Two months ago, Real Zaragoza dropped out of professional football for the first time in 77 years.
Six-time Copa del Rey winners. Former European trophy winners.
This week, Ander Herrera has returned to his boyhood club to help rebuild them, donating his salary to the club’s foundation.
I’ve just found your next Football Manager save 🇪🇸
@Xabi_Era_ Crazy we’re encouraging players to stay down nowadays instead of fighting to defend like spence day 🙄. Same would’ve happened and people would be saying “why didn’t he get up “ when they wouldn’t overturn it
Pada musim 2016/2017.
Sempat memiliki harapan bahwa lini belakang Manchester United tidak akan tertembus.
Duet maut Eric Bailly dan pria asal Argentina.
Sayang, nasib serta perilakunya yang membunuh karir nya secara perlahan.
Namun, angkanya tetap dominan!
MARCOS ROJO...✍️
Merokok dan minum-minuman keras bukanlah perilaku yang pantas di tunjukkan oleh pemain sepakbola.
Karena perilakunya tersebut, banyak yang bilang Marcos Rojo tidak layak memakai jersey Manchester United.
Namun, angka-angkanya berkata sebaliknya.
Pada bulan Agustus 2014, van Gaal mendatangkan Rojo dengan budget £16 juta dari Sporting CP.
Bek Argentina yang datang nyaris tanpa sorotan, bahkan sempat tertahan beberapa laga karena masalah work permit akibat kasus hukum yang belum selesai di Argentina.
Debut terlambat serta reputasi yang tidak meyakinkan membuat van Gaal yang membelinya sudah hampir menyesal setelah Rojo absen di tur pramusim karena masalah paspor.
Tapi begitu Rojo masuk lapangan, van Gaal kemudian hanya diam.
Di empat penampilan Premier League pertamanya musim 2015/16, Rojo memiliki rata-rata 4.3 tackle per laga, lebih dari siapapun di skuad MU saat itu.
Morgan Schneiderlin di posisi kedua dengan 3.1, untuk interceptions, dia rata-rata 3.3 per laga, lagi-lagi tertinggi di skuad, dengan pemain lain tidak ada yang melampaui 2.7.
Musim debutnya, rata-rata tackles dan interceptions gabungannya mencapai 5.9 per laga, melampaui Phil Jones dengan 5.8, Jonny Evans dengan 4.5, dan Smalling dengan 3.3.
Rojo mengandalkan insting, kecepatan, dan keberanian untuk melemparkan tubuhnya ke arah bahaya sebelum bek lain sempat bergerak.
Momen yang paling menggambarkan kontribusi nyatanya terjadi di Manchester derby musim 2015/16.
Kevin De Bruyne, yang sedang dalam performa terbaik awal kariernya di City, sama sekali tidak bisa berkontribusi setelah 20 menit pertama.
Gary Neville yang menjadi analis pertandingan bahkan menulis di kolom Daily Telegraph miliknya,
🗣️ : "Sebelum laga, saya melihat fullback United, Valencia dan Rojo, sebagai kelemahan besar menghadapi De Bruyne dan Sterling.
Tapi De Bruyne sudah selesai di menit ke-20 karena Rojo menghadapinya dengan brilian."
Van Gaal setelah laga berkata,
🗣️ : "Rojo bermain sangat bagus, bukan hanya melawan De Bruyne tapi juga melawan Jesus Navas."
113 penampilan dalam enam tahun. 4 trofi, FA Cup 2016, EFL Cup, Europa League, dan Community Shield 2017.
Duetnya bersama Eric Bailly di musim 2016/17 menjadikan mereka salah satu pasangan bek tengah paling atletis yang pernah dimiliki MU di era modern.
Keduanya adalah bek yang bermain dengan intensitas yang sering hilang dari lini belakang MU di era-era setelahnya.
Sampai saat ini, dia termasuk jajaran bek favorit saya di MU terlepas skandal ataupun isu miring yang menerpanya.
Adam Wharton leaves me speechless every time I watch him play. England have not produced a midfield player of this technical proficiency & intelligence. People will say names like Hoddle & Carrick but he is better than them. He is going to dominate midfield battles on the biggest stage for years to come. With his age, HG status & ability, it will require £100M to secure his services. It’s worth every penny. I for one cannot wait for the Adam Wharton vs Pedri battles on the England vs Spain international stage.