Bahkan yang terbaik pun tidak bisa menulis ulang takdir.
Cristiano Ronaldo akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya memang tidak pernah ditakdirkan untuk memenangkan Piala Dunia. Meski telah menjaga fisik di level tertinggi hingga usia 41 tahun demi memimpin Portugal di enam edisi berbeda, ambisi besarnya selalu kandas jauh sebelum menyentuh partai puncak.
Kegagalan ini membuktikan bahwa kerja keras luar biasa sekalipun kadang tidak berdaya melawan garis takdir, menyisakan satu ruang kosong yang selamanya tidak akan pernah bisa ia isi.
This is the end. The Final Dance is over. The King leaves without his crown 💔
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
momen purbaya hampir marah karna di tanyain pernah komplain gk ke prabowo soal penggunaan APBN
Denny: begini loh, Pak. Maaf ya. Kalau mindsetnya kan begini: saya punya uang, uang saya dipakai untuk program itu. Saya kan bisa dong ngomong, "Pak, itu kenapa uang saya dipakai buat program begitu?"
Purbaya: Itu kata siapa? kata siapa saya belum pernah ngomong.
Denny: Oke.
Purbaya: Saya enggak usah ngomong sama Anda. Anda bos saya bukan… saya enggak perlu lapor sama Anda kalau ngomong.
Denny: Cuma masyarakat kan pengin tahu apakah komunikasi ini terjadi.
Purbaya: emang anda bos saya?
Purbaya: harus lapor keanda tiap x kali saya ada komplain?
Denny: diam sejenak heran kok begini jawabannya
Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
How Indonesian “justice” works:
—Arrest Nadiem with no evidence of wrongdoing as he tried to reform the country as a minister.
—Prosecutor loses face in court due to the ridiculousness of the case.
—To save face, the judge gives Nadiem 10 years in jail anyway.
—Next step? Nadiem is likely released on a presidential intervention.
Indonesia is a laughing stock on the global stage.