ASEAN merupakan kawasan strategis yang memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan dunia. ASEAN juga memiliki sejumlah kekuatan yang menjadi aset penting seperti pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata dunia, demografi usia muda yang besar, dan stabilitas kawasan yang selalu terjaga.
Saya menyampaikan hal ini pada acara ABAC ASEAN Caucus Day yang digelar di Hotel Four Seasons, San Francisco, Amerika Serikat, hari Rabu waktu setempat. Pada kesempatan itu saya menyambut baik terbentuknya ASEAN Caucus untuk memperkuat sentralitas ASEAN dalam APEC Business Advisory Council.
Seorang pemerhati politik mengatakan bahwa pemilu 2024 ini sangat unik. Ada 3 king maker yg punya kepentingan berbeda. King maker pertama, berjuang demi bisnisnya, king maker ke dua berjuang demi kejayaan partainya. Hanya king maker terakhir yg berjuang demi bangsa dan negaranya.
Pertemuan bilateral dengan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein di sela-sela KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam di Riyadh, kemarin. Pada kesempatan itu saya menyampaikan dukungan atas kepemimpinan Raja Yordania dalam upaya mewujudkan perdamaian menuju Palestina merdeka.
Indonesia dan Yordania memiliki posisi yang sama dalam perjuangkan kemerdekaan Palestina berdasarkan solusi dua negara. Yordania merupakan custodian situs suci agama Islam dan Kristen di Yerusalem, dan Indonesia merupakan salah satu co-sponsor Resolusi Majelis Umum PBB yang disahkan 27 Oktober lalu di New York.
This is not in Bali.
This is in Rishikesh, India.
ye yatha man prapadyante tams tathaiva bhajamyaham
mama vartmanuvartante manusyah partha sarvasah(IV.11)
All who in whatever way surrender unto Me, I reward them accordingly. All mankind follows My path O Arjuna, in all respects.
Accompanied President @Jokowi at the @OIC_OCI Extraordinary Islamic Summit in Riyadh (11/11). Indonesia stressed that the OIC must produce concrete results to immediately end Israel’s brutality in #Gaza.
OIC must be united & be at the forefront.
Dalam satu bulan ini telah terjadi kekejaman di Palestina dan dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun yang mampu hentikan kekejaman di tanah Palestina.
Di hadapan pemimpin negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) saya menyerukan agar OKI bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina. KTT Luar Biasa OKI yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, ini sangat tepat untuk dilakukan, tetapi lebih penting lagi bahwa OKI harus mampu menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.
Untuk itu, ada empat hal yang mendesak untuk dilaksanakan. Pertama, gencatan senjata segera dilakukan. Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah menggunakan narasi self defense dan terus melakukan pembunuhan rakyat sipil.
Kedua, bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya, lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan. Situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatikan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar.
Ketiga, OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan. Dan keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara.
Usai menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Riyadh, saya meninggalkan Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Khalid pagi ini waktu setempat menuju Amerika Serikat.
KTT Luar Biasa OKI telah menghasilkan resolusi yang berisi 31 keputusan dengan pesan-pesan yang sangat kuat dan sangat keras. Resolusi tersebut juga menunjukkan kesatuan posisi OKI terhadap situasi Gaza yang sangat memprihatinkan.
Dalam kesempatan menyampaikan sambutan di KTT sebelumnya, saya meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Joe Biden yang rencananya saya temui dalam lawatan kenegaraan ke Amerika Serikat ini.
#Thread
STRATEGI CERDAS UNTUK INDONESIA EMAS
Sembilan tahun dipimpin oleh Pak Jokowi ternyata rakyat nusantara belum juga mampu membaca setiap gerakan cantik yang dibuatnya. Grand strateginya membawa Indonesia emas tahun 2045 dengan menyiapkan infrastruktur yg baik agar mampu memanfaatkan bonus demografi tentunya bisa dirasakan.
Tetapi taktiknya yang nyaris tak terbaca, sama seperti kita masyarakat awan disuruh baca morse jaman pramuka, hanya bisa menduga lalu berhalusinasi membangun cerita seakan lebih tahu dari apa yg dipikirkan seorang Jokowi.
Bahkan kawan dan lawan politiknya serta para pengamatpun dipecundangi tanpa mempermalukan mereka yang memang sudah kehilangan rasa malunya. Hannya sepak terjangnya menghabisi lawannya begitu nyata. Seperti politisi senior PDIP Panda Nababan katakan kalau suharto menghabisi lawannya melalui tangan beberapa jendral sehingga sering para jendral tersebut berebut posisi agar dianggap paling dekat dengan Soeharto, tetapi Jokowi tdk perlu orang lain menyingkirkannya. Dia lakukan sendiri - ya sendiri.
Mungkin kita sudah mulai lupa bagaimana Jokowi meniadakan kehadiran Sang Wapres periode pertama dengan membuang orang - orang disekitarnya sebut saja Sudirman Said, Anis Baswedan. Lalu mengirin Setia Novanto ke hotel Prodeo disaat menjadi Ketua DPR, membuang kerewelan Rizal Ramli dari kabinet, mencopot Gatot Nurmantyo dari panglima hingga tenggelam sampai sejarang, menghabisi mafia minyak dg membubarkan Petral, memberangus HTI, FPI dan kelompok radikal lainnya, bahkan yang lebih dahsyat lagi merebut kembali kekayaan tanah air kita dari tangan asing : Freeport, Blok Mahakam, New Mont Nusatenggara. Jokowi bukanlah presiden hanya mampu omong doang, dia mampu menghadapi tekanan China, Eropa dan AS juga lembaga seperti WTO dan IMF.
Namun sebelum berhadapan, dia siapkan dulu infra dan supra strukturnya. Ketika dia bangun pangkalan militer di Natuna, membangun bandara di Mianggas dan Anambas, membangun jalan di papua, memperbaiki seluruh pintu masuk perbatasan menjadi lebih bagus dari negeri tetangga, banyak orang mempertanyakan. Untuk apa bangun bandara di Mianggas dan Anambas, bahkan kawan politiknya mentertawakan dengan sombong, dia lupa kalau Jokowi sedang menyiapkan infrastruktur agar kalau benar terjadi perang terbuka antara China dan AS, Indonesia tidak mati jadi pelanduk ditengah - tengahnya. Bila diperlukan kedua bandara tersebut dapat difungsikan seperti kapal induk menjaga wilayah Indonesia di utara dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Makassar, dan Mianggas mengeliminir serangan dari selatan dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Madiun.
Daripada membeli kapal induk bekas yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, seperti kesalahan yang dilakukan Thailand dan India punya kapal induk tetapi tidak mampu mengoperasikan secara maksimal.
Lalu untuk apa jalan jalan di Papua membelah hutan belantara, memudahkan mobilitas alutsista kita menyekat pergerakan KKB yang dapat bantuan dari berbagai negara. Ciamik bukan, makanya AS gigit jari. Apalagi Papua di pecah-pecah lagi menjadi sekian provinsi, ini akan melemahkan KKB. Apakah itu sudah cukup, belum. Suara nyinyir dari negara negara seupil hidung di pasifik dirangkul dan dielus oleh Jokowi, mereka didatangi di undang dalam konfrensi negara kepulauan, apa yang bisa kita lihat, eh dua negara yg dulu vokal menyuarakan kemerdekaan Papua Barat kini malah memuji Indonesia di PBB, ingat apa yang diucapkan Solomon dan Timor Leste dalam sidang PBB lalu?. Kini tinggal tunggu suara Vanuatu, Fiji dan negara sebesar biji gandum lainnya. Jokowi kok dilawan.
1/3