Liat foto Fatimah Azzahra di aksi #demo hari ini langsung keinget this iconic picture from 9 years ago.
SAME undefeated calm energy. Merinding liat nya.
MIRIP BANGET BANGET! 🥹🔥
Sc: latteandfash
Yang paling ngena dari podcast mereka adalah:
1. Kerja keras dg rezeki ga selalu berkaitan
2. Klo berkaitan, yg paling kerja keras harusnya paling sejahtera dong?
3. Rezeki itu pemberian Allah. Tugas kita hanya berusaha, perkara Allah ngasih/gak, di luar kontrol kita
4. Kita bekerja utk bersyukur terhadap kemampuan kita (menggunakan potensi yg dikasih Allah utk kita)
Lama kali aku merenung maksud empat poin tsb sampai akhirnya aku jd terpuaskan.
Selama ini kita stres krn merasa udah bekerja keras segitunya, tp tetep aja gagal. Tetep aja belum sukses, tetep aja kecewa.
Jangan2 selama ini krn berekspektasi klo udh berusaha sekeras mungkin, hasilnya pasti indah. Padahal belum tentu.
Klo Allah belum mau ngasih, atau emg belum waktunya, kita bisa apa?
Kerjakan apa yg ada di genggaman saat ini, serahkan hasilnya pada Allah, apa pun hasilnya yakini itu takdir baik dari-Nya utk kita.
Memahami ini bikin aku jd jauh lebih tentram & tenang.
Dear Gen Z,
Buat kamu yang sudah mati-matian nyelesain pendidikan, pontang-panting cari kerja, sampai rela ikut bootcamp dan magang gratisan buat nambah pengalaman, bahkan harus keluarin uang lagi cuma buat memoles CV supaya dilirik perusahaan.
Kamu yang berbulan-bulan berjuang, akhirnya diterima kerja.
Tapi ternyata tempat kerjanya toxic dan punya atasan yang bikin mental breakdown.
Setiap hari harus desak-desakan di transportasi umum, berangkat subuh, pulang malam, kamu tetap bertahan. Karena kamu tahu, cari kerja sekarang susahnya bukan main.
Semua dijalani demi gaji yang sebenarnya nggak seberapa, mengingat harga-harga sekarang semua serba mahal.
Kamu lalui hari-harimu sambil pura-pura kuat, meski kadang duduk di pojokan buat nenangin kepala yang rasanya mau pecah.
Saat terima gaji, kamu merasa senang tapi sedikit mengelus dada, karena nominalnya berkurang agak lumayan akibat potongan pajak.
Kamu coba ikhlas sambil berdoa, semoga pajakmu benar-benar terpakai untuk pembangunan. Kamu sedikit bangga karena ikut berkontribusi.
Sampai di bulan Januari 2026, kamu baca berita:
Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace, dan Indonesia ikut iuran Rp17,9 triliun, uang dari sebagian besar APBN untuk disetor ke Trump.
Ya, sebagian yang disetor itu adalah uang kamu.
Gimana perasaan kamu?
Ini adalah note dari Khutbah Nouman Ali Khan yang udah beberapa tahun lalu gue catet. Gue rasa relevan dan bermanfaat ke banyak orang.
Yaitu terkait hidup yang diliputi kemudahan, a life of ease.
Sadari bahwa hidup itu pasti penuh ujian, tapi Allah SWT udah janji kalau setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Bahkan, kalau dipahami lebih dalam dari Surah Al-Inshirah (94:6), artinya: Kemudahan besar akan datang bersama kesulitan.
Cobaan hidup kita, entah itu masalah keuangan, kesehatan, atau keluarga, kadang terasa berat banget. Tapi Allah SWT pengen kita fokus ke apa yang akan datang, bukan ke apa yang jadi masalah sekarang. Kenapa? Karena kemudahan itu pasti datang. Itu janji yang sudah Allah pastikan.
Kita suka kebawa mikir negatif, kan? Kadang masalah terasa lebih besar dari sebenarnya--overthinking sampai jadi stres. Tapi jangan lupa, kata Allah, kemudahan yang akan datang itu jauh lebih besar daripada kesulitannya.
Terkadang, kemudahan itu muncul dari arah yang nggak kita duga. Mungkin, cobaan yang lagi kita lalui sekarang sebenarnya sedang nyelamatin kita dari hal buruk yang lebih besar. Contoh, resign dari kantor karena alasan prinsipil berat emang, tapi bisa jadi itu jalan Allah untuk bawa kita ke peluang lain yang lebih baik. Dalam hidup, kalau satu pintu tertutup, seringnya Allah buka lima pintu lainnya.
Nah, yang penting sekarang, gimana kita harus bersikap pas kita punya waktu luang di tengah-tengah cobaan hidup?
Jawabannya: Exhaust yourself.
Allah SWT nggak suka lihat hambanya idle atau diam aja. Waktu kita lagi kena ujian dan kebetulan punya waktu luang, itulah saatnya kita sibuk sama hal-hal yang meaningful. Jangan malah stuck, merasa hopeless, atau quit. Banyak orang pas kena masalah malah jadi depresi dan nggak ngapa-ngapain. Tapi itu bukan solusinya.
Allah SWT bilang, kalau kita punya waktu bebas, pakai waktu itu sebaik mungkin. Have a meaningful and productive life.
Kenapa? Karena dengan begitu, hidup kita ada artinya. Contoh seperti Malcolm X. Di penjara, dia nggak menyerah sama keadaan. Dia pakai waktunya untuk belajar, memperbaiki diri, dan akhirnya bangkit jadi figur besar. Ngerasa cemas itu normal, tapi jangan biarin kecemasan bikin kamu stuck. Cari cara buat tetap produktif.
Rasulullah SAW juga selalu sibuk, dan dua hal ini yang beliau fokuskan untuk waktunya:
1. Melakukan hal yang bikin Allah SWT ridho.
2. Melakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain (ciptaan Allah SWT)
Nah, coba tanya ke diri sendiri:
- Apa yang kamu lakukan pas punya banyak waktu luang?
- Apakah kamu cuma maraton TV series?
- Terjebak main video games berjam-jam?
- Atau malah hilang di distraksi-distraksi yang nggak jelas?
Kalau waktu luang kita cuma habis buat hal yang nggak ada gunanya, siap-siap, karena itu malah bisa ngundang kesulitan baru. Sebaliknya, kalau kita pakai waktu produktif secara meaningful, Allah SWT bisa lebih mudah ngasih kemudahan ke hidup kita.
Hidup ini bakal lebih tenang kalau kita bisa fokus ke janji Allah SWT, terus berusaha meaningful, dan husnudzon bahwa segala kemudahan pasti akan datang. Dan jangan cuma nunggu, tapi lakukan sesuatu dan sibukkan diri untuk bisa bermanfaat bahkan walau sedang dalam keadaan sulit.