Yaa Allah, ikut sedih…
Ini suara dari dunia pendidikan…
Bayangkan, kamu telah berkontribusi banyak untuk kemajuan pendidikan di kampus, bertahun-tahun mengabdi demi tegaknya marwah perguruan tinggi, tiba-tiba negara hadir katanya untuk "memberi solusi" dengan memberikan label "negeri".
Konon judulnya transformasi, agar kualitas semakin tinggi, namun ternyata mengorbankan nasib para pekerja termasuk dosen yang telah bertahun tahun mengabdikan diri.
Ini terjadi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta), kampus yang asalnya merupakan kampus swasta, kemudian diakuisisi menjadi kampus negeri, namun para dosennya ditinggal mati sendiri. Simak selengkapnya keterangan saksi fakta dari Serikat Pekerja Kampus.
Sc: serikatpekerjakampus
DISSENTING OPINION HAKIM ANGGOTA NOMOR 4 ANDI SAPUTRA:
NADIEM HARUS BEBAS DARI SELURUH DAKWAAN!
1. Alat bukti tidak cukup dan tidak meyakinkan; tidak ada persesuaian maupun kausalitas yang jelas.
2. Tidak terbukti adanya niat jahat (mens rea) maupun perbuatan jahat (actus reus) yang menghubungkan konflik kepentingan dengan kejahatan korporasi.
3. Tiga peristiwa yang berdekatan waktu — kebijakan pengadaan laptop, kerugian negara, dan penambahan modal saham Google ke GoTo — tidak memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat, dan bukan akibat perbuatan jahat terdakwa.
Kesimpulan: Karena tidak terbukti bersalah pada dakwaan primer maupun subsider.
Terdakwa Nadiem Anwar Makarim harus dibebaskan dari seluruh dakwaan.
🚨 BREAKING: Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
SAKIT NEGARA INI, SAKIT... YANG BENERAN MAU BERKONTRIBUSI BUAT NEGARA DIKRIMINALISASI.
WALLAHI, GABAKAL TERIMA. NANGISS LIAT SOSOK INI DIKRIMINALISASI.
KEADILAN SUDAH MATI... 🥀🥀🥀
Pesan straight forward dr Tifa kepada pak Joko Widodo.
Pesan ini untuk pak Joko Widodo yang tidak pernah berkacamata, tidak pernahberkumis, dan rambut selalu belah pinggir.
"ke 4 hakim yg memvonis saya 10 tahun penjara, tidak ada satupun yg berani melihat langsung ke mata saya"
"saya tau isi hati mereka, mereka tau saya tidak bersalah"
"hanya hakim Andi yg berani mengungkapkan kebenaran dan menyebut saya harus bebas tanpa syarat"
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
Mari kita viralkan protes dari Sentana TV ini agar pengadilan negeri Jakarta timur membolehkan live streaming pada sidang kasus ijazah Jokowi besok.
Sidang kasus ijazah Jokowi terbuka untuk umum tapi tak boleh live streaming.
Saking janggalnya mereka engga mau mendengarkan sikap dari Nadiem selaku terdakwa 😿☝️
Yeup, mereka langsung cabut. Sekolah hukum tinggi-tinggi demi melacurkan diri ke penguasa. Melecehkan apa yang sudah mereka pelajari 🥀🥀🥀
#JusticeforNadiem
Legalisir ijazah Jokowi abal2, palsu.
"Beranikah @UGM_Yogyakarta mengakui bahwa salinan legalisir ijazah Jokowi untuk nyapres ini adalah legalisir dari UGM? Sangat tidak layak. Legalisir abal2." (Doktor Leony, ITB)
#RakyatTolakSafariJokowi#RakyatTolakSafariJokowi
tokoh-tokoh anti korupsi, pakar hukum, bahkan ketua tim perumus UU Tipikor menyebut Nadiem harusnya bebas krn tidak ada unsur korupsi
nadiem dgn suara bergetar:
"saya udh gatau lagi harus minta tolong ke siapa. harapan saya satu-satunya adalah kepada rakyat Indonesia"