Cara cepet kaya adalah bisnis..
Iya bener.
Tapi bukan bisnis kafe keren2 an bareng temen2 kamu yang satu kafe isi ownernya ada 9 orang itu ya 😂.
Kafe bukanlah High Asset Turnover Business. Sehingga kamu gak mungkin “kaya” dari situ, kalau kamu gak franchise kan.
Atau minta suntik dana Venture Capital, lgsg bikin 1000 cabang setahun, gelembungin valuasi, dan kamu cari cara utk exit.
Lalu apa donk yg High Asset Turnover Business? Banyak, contoh: para brand owners.
Keuntungan orang menengah ke atas pakai layanan kesehatan BPJS :
1. Bisa dirawat di ruang VIP, hanya tambah selisih bayar kamar saja sudah bisa nikmati fasilitas VIP
2. Pengobatan bisa lebih cepat, karena diagnosis diketahui lebih cepat
Mereka biasanya begitu sakit langsung ke dokter spesialis dgn biaya mandiri.
Pemeriksaan-pemeriksaan dgn biaya mandiri dulu.
Begitu tahu penyakitnya, misal kanker atau penyakit lain yg berbiaya besar, maka mereka baru gunakan fasilitas layanan BPJS.
Mereka ke Faskes 1, bisa minta langsung rujukan utk ke RS tipe C karena sudah tahu penyakitnya (ada faskes 1 yg bisa lgsg ke RS tipe B).
Lanjut ke RS tipe C, untuk minta rujukan ke RS tipe B.
Dari RS tipe B dibuatkan rujukan utk ke RS tipe A, krn biasanya di RS tipe B walau dokter spesialisnya ada, sering belum bisa terapi.
Alasannya ; klaim BPJS nya tidak cukup shg lebih baik dirujuk ke RS tipe A yg klaimnya lebih tinggi utk penyakit yg sama, kadang juga krn alasan alat atau fasilitas tidak lengkap
Begitu ke RS tipe A, ketika ketemu dokter, pasien sudah bisa langsung ke tahap rencana pengobatan, karena penyakitnya sudah jelas.
Jadi lama tahap yg dilalui bisa lebih singkat.
Kalau Rakyat kecil pakai fasilitas kesehatan BPJS,
Jika sakit berobat ke Faskes 1, maka akan diobati dulu gejalanya, mungkin butuh beberapa hari bahkan kadang sampai 2 bulan baru dirujuk ke RS tipe C atau B, suai jenjang rujukan faskesnya.
Sampai di RS tipe C, disini biasanya sudah ada dokter spesialis shg biasanya diobati dulu, minimal satu minggu proses disini.
Karena pasien baru bisa kontrol balik seminggu kemudian.
Kecuali dokternya sudah curiga penyakit berat, mungkin bisa lgsg buat rujukan ke RS tipe B.
Sampai di RS tipe B, biasanya diobati dulu, harus periksa ini itu dulu, misal CT scans atau bronkoskopi atau Biopsi, periksa patologi anatomi dulu, tidak boleh langsung rujuk.
Disini butuh waktu yg tidak bisa hanya seminggu dua minggu, karena utk tindakan-tindakan tadi harus antri lama dulu,
misal untuk CT Scans saja ada pasien yg antri harus satu bulan bahkan lebih tergantung banyaknya pasien yg harus diperiksa.
Setelah diketahui penyakitnya, atau sudah bisa dibuat dugaan diagnosa penyakitnya, yg hanya bisa diobati di RS tipe A, baru pasien bisa di rujuk ke RS tipe A.
Untuk jadwal konsul ketemu dokter spesialis di RS tipe A, biasanya lebih lama dibanding di RS tipe B, walaupun kompetensi dokter spesialisnya sama, hanya beda tipe RS bekerja.
Ada pasien yg baru bisa dapat jadwal ketemu dokter spesialisnya satu bulan kemudian.
Semua bukan kehendak dokternya, tapi memang jumlah pasiennya yg banyak.
Semua pasien RS tipe B, bahkan rujukan dari luar daerah tertumpu ke RS tipe A.
Jumlah pasien yg bisa dilayani perhari sesuai jumlah dokter yg praktek & lama jam pelayanan.
Bisa dikira kan berapa lama bedanya proses yg dilalui orang menengah ke atas dibanding rakyat kecil ? 😭
Banyak pasien & teman yg curhat, mereka sudah tidak tahan lagi dengan sakit yg di derita, tapi jadwal operasinya harus tunggu dalam hitungan bulan 😭
Tidak jarang akhirnya mereka menyerah, bahkan ada yg meninggal sebelum pengobatan 😭
Saran saya :
Kembalikan sistemnya seperti dulu, jangan lagi ada rujukan berjenjang seperti sekarang.
Agar tidak terjadi penumpukan banyak pasien di RS tipe A.
Toh dokternya punya kompetensi yg sama. Asal klaimnya mencukupi, alat & fasilitas dilengkapi, maka pasien bisa dilayani dibanyak RS.
Ditambahpun jumlah dokter spesialisnya di semua tipe RS di Indonesia, jika klaimnya tetap masih kecil, alat & fasilitas belum lengkap, akhirnya lagi-lagi pasien menumpuk di RS tipe A.
Btw, sekali lagi kebijakan Kesehatan ini wewenang Presiden,
BPJS kesehatan hanya operator yg menjalankan, berada langsung dibawah Presiden
Jadi harapan kami, siapapun Presiden terpilih, terketuk hatinya untuk memperbaiki dunia kesehatan, agar lebih Pro Rakyat, terutama Rakyat kecil
Rakyat Sehat, Negara Kuat ✊️
@danawallet@tix_id Pagi min, aku hari selasa kemarin barusan install DANA dan berhasil. Saldo sudah aku isi tetapi ketika mau pakai (kirim) masih nunggu verifikasi.
Mau nunggu berapa bulan proses verifikasinya?
Katanya cuma 1 hari, ini sudah hari ke 2 lo DANA ku belum bisa dipakai.
*Komisi Pemilihan Umum*
*Cek DPT On Line*
Sekarang sdh ga ada lg surat undangan utk nyoblos
Caranya search :
https://t.co/Sbjlx5ln19
Lalu masukkan/ketik NIK.
Klik pencarian
Tolong ingetin teman2 yaa..
krn ga ada sosialisasi massive dr KPU..
Padahal tg 14 feb udah dekat ..
Sdr Rachmad Muliyadi @fotodakwah harap kembali disiplin ya! Kemarin dikira sudah sadar ternyata kumat lagi. Memblokir akun kami tidak membuatmu jadi bisa seenaknya.
Saya nasabah bank mandiri,saya terima kartu kredit mandiri tapi tidak pernah mengaktifkannya. Dan sekarang Saya harus membayar tagihannya lewat autodebit dan pemberitahuan lewat email saja.
@bankmandiri@mandiricard
Tagihan apakah yang saya bayar dan Bagaimana cara berhentinya
Seluruh kombinasi vaksin ini telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat/EUA dari Badan POM dan rekomendasi dari ITAGI
Pemberiannya juga akan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah
#ayovaksin