After a certain age, your parents slowly become your children. They ask simple questions, repeat stories, and depend on your patience the way you once depended on theirs. Very few understand this role reversal.What looks like innocence or inconvenience is really time coming full circle. Don't correct them harshly. Don't rush them. Care for them the way they once protected you. This is not a burden. It is repayment.
Ternyata sering mencemaskan masa depan secara berlebihan bisa membuat kondisi kesehatan mental kita jadi tidak baik.
Jadi bila kita sering khawatir secara berlebihan, maka kita akan cenderung memandang hidup dengan lebih pesimis. Akibatnya, kondisi kesehatan mental kita, seperti emosi, motivasi, serta cara kita memandang hidup akan terpengaruh, sehingga kualitas kesejahteraan hidup kita akan terganggu.
Beberapa strategi untuk menurunkan kecemasan kita terhadap masa depan antara lain:
-Kurangin pemikiran pesimis, dengan merencanakan sesuatu yang kita tuju atau mau lakukan dengan lebih baik
-Latih harapan dan perspektif positif di kehidupan sehari-hari dengan menulis 3 hal yang kita syukuri hari ini
-Ikuti cognitive behavioral therapy bila dibutuhkan
Semoga bermanfaat!
Sumber:
The relationship of future anxiety with a multidimensional framework of well-being among undergraduate students: optimism and pessimism as mediators
Berat..
Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya.
Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku.
Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang.
Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG.
Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG.
Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
Senayan City = Yanty
Pondok Indah Mall = Poniman
Gandaria City = Ndarty
Grand Indonesia = Gandos
Kuningan City = Kunty
Mall Kelapa Gading = Maling
Neo Soho = Noh
Plaza Senayan = Playan
Central Park = Cepak
Mall Taman Anggrek = Mamank
Plaza Indonesia = Zanes
Central Park 2 = Cepatu
Pacific Place = Ciplac
Kenapa aku rangkum sih, ealah.
Tapi lucu
Source : thread
Gw juga ngak berharap Prabowo bakal 2 periode, tapi setelah gw liat2 jadi rada pesimis:
1. Pekerja & Pengusaha MBG itu bisa jadi voting block gede terutama di kabupaten
2. KopDes Merah putih & Pabrik tekstil gede2an danantara yg mau dilaunching bisa jadi lumbung suara
3. Ekspansi besar2an dgn 150 bataliyon baru, 1 kota/kabupaten 1 batalion, ini keluarga militer fix dukung dia
4. Pas Pemilu Bansos bakal ditabur lagi buat rakyat miskin, persis kayak pemilu 2024 yg bikin gerbong mulyono menang
Dan ngeliat dari survey yang dilakukan, per Q1 2026 aja kepuasan buat Bowo diatas 70% semua, padahal kondisinya Rupiah nyentuh 17rb, Kematian Afan Kurniawan karena dilindas mobil Brimob, KLB Keracunan MBG di Bandung & Garut, Sembako makin mahal karena rebutan sama SPPG dan APBN yang cekak dan dana desa dipotong dsb. Ini benar2 aneh karena masyarakat Indonesia bener2 gampang lupa, pemaaf dan permisif bgt.
Gw yakin kalo dia jogat joget lagi trus ditabur beras 10kg bisa menang lagi di 2029 dia.
Prabowo ini bikin semua presiden pendahulunya jadinya terlihat bener kerjanya.
SBY itu nilainya 3/10, Jokowi 2/10 tapi Prabowo ini beneran 0/10. Nepotismenya gila. Temennya ditunjuk jadi Menhan yang ngurusin koperasi. Ajudannya dijadiiin Seskab. Adiknya dikasih jabatan multifungsi. Ponakannya dikasih Deputi BI.
Ekonomi lagi ambruk-ambruknya tapi presidennya macem gini. Hancur total.
Guys, lu pada tau Gayus Tambunan?
Pegawai pajak.
Golongan 3A.
Gaji sekitar Rp12 juta sebulan.
Yang punya rekening Rp28 miliar.
Dan itu baru yang ketahuan.
Gayus Halomon Tambunan lahir 1979 di Jakarta. Kerja di Direktorat Jenderal Pajak tepatnya di subdirektorat banding pajak.
Posisinya bukan posisi strategis tingkat tinggi.
Dia bukan direktur.
Bukan pejabat eselon satu.
Tapi posisinya adalah posisi kunci.
Karena di situlah ditentukan nasib sengketa pajak antara perusahaan-perusahaan besar dan negara.
Di sinilah pajak miliaran bisa dikurangi.
Sanksi bisa dihapus.
Dan semua itu dengan imbalan tertentu.
Dan sistem pengawasannya?
Nyaris tidak ada.
Ini yang bikin gue diem lama.
Gayus bukan orang yang tiba-tiba jadi jahat.
Dia adalah produk dari sistem yang memberinya kekuasaan besar tanpa kontrol memadai.
Dalam kultur birokrasi yang sudah terlanjur permisif terhadap penyimpangan.
ICW bilang posisi Gayus adalah posisi kunci dalam ekosistem mafia pajak.
Dan hampir mustahil dia mengelola aliran dana miliaran sendirian tanpa bantuan atau perlindungan dari internal DJP, institusi perbankan, atau aparat penegak hukum.
Gayus bukan pelaku tunggal.
Dia simpul kecil dari jaringan yang jauh lebih besar.
Lalu kasusnya meledak.
Dan negara mulai bergerak.
Tapi geraknya aneh.
Dari rekening Rp28 miliar yang ditemukan penyidikan awal hanya menjerat Gayus dalam satu kasus penggelapan pajak senilai Rp395 juta.
Rp395 juta.
Dari rekening Rp28 miliar.
Ini bukan ketidakmampuan investigasi.
Ini pilihan.
Pilihan untuk melihat sesempit mungkin supaya yang di balik Gayus tidak perlu disentuh.
Dan hasilnya?
Maret 2010 Pengadilan Negeri Tangerang membebaskan Gayus.
Bebas.
Dengan rekening Rp28 miliar yang sumber uangnya tidak pernah dijelaskan secara memadai.
Publik marah.
Dan kemarahan itu masuk akal.
Tapi yang paling gila bukan vonisnya.
Yang paling gila adalah September 2010, ketika Gayus sudah berstatus tahanan, publik dikejutkan oleh foto yang beredar di media.
Gayus dengan rambut palsu dan identitas palsu ketahuan nonton turnamen tenis internasional di Bali.
Sebagai tahanan.
Yang seharusnya ada di balik jeruji.
Dan ini bukan kebetulan.
Ini bukan kelalaian.
Gayus sendiri mengaku dia membayar oknum petugas rutan dan aparat agar bisa bebas bergerak.
Dia tidak kabur lewat tembok.
Dia jalan keluar lewat pintu yang sengaja dibuka.
Dan dari sini semuanya mulai terbongkar bukan karena sistem bekerja.
Tapi karena media bekerja.
Foto-foto itu tersebar.
Investigasi jurnalistik masuk.
Publik menekan.
Dan baru setelah tekanan itu mencapai titik didih negara mulai bergerak serius.
Ini yang kemudian dikenal sebagai asal-usul istilah yang kita kenal sekarang no viral, no justice.
Tanpa foto itu mungkin Gayus selesai dengan dakwaan kecil dan hukuman ringan.
Dan dunia tidak pernah tahu.
Akhirnya Gayus masuk pengadilan serius.
Januari 2011 vonis 7 tahun.
Publik marah, jauh dari tuntutan jaksa yang 20 tahun.
Banding naik jadi 8 tahun.
Masih dianggap tidak sebanding.
Kasasi ditolak Mahkamah Agung.
Tapi kasus tidak berhenti di satu perkara.
Satu per satu kasus lain disidangkan terpisah pencucian uang, pemalsuan paspor, penyuapan pejabat rutan, suap aparat.
Total akumulasi hukuman dari semua perkara sekitar 30 tahun penjara.
Tapi ini yang paling penting dan paling jarang dibahas.
Di ruang sidang, Gayus mulai bicara.
Dia mengaku tidak bekerja sendirian.
Dia sebut nama-nama.
Dia klaim ada oknum polisi, oknum jaksa, oknum hakim yang terlibat dalam jaringannya.
KPK memeriksa.
Media meliput.
Publik berharap.
Dan kemudian sunyi.
Sebagian besar nama yang disebut Gayus tidak pernah benar-benar sampai ke meja pengadilan. Pengakuannya berhenti jadi wacana.
Tidak berkembang jadi tersangka baru dalam skala besar.
Dan ini adalah pola yang selalu berulang di Indonesia.
Individu dihukum.
Sistem diselamatkan.
Gayus dipenjara 30 tahun.
Tapi struktur yang memungkinkan mafia pajak dan mafia hukum tumbuh tidak pernah sepenuhnya dibongkar.
Pertanyaan yang paling jujur dari kasus ini bukan berapa tahun Gayus dipenjara.
Tapi apa yang benar-benar berubah setelah Gayus?
Apakah sistem perpajakan lebih bersih sekarang?
Apakah posisi-posisi kunci di DJP sekarang punya pengawasan yang memadai?
Apakah masih ada Gayus-gayus lain yang belum ketahuan kamera?
Kalau jawabannya tidak pasti maka kasus Gayus Tambunan bukan sejarah yang sudah selesai.
Guys, ada yang baru aja curi 413.793 batang KitKat dari truk Nestle yang lagi dalam perjalanan dari pabrik di Italia tengah ke Polandia sekitar 1.300 kilometer. Truknya hilang, batang coklatnya hilang, semua hilang. Nilainya sekitar 1 juta dolar.
Tapi ini bukan cuma soal KitKat yang lucu dan viral. Ini mengungkap industri kejahatan cargo yang sangat besar dan sangat serius di Eropa yang kebanyakan orang tidak tahu skalanya.
European Parliament punya datanya kerugian pencurian kargo di Eropa mencapai 8,2 miliar euro per tahun. Itu setara 2,5 juta euro barang yang hilang setiap 24 jam dari truk dan gudang di seluruh benua. Dan TAPA yang melacak kejahatan ini secara global mencatat 157.421 kasus pencurian kargo di 129 negara antara 2022 dan 2024 dan hanya 6 persen dari kasus itu yang melaporkan nilai barangnya, dan 6 persen itu saja sudah total 2,7 miliar euro. Angka sebenarnya jauh lebih besar.
Negara yang paling parah kena adalah Jerman.
Data DHL sendiri menunjukkan satu truk dicuri setiap 20 menit di Jerman, dengan kerugian sekitar 2,2 miliar euro per tahun. Dan metode yang paling cepat berkembang adalah phantom carriers kelompok kriminal yang daftarkan perusahaan trucking palsu dengan dokumen palsu, datang ke gudang dengan paperwork yang kelihatan sah, muat barangnya, dan pergi. Tidak ada senjata, tidak ada pembobolan. Cukup ID palsu dan clipboard. Jerman mencatat 88 kasus phantom carrier hanya dalam 7 bulan pertama 2025 sama banyaknya dengan seluruh tahun sebelumnya.
Dan kenapa coklat jadi target paling populer? Karena coklat tidak cepat basi, semua orang mau beli, dan laku cepat di pasar gelap. 20 ton Nutella dan Kinder Eggs pernah dicuri di Jerman 2017. 287 ton coklat Swiss senilai 8 juta dolar dipindahtangankan oleh satu sindikat kriminal sepanjang 2014. 20 ton Milka diambil dari pabrik Austria 2019 hanya dengan dokumen pickup palsu.
Dan timingnya membuat kasus KitKat ini makin menarik. Harga kakao tiga tahun lalu sekitar 2.400 dolar per ton. Di akhir 2024 melonjak ke 12.600 dolar per ton. Sekarang sudah turun ke kisaran 5.000 sampai 6.000 dolar tapi itu masih dua kali lipat rata-rata historis. Di Polandia tempat KitKat ini dituju, harga coklat retail naik 32,6 persen tahun lalu. Mencuri coklat sekarang lebih menguntungkan dari hampir kapan pun dalam satu dekade terakhir.
Nestle bilang setiap batang punya kode yang bisa di-scan dan terhubung ke sistem mereka. Tracking yang lumayan bagus. Tapi ketika 2,5 juta euro barang menghilang dari rantai pasok Eropa setiap hari 413.793 batang KitKat itu hanya rounding error dalam skala kejahatan yang jauh lebih besar dari yang kebanyakan orang bayangkan.
ada beberapa yang ku kenal dia sewa rental ps mulai dari ps 2-5. ada yang bisa dibawa pulang kerumah juga, dan tiap hari tu selalu rame.
ps 5 paling mahal tu 225rbu (24 jam) lu bayangin perputaran duitnya begitu cepat, jaminannya kalau alamat sesuai domisili sekarang cuman ktp aja, kalau nge kost biasanya diminta ktp sama kk gitu (yang asli). bisa diantar - jemput juga jadi gausah dateng ke ruko buat pick up.
dibilang balik modal? balik modal kok dalam waktu sebulan. jadi kalau ada yang meremehkan punya usaha rental ps tuh bener" ga paham kali ya sama perputaran duitnya 😂 kalau lagi prime time sih cepet kok balik modalnya untuk yang pertama kali buka usaha.
semangat semangat 🙆🏻♀️🙆🏻♀️
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
Bos Chinese gua gini. Kata senior sih "Biar ga ada bukti dia abis ngomong apa. Klo something goes south, yang kena full di elu"
Selalu document apa yang dibilang bos di chat guys. Ulangi yang dia bilang dengan kedok "konfirmasi"