kecilnya itu. “Look, Kirei. Your Papa looks like a puppy after I gave him a treat.” gumamnya main-main, bangkit dari duduknya dan meletakkan Kirei di atas sofa.
“Aku ganti baju dulu. And you should too, okay?” ujar pada @Nortrous dengan jemari yang menunjuk ke arah kenaannya.
Sebab Malakai adalah makhluk petualang, bisa menemukannya di sini saja sudah menjadi bukti. Maka ia mengangguk saja dengan seluruh destinasi yang akan mereka datangi.
“Okay, tonight... We can go tonight.” ujar Reign yang hanya bisa menggeleng melihat Malakai dan selebrasi
“But... That's good, though. Let's go to the festival, shall we?” final, tangannya menyisir surai kelabu @Nortrous yang mulai memanjang itu dengan senyum sama antusiasnya.
Namun dengan serigala ini, banyak tempat yang telah ia datangi.
“Wow, wow... Easy there, Wolfie. Emangnya waktunya cukup kalau kita datangin semua, in one night?” tentu mereka memiliki waktu yang panjang sebab Reign adalah makhluk abadi. Yang jadi masalah adalah sinar matahari!
yang cemburu, terbukti dengan pinggangnya yang dipeluk erat. “Mm, yuk. Where do you want to go?” tanyanya, membelai kelabu milik @Nortrous bergantian dengan tatap yang penasaran.
Mungkin pernah, namun ingatan manusianya entah mengapa semakin hari terasa samar-samar bagai bayangan yang terlintas sejenak di kepala.
“Tuh, Kirei also sulky cause Papa Kai gone for too long.” bulu-bulu kelabu halus itu ia belai lembut dan tentu saja ada makhluk berbulu lainnya
“Aku cuma bisa ngintip dari dalam, she's so you.” terdengar seperti keluhan, namun senyum begitu cerah. Kucing kecil mereka datang dan memberi warna baru di kastil tua ini.
“Ah! There she is! Kirei, here! Come here!” tangan menepuk paha @Nortrous, meminta Kirei naik ke pangkuan.
tubuh hangat yang kontras dengan miliknya yang dingin.
“Shut it, Wolfie! I won't tell you!” dada itu dipukulnya main-main, Reign mengalihkan pandangan dan merasa mungkin kembali bersandar pada di tempat yang dipukulnya tadi lebih baik. “I do, but she likes to go outside at day!”