Kalau kamu tutup mata buat ketidakadilan di Indonesia. Karena terlalu berisik, bikin pusing, bikin mood jelek. Keep it to yourself aja
Gak usah ngajak orang buat gak peduli juga ๐
Same earth, different world
liat drama korea jd sadar negara ini emg udah ga ada harapan ๐ 80 taun merdeka tapi malah sektor pendidikannya cuma mikir makan2 yg cuma jadi kotoran tanpa mau berbenah secara sistematis. fakir miskin dipelihara negara is real buat dibodoh bodohi wkwk
Cancel culture itu memang blm bisa diterapkan di Indo ya? Politisi problematik dihina2 di sosmed, tp ketika ketemu masih dipuja2, sampai minta salaman. Benar2 seperti ga ada apa2 yang terjadi dan dia lakukan utk negara ini. ๐
Rupiah jebol Rp 18.000 per dolar , dan yang disalahkan adalah orang yang ngomong soal masalahnya.
Bukan yang bikin masalahnya.
Logika ini seperti: Rumah kebakaran karena konsleting listrik , tapi yang disalahkan tetangga yang teriak kebakaran
Rupiah lemah karena:
a. Danantara dapat outlook negatif Moody's
b. Defisit APBN melebar
c. Investor asing hilang kepercayaan
d. Pejabat sibuk bagi kursi komisaris
Bukan karena rakyat berani jujur di Twitter.
Kalau kritik bisa ngelemain rupiah , berarti fundamentalnya memang sudah rapuh dari dalam.
Dan itu bukan salah yang nyinyir.
Itu salah yang berkuasa tapi tidak mau dikritik.๐
Presiden terdahulu klo market ancur, rupiah melemah, dan rakyat udah berisik bakal cepet ditangani problemnya.
2013 parah banget rupiahnya tapi pak SBY take action jg saat itu jadi bisa ternetralisir
2015 budget berantakan parah, trus Pak Jokowi take action jg dengan manggil balik bu SMI.
2018 berantakan karena tariff Trump dan BI berani pre-emptive rate hike dan pemerintah adjust anggaran juga
Baru kali ini market ancur hampir 40% dan rupiah melemah terus tapi gak ada respon serius. Masih nyalahin BI, masih glorifikasi MBG, masih anti kritik tentang plesir ke LN, dll.
Problemnya itu. Global economy gk lagi baik2 aja. Spekulasi pasar saham gila2an dan credit issue mulai muncul. Kalau gaya kerjanya masih kayak gini.
Gw gak paham lagi mau seberapa hancur rupiah dan IHSG ketika nanti kejadian.
Pak Prabowo bilang sedih nyopot Dadan.
Tapi izinkan rakyat juga sedih:
37.673 anak & ibu hamil keracunan MBG , 36 provinsi, 445 kejadian massal, 2.348 orang rawat inap. Data bukan dari oposisi. Dari KEMENKES RI sendiri.
21.801 motor listrik dimark up jadi Rp 1 TRILIUN. Vendornya? Bengkel aja gak punya.
32.000 sepatu. 31.000 tablet. 5.400 TV 75 inci. Semua dikorupsi. Semua untuk program makan anak miskin.
Yayasan fiktif mereka sendiri yang dipasang jadi pengelola dapur. Tiap hari makan insentif miliaran ,sementara anak-anak keracunan.
Total anggaran MBG 2026: Rp 335 TRILIUN.
Dengan uang itu, kita bisa:
โ Renovasi seluruh sekolah rusak di Indonesia
โ Beasiswa penuh untuk jutaan mahasiswa
โ Air bersih untuk seluruh desa yang belum punya
โ Subsidi langsung tunai ke keluarga miskin , tanpa perantara, tanpa dapur, tanpa korupsi
Tapi yang terjadi: Anaknya keracunan. Uangnya dikorupsi. Pemimpinnya sedih , karena nyopot koruptornya.
Bedanya simpel, Pak: Kesedihan Bapak akan hilang.
Anak yang stunting dan keracunan โ tidak semudah itu.
๐ Sumber: Kejagung RI ยท Kemenkes RI ยท Kompas ยท CNBC Indonesia ยท BBC Indonesia
https://t.co/E0Bl2KZ013
https://t.co/jjLp6vQku4
https://t.co/wvmF6JCqDd
https://t.co/bKgIsVyUyy
Dari tahun kemarin MBC konsisten bikin video countdown Pemilu (Pilkada) yang bikin mewek ๐๐ป๐๐ป
Mereka ngerangkum perjalanan sejarah modern Korea, tapi pesannya tetap ngena: masa depan yang lebih baik itu dibangun lewat satu suara kita di bilik pemungutan suara.
PELECEHAN!!! KESEL BANGET!
Sengaja banget ini nyentuh kupingnya!
Sentuhan fisik yang tidak diinginkan oleh anak, seperti mengelus rambut atau menyentuh bagian tubuhnya, apalagi yang sensitif, seperti telinga, termasuk ke dalam pelecehan pada anak. Apalagi di video ini anaknya nampak tidak nyaman!
Anak yang mengalami pelecehan seksual berpotensi mengalami PTSD, depresi, ansietas, rasa malu, gangguan tidur, tidak aman, hingga tidak percaya pada orang dewasa. Bahkan pada kondisi berat bisa berujung pada self-harm.
Jangan normalisasi tindakan seperti ini ya!
Sumber:
Hailes (2020). Long-term outcomes of childhood sexual abuse: an umbrella review.