikotes berjam-jam).
Proses ribet itu berevolusi bukan karena kerjaannya butuh skill yang bagus, tapi semata-mata buat nge-eliminasi ribuan kandidat dengan cepet aja. 🤓
Supply and Demand buat lapangan pekerjaan disini juga jomplang banget cik. Supply tenaga kerja di Indo kata GIBRAN membludak ruah, sedangkan lapangan kerjanya seret.
Dampaknya? Karena tahu yang butuh kerja itu ada jutaan orang, perusahaan seenaknya melempar beban biaya penyeleksian ke pelamar. 👹
Kalo dibandingin di US atau di Eropa mah proses rekrutmen rata-rata straight to the point. Kirim CV/Resume - Screening (via telepon) - Interview (1 atau 2 kali sama user/manager) - Offering.
Tes aneh-aneh berjam-jam atau MCU sampai disuruh puasa dan bugil itu jatuhnya red flag dan bisa kena tuntutan pelanggaran privasi malahan di US/Eropa. KECUALI lu daftar masuk militer, kerja di lab berbahaya, atau buruh fisik berat.
Di Indo? Daftar staf admin entry level aja MCU-nya kayak mau dikirim dinas ke daerah konflik 💀
mark my words: selama masih ada orang-orang yang harga dirinya bisa dibeli semurah ini, this country will never go anywhere. presiden dan kroni-kroninya itu masih sangat mungkin menang lagi di 2029.
Not participating in local culture? Bad
Participating in local culture? Bad
Rightoids are comically evil they just want to exterminate ppl that doesn’t fit their “aesthetic sense”. There’s no other perfect example of a villain irl than them lol.
the reason why Palestine isn’t being seen anymore is because there’s barely any journalists left. Lebanon is going through a severe escalation. Palestine is still going through a genocide. 150k people were killed in Sudan. People in congo are being killed. Don’t stop talking.
#intinyadeh aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) long march menuju Bundaran HI, dihadang polisi di sekitar GI sampe sempet terjadi kontak fisik dorong2an.
Diblokade jg di depan UOB. Diarahin ke patung kuda.
Tuntutan:
- Turunkan harga
- Ciptakan lapangan kerja
- Hentikan MBG
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
emg ya pendukungnya prabowo tuh SUPER DUPER MAHADAHSYAT TOLOLNYA, maksud lu ape jink nyamain mbg sm fasilitas sarapan gratis yg dikasi ugm ke mahasiswanya tolol? itu duit jg bukan dr pemerintah, BUKAN MOTONG ANGGARAN PENDIDIKAN N KESEHATAN, kuliah gasih lu sompa?
Dad asked me "nikah targetnya kapan" bc my friend holds a wedding tmr. I proceed to say "not interested tbh maybe never" and he was super baffled. The rest of the drive was him lecturing me ab how difficult itd be when im old and alone
tolong berhenti untuk stres. ingat, kamu punya hati yang baik, vibes yang manis, dan jiwa yang tulus. percayalah, semesta akan berpihak sama kamu dan semua bakal baik-baik aja.
😔 Stay safe to every women who is going through a divorce 🙏
Hari ini tadi, di Ngaliyan, Semarang, ada perempuan lagi ambil rapor anaknya ke sekolah. Dia didatangi dan dikejar suaminya terus ditikam. Korban dan pelaku sudah gak tinggal serumah, udah ±2 bulanan. Kabarnya korban juga sudah gugat cerai dan proses perceraian udah berjalan.
Sekali lagi: stay safe, women...😔
petugas um! nama mahasiswa yang berpulang aja ga inget? maksud gue itu berita ga nyebar ke telinga lu kah atau ada tindak lanjut penghapusan nama tersebut yang udah terdaftar di sistem?
Kayaknya, demo sambil bawa peralatan dapur ini paling tepat guna. Selain bikin yel-yel jadi lebih variatif, jadi banyak yang merhatiin.
Dan jujur ya, para emak-emak ini jalan kakinya cepat banget!