@violettegangsta @sbmptnfess Oke semisal ada opsi kecelakaan jadi menguras biaya. Emangnya ga urus KIS PBI JK?
Kalau masalah waktu
Lu sibuk apa? Kerja? Belajar? Selama 24 jam penuh?
Masalah porto bisa lah ditolerir walau sebenarnya bisa dibantah dengan pola subjektif, temen gue yang sibuk magang aja bisa-
@violettegangsta @sbmptnfess aku juga orang miskin, dan harus sadar startnya dengan middle & upper middle class itu beda. Aku ingin keluar dari struktur itu. Harus bisa lebih, kalau dikasih regulasinya A yaudah A. Toh regulasi yang dibuat itu ga hanya dalam waktu 60-120 menit aja. Berhari-hari loh.
@violettegangsta @sbmptnfess Biarin aja, orang yang punya prinsip harus dikasihani itu bebal. Kalau dari awal aja mereka ga punya spirit lebih untuk maju ya mau gimana lagi? Hidup itu keras, apalagi di Indonesia. Orang miskin kalau ga start 2x dari middle class ya ga bakal kekejar. Aku ngomong gini soalnya-
@3log27@sbmptnfess Yash, ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang PT itu ga ada paksaan, tapi jelas ada konsekuensi dan tanggungjawab. Soal biaya itu juga termasuk hal yang harus diplanning dari awal, kalau bisa udah nabung dari lama atau cari kerja part time. Mental ga disiplin kok dinormalisasi.
@sbmptnfess Biaya buat pendidikan tinggi itu mahal, dan ga ada yang maksa lo ikut. Ada aturan, ya ikuti. Gue aja sampe part time segala macem, mau jadi mahasiswa, diplanning yang baik. Buat keluar dari jurang kemiskinan itu susah, berdarah-darah prosesnya.
@sbmptnfess Lo ga salah, emang mereka aja tolol. Biaya UTBK udah jauh jauh hari juga diinfoin, bahkan sebelum PDSS input itu udah ada sosialisasi, bahkan kalau punya otak bisa lihat biaya tahun lalu. Ada yang namanya nabung, seribu sehari aja sesusah itu kah?
Gue tau murtad itu istilah, tapi cara penyampaian yang mengolok-olok ini yang kurang ajar. Kalau emang murtadnya seseorang menganggu pikiran-pikiran lu ya tanya baik baik anjg, ini emang jatuhnya mengolok-olok.
Sendernya patut marah, dan happy ya buat jalanmu enyahin org2 tolol
@betemaxx Mjb kak, terus kenapa Khofifah ga diserang tentang politik identitasnya dan cangkemnya yang mencla mencle coba, dulu kan 2014 di Mata Najwa nyindir Prabowo karena ga ada legacy di birokrasi, eh 2024 jadi TKN Pragib malah bikin narasi mencoreng agama cik