@ke21____ Ya inilah negara kita ..
Kaka kaya mengajukan pinjaman 100 JT ,cuma dikasih 15 JT ,padahal aset yg di jaminkan di bank ,nilainya milyaran ,
Beda perlakuan dgnyg muka etnis ,
Dgn modal gagasan aja bisa ngutang yg nilainya milyaran
Andai mobil di perbolehkan tabrak pelaku seperti negeri lain gitu gimana yah, ini sdh buat resah masyarakat.
Warga Tambora kembali dibuat resah setelah aksi kriminal jalanan terekam jelas kamera CCTV di kawasan Jalan Bandengan, Jumat dini hari (15/5/2026) sekitar pukul 04.48 WIB.
📹 Dalam rekaman yang beredar:
🏍️ Sekelompok pelaku diduga geng motor terlihat mengejar tiga orang korban
⚠️ Para korban kemudian dikepung dan diserang menggunakan senjata tajam
💥 Situasi jalan yang masih sepi mendadak berubah mencekam saat para pelaku merampas sepeda motor korban dan melarikan diri.
Guys, Prabowo baru ngomong sesuatu di depan umum yang menurut gue adalah momen paling jujur dan paling manusiawi yang pernah keluar dari seorang presiden Indonesia soal sistem keuangan yang selama ini menindas rakyat kecil.
Dan dia ngomongnya sambil tertawa
tapi tawanya itu tawa yang pahit.
Angka yang langsung bikin marah:
PNM Mekar
program kredit super mikro untuk keluarga prasejahtera mengenakan bunga 24% per tahun.
Sementara pengusaha besar yang pinjam ke bank Himbara bisa dapat bunga 9% bahkan lebih rendah.
Artinya:
ibu-ibu di kampung yang pinjam Rp2 juta untuk modal jualan bayar bunga dua kali lebih mahal dari konglomerat yang pinjam miliaran rupiah untuk ekspansi bisnis.
Prabowo sendiri yang bilang,
dengan nada yang bukan lagi marah tapi sudah masuk ke wilayah heran yang mendalam:
"Bayangkan orang kaya dikasih 9%,
orang miskin 24%.
Ini negara Pancasila
saya tidak paham."
Ini bukan kelalaian kecil
ini desain sistem yang salah:
Logika yang dipakai industri keuangan mikro selama ini selalu sama:
risiko kredit orang miskin lebih tinggi,
biaya operasional per nasabah lebih besar karena nominalnya kecil, jadi bunganya harus lebih tinggi untuk cover semua itu.
Secara teknis tidak salah.
Tapi secara moral dan Prabowo menyebutnya secara eksplisit menggunakan kata Pancasila ini adalah sistem yang secara struktural menghukum orang karena kemiskinannya.
Kamu miskin,
maka kamu bayar lebih mahal.
Kamu kaya,
maka kamu dapat lebih murah.
Dan selisih itu bukan 1-2 persen tapi 15 persen.
Per tahun.
Selama bertahun-tahun.
Untuk pinjaman yang nilainya mungkin hanya cukup untuk beli gerobak bakso.
Yang menarik dari reaksi Prabowo:
Dia tidak hanya marah di podium.
Dia langsung instruksikan di tempat:
bunga PNM Mekar harus turun dari 24%
ke di bawah 9%.
Dan ketika pejabat Danantara yang hadir
bilang bisa 8% Prabowo langsung tanya:
kenapa tidak 7%?
Itu menunjukkan dua hal sekaligus.
Pertama ada ruang fiskal untuk menurunkan bunga ini yang selama ini tidak dipakai karena tidak ada tekanan politik yang cukup kuat.
Kedua keputusan besar seperti ini ternyata bisa dibuat dalam hitungan menit kalau presiden mau.
Pertanyaannya:
kenapa butuh bertahun-tahun dan harus menunggu presiden murka di depan umum untuk ini terjadi?
Konteks yang lebih besar bunga Himbara dan ke mana uangnya:
Berdasarkan data yang beredar per Mei 2026 bunga KUR untuk Koperasi Merah Putih 6% per tahun, KPR subsidi 5%, sementara kredit mikro yang belum disentuh kebijakan baru masih bisa mencapai belasan persen.
Selisih bunga antara yang dibayar rakyat kecil dengan yang dibayar korporat besar itu bukan jatuh ke langit.
Itu masuk ke margin keuntungan lembaga keuangan termasuk BUMN yang sahamnya dimiliki negara, yang berarti dimiliki rakyat yang sama yang membayar bunga mahal itu.
Rakyat miskin membayar bunga tinggi.
Keuntungan dari bunga tinggi itu masuk ke BUMN.
BUMN membayar dividen ke negara.
Negara menggunakannya untuk berbagai program
termasuk yang katanya untuk rakyat miskin. Lingkaran yang sangat ironis.
Soal izin yang berbelit dan ini sama pentingnya:
Di pidato yang sama Prabowo juga menyentil sesuatu yang sudah lama menjadi keluhan investor izin usaha yang bisa memakan waktu 1-2 tahun di Indonesia sementara negara tetangga bisa selesai dalam 2 minggu.
Bahkan ada kasus suplai gas untuk rumah sakit hampir putus hanya karena urusan izin yang berbelit. Bukan karena gasnya tidak ada.
Bukan karena infrastrukturnya tidak tersedia.
Tapi karena ada tumpukan regulasi yang tidak masuk akal dan Prabowo menyebutnya terang-terangan sering dijadikan peluang oleh oknum birokrat untuk cari kickback.
Prabowo hari ini mengakui dua kegagalan sistemik yang sudah berlangsung bertahun-tahun:
sistem kredit yang menghukum rakyat miskin,
dan birokrasi perizinan yang menyiksa pengusaha jujur.
Pengakuan itu penting.
Tapi yang lebih penting adalah apakah instruksi di podium ini akan benar-benar dieksekusi atau akan bernasib sama dengan banyak instruksi presiden sebelumnya yang hilang di antara lapis-lapis birokrasi sebelum sampai ke rakyat yang membutuhkannya.
Ibu-ibu yang pinjam Rp3 juta untuk jualan tidak punya waktu menunggu mekanisme birokrasi berjalan.
Mereka sudah menunggu terlalu lama.
GEDE BANGET
Masuk akal gak sih parkir di RS nungguin anaknya yg sakit
Parkir motor 4 Hari 3 Malam kena biaya Rp 222.000
Katanya harus di bayar
Lagi susah makin susah aja