Cerita ‘Horor’ Kedokteran
Cacing ‘Sharing’ Kanker dengan Manusia
Jadi awalnya, seorang laki-laki,
umur 41 tahun, dengan HIV,
ditemukan terdapat tumor pada paru pada pemerikaan rontgen dan CT-scan dada
Abis itu dicek kan tuh, untuk cari tahu sebenernya ini tumornya apa sih, supaya bisa segera diobatin
Eh ternyata . . .
Kok selnya kecil-kecil dan gak biasa (sekitar 10 kali lebih kecil dari ukuran sel manusia pada umumnya), beda sama sel manusia umumnya, tapi
sifatnya kaya kanker karena bisa ‘menyerang’ sel lainnya
Nah kebetulan, pasien ini juga terdapat parasit di ususnya, terbukti dari pemeriksaan feses-nya
Parasit yang ketemu ada 2 antara lain:
-Hymenolepis nana
-Blastocystis hominis
Lanjut lagi ke pembahasan kankernya ya . .
Nah berhubung dokter dan ilmuwannya bingung juga, akhirnya coba deh dicek DNA dan protein di sel kankernya, dan
hasilnya ternyata . . .
-Struktur selnya serupa dengan sel Hymenolepsis nana
-DNA sel kankernya sesuai dengan Hymenolepsis nana
-Sel kankernya ganas dan membelah diri dengan cepat
-Terdapat mutasi pada DNA sel tersebut yang membuat sifat selnya ganas
Kok Bisa Parasit ‘Sharing’ Sel Kanker ke Manusia?
-Kondisi sel imun pasien sangat lemah (HIV dengan CD4 rendah)
-Sel dari parasit Hymenolepsis nana, mengalami mutasi hingga ganas (jarang terjadi)
-Sel kanker dari parasit bisa menyebar ke bagian tubuh lain karena sistem imun tubuh sangat rendah dan tidak bisa ‘melawan balik’
Ending
-Kelenjar getah bening terus membesar, terutama di leher, hingga mencapai diameter 5 cm.
-Pasien mengalami gangguan ginjal, namun menolak hemodialisa (cuci darah)
-Pasien meninggal dunia, 72 jam setelah misteri mengenai penyakitnya terpecahkan
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita Cacing ‘Sharing’ Kanker dengan Manusia
-Kita, termasuk dokter, TIDAK BISA memprediksi sepenuhnya apa yang terjadi di dalam tubuh manusia
-Ilmu kedokteran terus berkembang dan kita akan terus mendapatkan ilmu dan temuan baru
-Kita bisa berusaha, namun tetap TUHAN yang menentukan
Semoga bermanfaat