Nilai-nilai seperti kedisiplinan, ihsan, dan kesungguhan dalam bekerja pada hakikatnya adalah esensi ajaran Islam, meski di Tiongkok nilai-nilai tersebut justru dipraktikkan oleh masyarakat yang mayoritas non-Muslim. Sebaliknya, di Indonesia kita menyaksikan jumlah pemeluk Islam yang sangat besar, namun pengamalan nilainya kerap kali masih minim. Fenomena tragis seperti penjarahan muatan truk yang mengalami musibah menjadi cermin retaknya kepekaan empati dan akhlak kita.
Kita kerap mengeluhkan bahwa keburukan selalu merembes dari atas, selayaknya ungkapan bahwa "ikan busuk mulai dari kepalanya". Namun, kita jarang menyadari bahwa kebaikan pun mampu melakukan perembesan kapiler (kapilarisasi) bergerak merambat dan menguat dari bawah ke atas.
Lantas, kapan perbaikan ini akan kita mulai kalau bukan dari diri sendiri, dan kalau bukan dari sekarang?
Kapan kita mulai tanam pohon?
#QS Hud: 3
"Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan."
Perbanyak #istighfar
Doa Untuk Saudara Kita di Kalimantan
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
اللَّهُمَّ أْجُرْهُمْ فِي مُصِيبَتِهِمْ وَأَخْلِفْ لَهُمْ خَيْرًا مِنْهَا
(Allāhumma’jurhum fī muṣībatihim wa akhlif lahum khairan minhā)
Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka, dan gantikanlah untuk mereka yang lebih baik darinya.
#PrayForKalimantan #Karhutla
Mengapa Dia Gatal Flexing?
Ternyata Ini Sebabnya...
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
"Jika engkau ingin mengetahui dari mana seseorang memperoleh hartanya, lihatlah untuk apa dia membelanjakannya. Sebab, harta yang buruk tidak akan dibelanjakan melainkan untuk hal yang berlebih-lebihan."
(Bahjat al-Majalis, hlm. 39)
Harta yang diraih dengan cara yang tidak halal sering kali tidak membawa keberkahan, melainkan hanya habis untuk hura-hura dan pola hidup konsumtif.
#SelfReminder #NasihatUlama #Hikmah #PengingatDiri #TxtFaidah
Ketika Dosa Terasa "Baik-Baik Saja"
Ibnu al-Jawzi رحمه الله berkata:
“Ketahuilah, di antara musibah yang paling besar adalah merasa aman setelah berbuat dosa, karena hukuman bisa saja ditangguhkan.”
(Saydil Khatir, hlm. 246)
Merasa tenang setelah bermaksiat bukan tanda Allah memaklumi, melainkan peringatan keras agar kita tidak tertipu oleh penangguhan-Nya. Segera bertobat sebelum kesempatan itu ditutup.
#SelfReminder #NasihatUlama #TxtFaidah #PengingatDiri #Hikmah
@txtfaidah اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
"Ya Allah, tolonglah aku agar selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu."
Imho: Malu itu mencuri, korupsi, dan maksiat pada Allah lainnya.
Jawaban AI tidak boleh sepenuhnya diambil. Bahkan jawaban pertanyaan saya sebelumnya pun tidak srek. Hanya tidak ada waktu utk foll up
AI itu menurut saya tak lebih difungsikan hanya aplikasi kitab dan asisten pencari, dan penghemat waktu saja.
Jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada pertanyaan pengarahnya.
Sekali lagi: otoritas tetap pada ulama
Wallahu a'lam bishowab
Saya mulai menabung, bukan untuk saya, tapi untuk dana darurat dari teman atau handai taulan. Yang tidak bisa dihindari pasti punya hajat kepada kita. Terinspirasi dari surat Al ma'un..
Para ulama menjelaskan al-mā‘ūn antara lain sebagai barang-barang kecil yang biasanya dipinjamkan, seperti bejana, ember, kapak, dan semisalnya. Ada juga penafsiran yang lebih luas, yaitu segala bentuk bantuan atau kebaikan yang ringan
Tapi sepertinya bisa jadi alasan atau alibi, aduh maaf dananya adanya cuma 500rb, atau bln pada balik ini cuma 100rb dan diplomasi sejenis... Kan lebih enak didengar daripada bilang aduh lagi ga ada uang (padahal alhmdulillah selalu ada, cuma alokasi beda)
Menurutmu gmn friends?