Meski pasar terapung di Pontianak tak sesemarak di Banjarmasin atau Palembang, namun pasar-pasar tumbuh di sepanjang aliran Kapuas dan anak-anaknya. Ini menjadikan sungai tak ubahnya jalan raya, termasuk bagi pedagang yang perlu berkeliling semacam peniaga makanan tsb.
Warung terapung di sungai Kapuas, Pontianak, penghujung 1940-an.
Berperahu, sang peniaga sigap menjajakan dagangan, sedari nasi bungkus, kueh mueh, hingga kopi yang dijerang panas. Dari arsip Tropenmuseum.