Aneh banget bangsat. Masukin “PENCEGAHAN” LGBT+ ke kurikulum pendidikan but sex education, “how not to be a rapist”, and how to respect differences—ethnicity, race, religion, skin color, language, culture, beliefs, and sexuality.
Lu semua pada ribut Bota Boti, lu kagak liat itu USD udh menuju 18rb lagi pagi ini, padahal suku bunga BI udh naik 🤦
Makanya jangan mau jadi mainan politik intel sama tentara, liat ekonomi kita menuju sekarat woy, buka mata lu semua 👁👁
Yang ditutupin:
1. Keluarga Prabowo ditipu sama agen CIA bodong (Gaurav Srivatava)
2. Rupiah tetap melemah menuju 18rb walaupun Suku Bunga BI udh naik kurang dari 1 bulan
3. Mengalihkan emosi warga atas naiknya BBM Pertamax ke 16rb
4. Permintaan kenaikan Gaji Dosen Guru di MK
orang indo ini hatinya lembut, gampang banget kasian sama orang, tapi orang yang dikasianin itu elit politik, pemerintah, public figure, orang kaya, dan orang-orang jahat, giliran ke minoritas teriak-teriak nyuruh mati
Klasik banget.
Ketika gak bisa nyelesaiin masalah riil kayak korupsi, judi online, program cacat, yang disasar malah kelompok rentan dan minoritas.
Perpres ini cuma pengalihan isu murahan buat nutupin ketidakmampuan pemerintah. Musuh imajiner sengaja diciptain biar rakyat hilang fokus dari bobroknya sistem dan ujung-ujungnya apa?
Benar,
Konflik horizontal.
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.