@nocturnalcutie kakkk ceritanya reminds me so much of this substack post!!! mungkin hari ini ceritanya juga find its way towards us just to remind us once again that we’ll be okay and everything will just be fine
@gieview Ada jualan sate keliling area rumahku. Aku sendiri suka sate, jadi nyoba beli waktu itu. Pas dimakan satenya ga enak 😭 lebih ke saus kacangnya yang kureng bumbu, jadi kurang berasa. Pantesan sepi pembeli, mana jutek lagi yang jual 😮💨
@wanitagustus Tambahan juga, yang sering disebutin foreigners kalau Bahasa Indonesia itu susah terkait imbuhan kata (me-, di-, ber-, ter-, pe-, dll) sama pemakaian formal informal, kadang juga ketambahan dialek bahasa lokal.
Ga sesulit itu loh. Bahasa Indonesia itu ga ada tenses, ga ada noun yang bergender, pengucapan juga sama plek dengan tulisan. Jadi, kalau niat belajarnya, pasti ga butuh waktu lama buat bisa :)
Yg lbh bikin aku bingung jarang bgt (kalo di jerman ga pernah liat bahkan) WNI yg menikah dgn WNA, tapi si WNA ikut berbhs indo..
Sesusah itukah bhs indonesia bagi WNA?
@wanitagustus Benar kak, karena balik lagi ya sama bahasa pertama pemelajarnya.. mereka udah dari kecil dan terbiasa dengan pola yang kakak sebutin. Tapi kalau dari ilmu linguistik, Bahasa Indonesia ga seriweh English sama Deutsch seperti yang aku bilang di reply sebelumnya..