padahal saya hanya perlu bertanya dengan sabar dan setulus tulusnya welas asih,
"apa sih yang saya maui hari ini dan seterusnya?"
sa terlampau sibuk mencari keinginan hati di luar hati sendiri
dan ternyata itu cara paling akurat untuk tersesat
belakangan ini dunia terasa hambar
lalu
saya mengintip arsip story di ig, dan menyadari bahwa saya sesungguhnya telah menjalani hidup yang seruuuu sekali
teringatlah saya pada nasihat kepada sesatunya diri yang saya miliki ini:
"kalau bahagia pada hal yang menurutku begitu penting, buat apa lagi tida bahagia pada apa saja yang menurutku gapenting?"
Seperempat abad lalu, ilmu2 sosial Indonesia dibahas bersinambungan di ruang publik. Bukan sebatas akademik. Seakan2 ia penting bagi kepentingan bersama.
Kini? Masyarakat tidak lagi peduli? Atau ilmuwan sosial disibukkan oleh indeks scopus? Atau jadi selebriti di televisi?
Ali Larijani menggunakan filsafat Immanuel Kant untuk bikin grand strategy keamanan nasional Iran sekaligus doktrin perang asimetris. Edaan anjir.
Singkatnya, tahun 2015 pas acara rapat PBB, Ali Larijani ketemu Henry Kissinger.
Kissinger tanya kapan Iran akan meninggalkan ideologi revolusioner dan menjadi negara yang pragmatis karena “kelelahan”?
Ali Larijani balikin: Kapan Amerika Serikat yang “kelelahan”?
Larijani mengacu pada gagasan Immanuel Kant tentang “perpetual peace”, bahwa konflik tidak berakhir karena kemenangan moral, tetapi karena kelelahan. Negara berhenti berperang saat biaya sudah tidak lagi sebanding dengan hasil.
Ini jadi pondasi doktrin perang asimetris Iran.
Iran ga niat nurut sama Amriki, karena pengen bikin Amriki mundur sendiri.
Caranya sederhana: Bertahan lebih lama. Menekan Amrik terus. Membuat konflik menjadi mahal, panjang, dan melelahkan.
Kalau lah Trump baca buku ini, pasti dia mikir dua kali buat ngajak Iran perang wkwk.
MBG ladang mark up?
Gusmin ngeri membaca liputan dari @projectm_org tentang proyek MBG yang masalahnya ternyata bukan hanya soal kualitas makanan, namun juga di anggaran.
Selain meracuni ribuan siswa dan ibu hamil tanpa tindakan hukum, proyek MBG juga memiliki banyak sekali masalah. Pengadaan banyak item printilan proyek ini penuh dengan muslihat. Misalnya, ada kaos kaki merek antah berantah yang harganya di atas rata-rata. Sepeda motor yang merk dealernya sulit sekali dilacak harganya jauh di atas sepeda motor 'mainstream' di kelasnya. Dan, tablet harganya dikatrol hingga 2x lipat.
Siapa yang bermain? Siapa yang mengawasi? Siapa yang menindak? Tanpa niat baik penguasa, sepertinya ini akan terus jadi misteri.
MBG merampas banyak sekali anggaran untuk kemaslahatan publik. Hampir semua lembaga terkena efisiensi yang mengurangi kualitas pelayanan. Contoh kecil: jalanan rusak, ISBN tak kunjung terbit, hingga informasi bencana yang lambat. Semua kena getahnya.
Dengan anggaran mengerikan, pelaksanaannya justru menunjukkan kegagalan sistemik dan kekacauan struktural. Banyaknya kasus keracunan, menu yang tidak sesuai, produksi kebohongan, hingga potensi korupsi yang besar membuat program ini perlu dievaluasi menyeluruh.
Padahal ada sebuah kaidah penting dalam kepemimpinan. Tasharruful imam 'ala raiyyah manuthun bil maslahah. Kebijakan pemimpin harus mempertimbangkan kebaikan rakyat.
Sampai sejauh mana MBG akan menjadi mega bancakan golongan tertentu? Sampai kapan berita mengenaskan proyek ini akan terus hadir di kehidupan kita? Agak sulit menjawabnya. Sebab semua membutuhkan niat baik penguasa.
Liputan bisa diklik melalui: https://t.co/2IOvvp4yUH
@Telkomsel Di situs mana saya bisa mendapatkanpenjelasan detail mengenai itu?
@Telkomsel
Atau memang tidak ada transparansi informasi dari telkomsel secara terbuka ya?