ใ คใ คใ ค In this ๐ฃ๐ค๐ง๐ข๐๐ก ๐ฌ๐ค๐ง๐ก๐, he becomes ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฐ๐ฏ๐ฆ who feels ๐ข๐๐จ๐๐ง๐๐๐ก๐ living as a ๐บอ๐ผอ๐ปอ๐อ๐อ๐ฒอ๐ฟ.
@stoutheartted ใ ค
Biasa saja, kok, acak rambut? [Amat heran.]
[Alis terkatrol; kuasa yang terbebas menepuk pelan irasmu.] Minatku jadi hilang usai melihat ekspresimu. [Melepas tautan.] Ringan, ya, mulut itu bicara kematian. [Mengalih pandang seraya mencibir.] Hm? Ya sudah rumah sakit?
ใ ค
@theflamewhisper ใ ค
demi menyertai apresiasi atas puji. Maka, tertegun sejemang ia kala bangkit dan menyadari atensi yang tertuju pada daksa, meski sejatinya telah biasa.
โOh?โ Berdeham. โBenar juga, ini masih tahap petunjuk, ya. Seni, penonton, dan olahraga. Jadi, apa menurutmu?โ
ใ ค
@theflamewhisper ใ ค
Walakin profesi utama bukanlah merupakan asa nan diimpikan, bangga tetaplah menyelimuti batin manakala sebuah afirmasi diagihkan. Tengoklah, mengembang garis lengkung yang semula tampak subtil pada ranumnya. โReiji-ssi bisa saja. Terima kasih,โ selira sedikit bersoja ๏นc.๏น
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
[Tergelak bebas; tepuk-tepuk bahumu.] Mohon berlapang dada, inilah yang disebut ujian. [Mesem teduh ala motivator.]
Itu tak menyenangkan, Ahjussi, sampai aku ingin mematahkan jarimu. [Mengeratkan genggaman.] Lantas, jika mati? Hah โฆ memang ada rumah hantu yang bersih?
ใ ค
@mehrenisa ใ ค
menikmatinya bersamamu, Noona? Kutebak, kau pun belum sempat menyantap.โ Asal menembak berkat utuhnya kudapan, kuasa lantas berlabuh pada bahu figur yang lebih dewasa guna menuntun menempati kursi.
โKau bilang, hidangan ini amat sehat. Bukankah berarti akan baik untukmu?โ
ใ ค
@mehrenisa ใ ค
Segenap kata yang terangkai tentu didengarkan, kurva subtil pun perlahan menghiasi belah bibir. Tepat jikalau hendak dikata ia bersyukur atas perlakuan sang taruni, tetapi rasa tak enak hati turut bergumul โ mencipta kilau sendu dalam sorot netra. โApa boleh aku ๏นc.๏น
ใ ค
@theflamewhisper ใ ค
โSyukur, tabunganku tak jadi terkuras habis,โ gurau si jejaka menimpali seiring mengembus napas; berlagak merasa lega.
Seketika tercipta kurva samar di sela bibir kala rungu menangkap segenap frasa lanjutan. Pasalnya, satu terkaan tepat termuat. โBingo! Termasuk olahraga.โ
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Tak takut, aku punya anjing. [Bersedekap seraya bertampang tengil.]
Ahjussi menyamakanku dengan orang lain, eh? [Mesem penuh arti; genggam telunjukmu nan bergerak.] Sebab aku enggan berandil dalam kematian seseorang!? Rumah hantu pun rumah, kau mau berlangganan di sana?
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Trims banyak atas afirmasinya, jadi percaya diri takkan disantap makhluk buas. [Mengagih cengiran khas.]
Entah, kau bisa menyebut sebagai diskriminatif. [Semoga otak mungilmu menangkap maksudnya.] Ya, cukup, CUKUP BISA MEMBAWAMU KE DUNIA LAIN!! Rumah, katamu?! [Heran.]
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Oh? [Gemar menggoda saja, tuh.] Hanya lima persen pun? [โKan. Memasang raut watados.]
Hm โฆ. [Menimbang-nimbang sebelum mengembus napas.] Sebab kau berasal dari Amerika. [Ibu jari mengacung.] JADI, KAU AKAN MEMAKANNYA SEHARI TIGA KALI?! Langganan, kok, rumah sakit.
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Pftโ. [Mendengus berkat gelak tertahan.] Meski tak sampai setengah?
Syukurlah. Toh, negaraku belum begitu ramah bagi pendaโah, kau bisa masuk pengecualian. [Mengangguk.] โฆ hah? Ingin mati muda, ya?! [Alis bertaut. Ia mampu mengabulkan, tapi YANG BETUL SAJA, WARGA.]
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Tidak salah, tapi tak sepenuhnya benar. [Bibirnya tersenyum, walakin binar hazel meredup.]
Heh, kenapa ingin tahu? [Menyeringai jahil.] Kepercayaanmu tampak seperti aliran sesat โฆ tapi, baiklah, sebagai terima kasihku untuk ini. [Menunjuk plester.] Jadi, traktir apa?
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Ah โฆ. [Tercenung dengan netra menyiratkan keterkejutan.] Terdengar seperti menyebutku anak baik dan penurut yang disenangi para orang tua.
Bukti konkret? [Alis refleks terkatrol.] Benar juga, kau bukan dari negaraku. Jika begitu, mungkinkah maksudmu ingin kutraktir?
ใ ค
@theflamewhisper ใ ค
Iba terasa kala menangkap air muka empunya iris safir, walakin tergelitik jua โ terhibur dengan lakuan yang ditampil โ meski takkan ia tunjukkan.
โSayangnya, bukan.โ Ya sudah, boleh berhadiah. โJika tebakanmu benar, akan kupenuhi satu permintaan Reiji-ssi, selain rumah.โ
ใ ค
@hearteiu ใ ค
kuasa yang telah bebas dari menyanggah senapan.
โIya โฆ iya โฆ aku pa, paham โฆ ma, maaf โฆ,โ tuturnya terdengar bergetar, walakin tentu bukan disebabkan oleh amarah pemilik jenama Lea, melainkan berkat tawa nang ditakutkan lolos begitu saja.
ใ ค
@hearteiu ใ ค
Dirinya amat mahfum bahwa kini bukanlah waktu yang tepat untuk tergelak bebas. Namun, apa daya manakala dihadapkan pemandangan tindak tanduk serupa anak balita dari seorang nona dewasa? Alhasil, memilih menunduklah ia seraya berusaha menutupi peroman dengan satu ๏นc.๏น
ใ ค
@theflamewhisper ใ ค
Sungguh, ia pun tidaklah familier dengan tren remaja, maka kebingungan tersirat sejemang dalam binar hazel. Arkian, bagai memori terpantik, jentik deriji terdengar. โAha! V-Tuber?โ tanyanya memastikan.
โNamun, itu masih belum tepat.โ Bibir merapat menahan gelak. Sulit, ya?
ใ ค
@L1ttleSh4man ใ ค
Jemala mengangguk, tanda ia menangkap dengan baik maksud dari tutur si nona. Tanpa disadari, lengkungan halus tergurat di sela bibirnya. โKurasa, itu semua karena beragam dongeng yang kita dengar saat kecil. Malaikat selalu digambarkan bercahaya dan bersayap indah, bukan?โ
ใ ค
@theflamewhisper ใ ค
Anggukan jemala menjadi agihan atas jawab yang diterima. Ia tak keberatan menanti sebab diri memandang agenda ringan ini bagai hiburan di sela jenuh.
โEntahlah,โ gumam bimbangnya lolos, โbenar ada yang menyaksikan, tetapi aku tak tahu menghibur atau tidak.โ Bahu mengedik.
ใ ค
@stoutheartted ใ ค
Memang wajahku sekriminal itu? [Menyilang kaki sebelum menopang dagu.]
Haaahhโ. [Terkikik tanpa suara seiring jemala menggeleng ringan.] Selain pelaku tindak ilegal, aku tampak begitu miskin juga, ya, di matamu? [Padahal amat berada, terlepas dari kekayaan orang tua.]
ใ ค