Bang Hotman Paris bilang 27 Advokat saya terkenal galak-galak di sidang.
Nah sekarang mereka membela perempuan ini. Perempuan yang tampilannya manis lembut dan baik budinya.
Tapi kalau galaknya sudah keluar...
Wadaw, Lokomotif kereta api pun milih mundur kalau harus berhadapan dengan aumannya!
REKTOR UGM AKAN SAYA TUNTUT:
MANA IJAZAH SARJANA MUDA JOKO WIDODO?
Ayo rakyat, kita tuntut agar JOKO WIDODO dan UGM menunjukkan
IJAZAH SARJANA MUDA!
Kali ini kita dapat petunjuk baru, menurut Rektor UGM, Ova Emilia, Joko Widodo menempuh jalur Sarjana Muda sebelum dia Sarjana!
Artinya, Koran Kedaulatan Rakyat tanggal 18 Juli 1980, yang dijadikan BARESKRIM sebagai salah satu barang bukti, yang memuat nama Joko Widodo di nomor urut 14 sebagai Calon Mahasiswa Program Studi Sarjana Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, adalah KORAN PALSU!
Dan penjelasan UGM sebelum Rektor Ova Emilia ini memberikan pernyataan terbaru, sebagaimana yang disampaikan Wakil Rektor Prof Wening Udasmoro tanggal 15 April 2025, adalah Pernyataan BOHONG!
Apalagi Joko Widodo! Yang berkali-kali hadir dan membuat REUNI sejak 2017, 2022, dan terakhir 2025, dengan berkumpul bersama Lulusan Program Studi Sarjana Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, adalah BOHONG!
Kalau memang benar dia diterima di Program Studi Sarjana Muda Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, maka namanya tidak akan ada di Pengumuman Koran sebagai Peserta Ujian yang lolos PP-1.
Sebab, calon mahasiswa Program Sarjana Muda, pengumumannya ditempel di Kampus, bukan diumumkan di Koran!
Beda Kelas, Boss!
Dan ketika masa perkuliahan pun, kelasnya beda, mata kuliahnya beda, tempat kuliahnya beda, dan tentu saja teman-temannya pun, circle nya pun BEDA!
Jadi kalau dia datang Reuni Alumni Prodi S1 Kehutanan UGM, artinya dia ngaku-ngaku!
Pantesan ketika datang Reuni, sepertinya tidak saling kenal!
Karena Reuni Alumni program Sarjana Kehutanan UGM, yang seharusnya datang adalah Almarhum Hari Mulyono, bukan Joko Widodo!
Jadi selama ini, telah terjadi KEBOHONGAN PUBLIK, yang dilakukan Joko Widodo, UGM, dan teman-teman Joko Widodo yang suka jadi Tim Hore-Hore seperti: Frono Jiwo, Tou, Andi Pramaria, dll yang Alumni Asli Program Sarjana Kehutanan UGM!
Ampun deh Bu Rektor.
Makanya jangan bergaul sama Tukang Bohong!
Akhirnya ketularan jadi Pembohong, kan!
https://t.co/7wTEciApVw
Baru saja saya dapat info dari Jogya bhw sedang terjadi upaya “pembungkaman” thdp Prof. Sofian Effendi krn buka kasus Ijazah Jokowi.
Mhn teman2 di Jogya menjaga beliau dan kita semua berikan dukungan kpd Prof. Sofian Effendi
BUNDEL IJAZAH ASLI UGM
Melalui Konferensi Pers bersama Tim Kuasa Hukum dr TIFA, anda bisa mendengarkan bahwa
Dr Tifa sudah menemukan 3 (tiga) bundel Dokumen Ijazah asli, Transkrip Asli UGM, yang diterima oleh dr Tifa dalam kurun waktu 9-12 Juli 2025.
Ditambah dengan 5 (lima) bundel Dokumen Mahasiswa UGM yang diterima oleh Mas Doktor @KRMTRoySuryo2
Jadi di tangan kami ada 8 (delapan) bundel!
Dan untuk diketahui bahwa Ijazah, transkrip, dan beberapa dokumen yang kami terima, SANGAT BERBEDA dibandingkan dengan Ijazah, Transkrip, dan dokumen-dokumen lain yang dipresentasikan oleh BARESKRIM tanggal 22 Mei 2025 lalu.
Berdasarkan keterangan Pak Beathor Suryadi, Politikus PDIP bahwa Ijazah JW dibuat di Pasar Pramuka tahun 2012, maka tidak heran jika SANGAT BERBEDA.
Sekali lagi saya tekankan, UGM sebagai Universitas Ternama di Indonesia, pasti membuat Ijazah sedemikian rupa sangat sulit DIPALSUKAN.
Hanya orang konyol dan bodoh saja yang berpikir bahwa Ijazah UGM bisa dipalsukan, apalagi dibuat di pojokan Pasar.
Pihak UGM, Jangan ikut-ikutan bodoh dan konyol, dengan menyatakan bahwa Ijazah pojokan Pasar itu, adalah betul keluaran UGM.
Berdasarkan keterangan Pak Beathor, beliau juga sudah menemukan siapa PELAKU pembuat Ijazah.
(Keterangan lengkap Pak Beathor saya videokan tersendiri).
https://t.co/T9tCF5wfkq…
BUNDEL IJAZAH ASLI UGM
Melalui Konferensi Pers bersama Tim Kuasa Hukum dr TIFA, anda bisa mendengarkan bahwa
Dr Tifa sudah menemukan 3 (tiga) bundel Dokumen Ijazah asli, Transkrip Asli UGM, yang diterima oleh dr Tifa dalam kurun waktu 9-12 Juli 2025.
Ditambah dengan 5 (lima) bundel Dokumen Mahasiswa UGM yang diterima oleh Mas Doktor @KRMTRoySuryo2
Jadi di tangan kami ada 8 (delapan) bundel!
Dan untuk diketahui bahwa Ijazah, transkrip, dan beberapa dokumen yang kami terima, SANGAT BERBEDA dibandingkan dengan Ijazah, Transkrip, dan dokumen-dokumen lain yang dipresentasikan oleh BARESKRIM tanggal 22 Mei 2025 lalu.
Berdasarkan keterangan Pak Beathor Suryadi, Politikus PDIP bahwa Ijazah JW dibuat di Pasar Pramuka tahun 2012, maka tidak heran jika SANGAT BERBEDA.
Sekali lagi saya tekankan, UGM sebagai Universitas Ternama di Indonesia, pasti membuat Ijazah sedemikian rupa sangat sulit DIPALSUKAN.
Hanya orang konyol dan bodoh saja yang berpikir bahwa Ijazah UGM bisa dipalsukan, apalagi dibuat di pojokan Pasar.
Pihak UGM, Jangan ikut-ikutan bodoh dan konyol, dengan menyatakan bahwa Ijazah pojokan Pasar itu, adalah betul keluaran UGM.
Berdasarkan keterangan Pak Beathor, beliau juga sudah menemukan siapa pembuat Ijazah.
https://t.co/IkFaEyUUQO
Makarallah telah bekerja.
Setelah saya mendapat beberapa dokumen sangat penting:
Ijazah asli Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang lulus tahun 1985 dan 1983
Juga transkrip nilai ASLI, Skripsi asli dll
Secara tak terduga bertemu dengan Tokoh Kunci Pembuka Skandal Pasar Pramuka Pojok, yaitu bang Beathor Suryadi!
Ternyata beliau tidak saja menemukan dan membuktikan siapa-siapa saja otak dan operator pemalsuan Ijazah,
Tetapi juga sudah menemukan siapa Oknum Pembakar Pasar Pramuka Pojok!
Dan siapa tukang di Pasar Pramuka Pojok yang membuat Ijazah!
Lengkap sudah jawaban atas polemik Ijazah selama 10 tahun ini!
Yang sudah makan korban Bambang Tri dan Gus Nur!
Bang Beathor yang dilaporkan Paiman, dengan senang hati akan membeberkan semua hal yang sangat penting ini kepada Polisi!
Beliau sangat confident dengan data-data yang dimiliki!
Artinya! Laporan JW terhadap saya dan teman-teman, selain konyol, tidak masuk akal, juga BLUNDER BESAR bagi JW!
Saya berdoa,.
Semoga Presiden @prabowo
mulai tergugah untuk polemik ijazah ini masalah yang teramat besar bagi bangsa ini, untuk dikesampingkan.
Dan saya berdoa
Semoga Alumni Fakultas Kehutanan UGM tahun lulus 1980-1985 bersedia menjadi Relawan dalam perjuangan ini.
Dan semoga Bangsa ini terbuka mata hatinya,
Yang saya perjuangkan sebenarnya apa, sih?
Kebenaran.
Karena kebenaran itu saya berani.
Walau sering juga merasa takut.
Sering juga merasa sendirian.
Kadang juga menangis karena marah.
Namanya perempuan ya nangislah kalau batinnya dikoyak.
Tapi buktinya saya tegar ke POLDA. Saya bersedia jadi Saksi Ahli di Bareskrim.
Ikut antri discan ketika masuk Mabes Polri.
Ngeri? Ya ngerilah.
Tak terbayangkan perempuan sefeminin dokter Tifa sekarang tempat mainnya sarang polisi-polisi.
Kan seharusnya ke mall, ngafe, spa, salon... Lha ke POLDA!
Kenapa kok mau?
Karena Allah yang suruh. Karena negeri ini sakit, sakit berat, sakit parah.
Negeri ini terlalu banyak dirusak kebohongan, kepalsuan, kolusi, nepotisme, korupsi dimana-mana.
Hampir hancur berkeping-keping.
Maka Allah suruh jiwa-jiwa yang ada di dalam orang-orang yang lemah, Perempuan yang kadang suka menangis, para Pengacara yang lebih suka membela orang susah, para Relawan yang hari-hari beristiqomah berdemo sebagai jalan jihad.
Tetapi, ketika Allah sudah meniupkan perintah bergerak, seakan segenap sel tubuh ini langsung terbangun serentak.
Perempuan ini, yang kalian lihat dia menangis di depan panggung TV, menangis karena marah, dan ditertawakan jutaan Termul, dan bikin sebal laki-laki yang memang ngga tahan kalau lihat perempuan menangis
Dia melangkah, terus melangkah.
Sampai kapan dia melangkah? Sampai Allah suruh dia berhenti.
Karena waktu, karena ajal, karena diberi tugas lain.
Ayo siapa lagi yang mau membersamai perjuangannya?