Lucu terus traumanya apa? REZIM.
Ya Allah kenapa pula aku WNI?! Tapi apapun itu tetap mencintai EXO ENHYPEN meskipun mereka kagak bayarin token listrik gweh!
WN(Lain):
Jarak antara kamu dan mimpimu adalah usaha dan do'amu.
WNI:
Jarak antara kamu dan mimpimu ada pemerintah korup, pajak yang merampok, kemiskinan struktural, ketimpangan literasi, ketimpangan kesempatan antar kelas, kebijakan publik kontra rakyat, usaha, baru do'a.
“Londo ireng” adalah contoh labeling yang sangat jahat.
Istilah itu memberi cap bahwa seseorang adalah antek asing, pengkhianat, atau musuh bangsa, tanpa harus membuktikan tuduhannya.
Ketika label seperti ini terus diulang oleh pemimpin, maka ia bisa berubah menjadi propaganda.
Indonesia punya sejarah panjang soal bahaya labeling.
Setelah 1965, cap PKI dan Gerwani membuat jutaan orang dikategorikan sebagai musuh negara.
Label itu kemudian menjadi pembenaran bagi pembantaian, penahanan, penyiksaan, dan perampasan hak.
Di Talangsari 1989, komunitas pengajian dituduh hendak mendirikan negara Islam.
Tuduhan itu kemudian dipakai untuk membenarkan operasi militer yang menewaskan dan menghilangkan banyak orang.
Pada Mei 1998, warga Tionghoa dijadikan kambing hitam krisis ekonomi.
Sentimen yang sudah lama dibangun terhadap kelompok ini meledak menjadi penjarahan, pembakaran, dan kekerasan seksual.
Di Papua, label separatis juga sering diperluas sampai aktivis, demonstran, dan warga sipil ikut terseret.
Dan banyak contoh lainnya.
Karena itu, ucapan pemimpin tidak pernah sekadar retorika.
Ketika kekuasaan memberi label kepada kelompok tertentu sebagai musuh, sejarah menunjukkan bahwa label itu bisa menjadi pintu masuk bagi diskriminasi dan kekerasan.
Prabowo harus menarik ucapan tersebut dan meminta maaf.
Pemimpin negara seharusnya menyatukan warga, bukan menanamkan stigma terhadap kelompok tertentu.
Rezim ini akan dikenang sebagai periode terkonyol yang akan jadi bahan becandaan di masa depan.
Tapi warga yg sekarang ngejalaninya ini loh udah pada mau gila aja rasanya.
Universitas Republik Indonesia ini mindblowing banget :
- belum dikaji sama DPR (komisi X)
- dipimpin sama pensiunan TNI
- gak dikelola sama kemendikti
- belum ada gedung universitasnya
- akan dibangun di bekas lahan sawit
Yang terakhir akan dibangun dibekas lahan sawit.
SEKALI LAGI
AKAN DIBANGUN DIBEKASI LAHAN SAWIT
APA HUBUNGANNYA KAKANDA?
londo ireng?
ini sudah keterlaluan.
negara porak-poranda karena kebijakan serampangan, lalu mencari kambing hitam warga sendiri --wartawan, pengamat, organisasi masyarakat sipil-- dan menyebut mereka: "londo ireng."
saya kira, anda sendiri yang londo ireng.
“Saya diserang.” Ada cara berpikir yang sec. fundamental salah: dia menganggap ini soal diri dia pribadi sehingga dia harus bertahan.
Anda tidak diserang, tapi Anda sbg Lembaga Kepresidenan dikritik. Jgn bertahan, Anda harus mendengar, mengevaluasi dg terbuka dan memperbaiki.