🚨 NEW : Ada laporan bahwa ditangguhkannya kartu merah Balogun berkat lobi White House (termasuk Presiden Trump) kepada FIFA/Gianni Infantino untuk meninjau kasus ini, dan Trump kemudian memuji keputusan FIFA karena telah melakukan hal yang benar.
Federasi Belgia menyatakan sangat terkejut dan sedang mempertimbangkan opsi lebih lanjut karena dianggap bertentangan dengan aturan kompetisi.
📝 @guardian
Ada penggemar Portugal asal China yang beruntung banget gak sengaja ketemu Ronaldo di lift waktu di Toronto.
Dia cerita kalo Ronaldo narik dia ke tangga darurat supaya bisa foto tanpa gangguan, Ronaldo juga bilang ke cewek itu buat jangan nangis.
Cewek itu meluk Ronaldo sampai 3 kali dan nyubit sekali, karena saking dia gak percaya ini nyata😅
Waktu mau pisah, Ronaldo nunggu sampai pintu lift nutup baru pergi.
Btw postingan di RedNote (Xiaohongshu) itu udah dapat lebih dari 100 ribu likes.
Kok bisa ya ada superstar kaya raya se-humble ini🥲
📲 Toni Kroos shares a quote by Carlo Ancelotti:
“I've prepared over 1,400 games.
That might not be enough to understand football, but that’s definitely a lot of experience.
Only one person has prepared more games than me: Sir Alex Ferguson!
I'm open to advice from anyone, but the only person who would really be the right one to give me advice is Alex Ferguson.”
👑
Presiden @prabowo memerintahkan polisi untuk masak MBG dan nanam jagung.
Urusan kamtibmas terutama narkoba biarlah ditangani sendiri oleh masyarakat.
Rumah bandar sabu di sungai ular digruduk masyarakat.
Hasta el final! 🇦🇷🤍🩵
Orgulloso del carácter y del esfuerzo de este grupo. Vamos a dejar todo para representarlos dentro de la cancha, como ustedes nos representan en cada lugar.
Vamos @Argentina !
Mindset tolong diubah gaes. Semakin banyak pemain asing berkualitas main di Liga Indonesia, itu pertanda baik. Gue punya mimpi setiap klub punya akademi berjenjang, stadion modern, suporter yang asyik cuma 90 menit, manajemen yang berkualitas baik promotor maupun di tiap klub.
Kata Ganindra Bimo soal banyaknya pemain diaspora hijrah ke liga Indonesia termasuk Persib.
"Jadi menurut gua nih ya, akar masalahnya bukan ada di Persib, tapi akar masalahnya ada di cara kita melihat hierarki sepak bola. Kita nih masih nganggap perkembangan pemain tuh linear. Eropa selalu di atas, Asia selalu di bawah. Kalau pindah dari Eropa ke Indonesia, berarti turun kelas drastis. Padahal nih ya, dalam football economics dan player development, hierarki itu jauh lebih dinamis.
Yang dicari pemain profesional bukan selalu liga dengan reputasi paling tinggi, paling baik, paling hebat, paling besar. Yang dicari adalah competitive advantage, tempat di mana dia bisa memaksimalkan kualitasnya. Kalau sebuah klub menawarkan menit bermain yang lebih konsisten, sistem permainan yang lebih cocok, targetnya juara, kesempatan tampil di kompetisi Asia yang lebih besar, dan eksposur yang gede terhadap Timnas, itu adalah aset olahraga yang paling nyata. Itu bukan soal sekadar gaji atau nama liga.
Makanya banyak klub modern yang sekarang enggak lagi merekrut pemain-pemain tuh hanya berdasarkan CV, tapi berdasarkan project fit. Pertanyaannya jadi berubah, bukan lagi, 'Kenapa dia ninggalin Eropa?', tapi, 'Kenapa klub sebesar Persib ngerasa pemain itu layak jadi bagian dari proyek mereka?'. Karena transfer selalu terjadi dua arah kan? Ada pemain yang milih klub, ada klub yang memilih pemain.
Dan kalau semakin banyak pemain diaspora mulai datang ke Indonesia, mungkin yang berubah bukan mentalitas pemainnya, mungkin justru value sepak bola Indonesia yang mulai meningkat. Bagus dong buat kita, iya kan? Jadi menurut gua, berhentilah menilai transfer hanya dari arah perpindahannya, nilailah dari outcome-nya.
Karena dalam sepak bola profesional, keputusan transfer enggak pernah divalidasi saat tanda tangan kontrak. Keputusan itu baru divalidasi ketika performanya terlihat di atas lapangan, gitu. Menurut gua, bukan pundit, bukan pakar sepak bola, gua mah penonton sepak bola biasa."