guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita https://t.co/NzjIn3zG4K 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.
Burung Cendrawasih dan kangguru di Papua sudah terancam Punah
di tambah Pembukaan 1 juta hektar lahan yang dilakukan pemerintah jelas akan memperburuk habitat mereka
HUTAN PAPUA HARUS DILINDUNGI DARI PARA BABI
Berhenti merasa paling modern sebelum kamu melihat sendiri bagaimana alam Papua menjaga "fosil hidup"-nya dengan penuh kehormatan. ♥️ Kasuari bukan sekadar burung biasa di tanah Biak.
Ia adalah penguasa hutan, simbol kekuatan, dan bukti bahwa Indonesia Timur adalah rumah bagi keajaiban yang dunia pun iri melihatnya. Kalau kamu masih menganggap Indonesia cuma soal kota besar, berarti kamu memang kurang jauh melangkah ke timur. Sebuah fragmen kemegahan purba dari tanah Numfor.
Tak perlu mencari lebih jauh, karena di sini... -EverythingIsHere- 📍 Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua
Ayo kita Bantu Viralkan..!!
"Seorang ibu minta keadilan buat anaknya yang di perkaos dan di bunuh secara keji 🥹🥹
Hukum harus di tegakkan seadil2nya bagi pelaku pemerkaos dan pembunuh..
Simak pidato ibu ini mengucap dengan lantang tpi pedih di hati..
semoga ibu ini di beri kekuatan dan ketegaran hati🙏amin
Stop wak,✋️
Kalian harus lihat ini 😭💔
Monyet di morowali menghadapi ancaman serius akibat hilangnya habitat alami mereka. Penyebab utamanya adalah ekspansi besar-besaran industri pertambangan terutama nikel dan masifnya perusahaan-perusahan lainnya sebagai sponsor perusak lingkungan.
Video yang diabadikan seorang pekerja itu memperlihatkan kumpulan monyet di sebuah jalur lintasan mobil berat dekat kawasan Nikel di Morowali,
NEGARA MENELANTARKAN KORBAN BENCANA SUMATERA !!!
Seorang kakek berusia 70 tahun terbawa arus saat menyebrangi sungai di Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kondisi ini diakibatkan jembatan yang putus sejak banjir besar pada November 2025 lalu tak kunjung diperbaiki sehingga warga yang akan melewati sungai ini membangun rakit secara swadaya.
Saat kejadian, rakit darurat tersebut tidak dapat digunakan akibat arus sungai yang sangat deras. Beruntung korban yang sempat terbawa arus berhasil ditarik oleh seorang remaja ke pinggir sungai dalam keadaan selamat.
Credit 📹 by silviaa_anggraini
Biadab.. !! ���😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA
Karyawan yang gajinya UMR dipajakin sama negara.
Gaji pejabat dan anggota DPR pajaknya ditanggung oleh negara.
Keadilan sosial bagi seluruh pejabat Indonesia.