+ demi mendapatkan potongan kayu yang cocok untuk dijadikan arang. Meski ia membawa senjata, senjata miliknya hanya berupa belati—mana mungkin bisa digunakan untuk memotong batang pohon, apalagi sampai menebangnya.
“Kau punya kapak, tidak, Tuan Mithra?”
🍃 : @deathdeaIing
Air wajahnya menunjukkan ketertarikan. Namun, tak sampai sepersekian detik, ia menelengkan kepalanya sesaat. “Kalau aku ngelakuin sesuatu yang bisa ngusir rasa bosanmu, Tuan, aku dapat sesuatu, enggak?”
@deathdeaIing + yang lebih, atau media bantuan seperti perkamen sihir yang telah dibuat, demi mengaktifkan sihir lintas tempat.
“Wah, kukira kita akan sampai di gubuk atau tempat penjual kayu bakar. Rupanya malah di hutan,” ujarnya. Otaknya berputar, memikirkan cara yang harus ia lakukan +
@huortensia “Terus gimana, dong, Non?” tanyanya. “Kalau kamu gak keberatan, sih, kita bisa jalan kaki buat nyari tempat. Cuma, enggak tahu bakal enak atau enggak—”
The world is about to be painted by ( WHITE ), covered by thick snow here and there, joyful and merry atmosphere following everywhere. It's near Christmas and New Year's Eve, after all.
"So..." She started, "please do pardon my curiosity. Have you got any plans for holiday?"
@searedwings August shakes her head. Well, she doesn't have ‘holiday’ per se because of her job. But, she does have a habit to travel and ditch her paperworks after she did her missions.
“Nope. I think I don't have any. Wait—does visit a cafe or family restaurant and eat delicious food +
@erdescember “Sama-sama!” August mengangguk. “Mumpung kita lagi ngobrol, nih, aku mau bertanya—apakah kau tahu tempat makan yang memiliki menu yang rasanya super pedas?”
“Non—!” panggilnya dengan suara lantang. Kemudian, pundak milik sang puan ia tepuk pelan. “Ini brosmu bukan?” tanyanya sambil menunjukkan perhiasan yang ia temukan di permukaan jalan barusan.
+ Kalimat terakhir sang pria membuat August benar-benar tertarik. “Bukankah akan melelahkan bila menggunakan sihir teleportasi? Atau kau punya perantaranya?”
ㅤ🍃 : @deathdeaIing
@deathdeaIing + kayu hitam tersebut.
“Kau penasaran? Aku dulu tinggal di penjara.” Ia tersenyum lebar. “Bercanda—” sesungguhnya tidak—“aku bekerja di salah satu rumah bangsawan, tetapi kami jarang mendapat gosip-gosip dari luar kota. Membosankan, pokoknya.” +
@BlondeLoggervia “Kalu mau, ambil saja.” August tidak masalah. Toh, teh bukan sesuatu yang jarang ia dapatkan. Di kediamannya, di Fantasie, ia mempunyai berwadah-wadah stok dan jenis teh yang berbeda—untuk dirinya, dan juga untuk Guardians yang lain.
Tutup plastik dari gelas kertas itu ia buka, menampakkan likuid berwarna cokelat-oranye yang tak pekat. Aroma khas bunga kamomil menguar di udara bersamaan dengan uap panas yang mengepul di atas permukaan wadah.
“Ini teh,” jawabnya dengan lugas.
@deathdeaIing + dengan keadaan dirinya sekarang, yang harus arang.
“Oh, ya. Maaf soal namamu—aku tidak tahu. Aku bertahun-tahun hidup dalam keadaan minim arus informasi.” Ia mengulum senyum; pahit. “Mungkin itu alasannya aku tak kenal /kamu/. +