KONDISI ACEH TERKINI!
khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔
masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’)
anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan
Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Kita perlu lebih banyak gerakan kolektif di isu-isu lingkungan dan keberlanjutan!
Mimin apresiasi teman-teman @yayasannafas sebagai salah satu yang selalu ngajak kita peduli dengan isu kualitas udara.
Sekarang giliran kita yang ikut bantu gerakan ini lebih kuat! Teman-teman bisa donasi lewat sini: https://t.co/IrvvB9NexF
Bantu share sama-sama ya!
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI
The Qur’an redefined " Marriage Goals" over 1,400 years ago; with just one Duʿa
One duʿa
If you’re searching for a spouse
or trying to strengthen your marriage,
this verse changes everything.
Today I was learning about Allah's name al-Ghaffar which means the All-Forgiving, the One who covers up sins and faults.
It turns out there are three variations mentioned in the Quran, there's a
Al-Ghafir, Al-Ghaffar, and Al-Ghafur.
And it's cool because the differences are so subtle but powerful. Al-Ghafir is the noun form for the One who covers up faults.
Al-Ghaffar refers to Allah's oft-forgiveness in terms of quantity.
He has the power to forgive over and over again no matter the quantity of sin. Al-
Ghafur refers to Allah's oft-forgiveness in terms of quality.
No matter how large the sin, Allah has the power to forgive it. So yeah moral of the story is God got you as long as you turn to Him.
Allahu Akbar!
Islamic ways to clear brain fog:
1. pray Fajr on time
2. stop listening to music
3. use a miswak (gut-brain axis)
4. recite Qur’ān
5. eat less & eat clean
6. sleep after 'Isha wif wudhu
7. lower your gaze
8. dhikr walks
9. give charity
10. sit alone without your phone
11. commit fewer sins & do more istighfār
This picture of an Israeli settler tormenting a Palestinian farmer on her land captures so much about the daily routine of living under occupation for over 70 years. Unprovoked, unhinged, unseen by the American public, and entirely protected by the American government.
• Nilai kontribusi bisa per bulan, 6 bulan atau 1 tahun sekaligus
• CS fast response ketika ada pertanyaan yg kurang jelas.
Apresiasi untuk team mas @vikraijazz , fungsi fitur dan user experience apps nya sangat smooth 👍
#salingjaga#kitabisa
Memasuki awal tahun dengan registrasi SalingJaga dari
@kitabisacom
Sebuah ikhtiar untuk keluarga. Berikut prosesnya:
• Registrasi yg simple, user diminta isi data yg penting terlebih dahulu
• Pemilihan nilai santunan yg beragam
My newly adopted Twitter children,
We set up an initiative a few years ago to help victims of violence, so far we have helped over 1000 people and we hope to help many more 🥺
If you have some spare coins/rejeki, please donate to Kawan Puan 🙏🏼🤍✨
https://t.co/AfXiOJlxGG
MER-C dan Kitabisa Lakukan Kerjasama Pengadaan Kendaraan Operasional untuk RS Indonesia di Gaza Utara Palestina
———————————————
Dukungan dan Donasi:
Bank Central Asia (BCA), 686.0153678
Bank Mandiri, 124.000.8111.925
Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061
Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400
Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720
Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308
Semua rekening atas nama :
Medical Emergency Rescue Committee
#mercindonesia #bangunkembalirsindonesia #rumahsakitindonesiagaza #bantuanpalestina #freepalestine #palestinewillbefree #zionisisrael