Seorang kreator konten TikTok lokal datang ke sebuah outlet FB di pinggir pantai - diperkirakan di Seminyak, Bali. Outlet itu merupakan bagian dari sebuah hotel.
Dia memesan makanan dan minuman dengan nilai transaksi beberapa ratus ribu Rupiah. Lalu merasa dikejar-kejar soal pembayaran sementara di sekitar dia ada seorang tamu asing yang hanya minum air putih dan tidak diusik oleh staff outlet.
Kreator konten tersebut lalu merasa didiskriminasi dan seperti biasa, isu perlakuan rasis menjadi viral.
Tapi sepertinya ada informasi yang tidak disampaikan.
Melihat lokasi outlet tersebut, kemungkinan besar tamu asing tersebut adalah in-house guest. Sebagai tamu yang menginap di hotel, tentu saja dia mendapatkan perlakuan dan fasilitas sebagai tamu in-house.
Sementara si kreator konten adalah pengunjung (outside guest) yang - apalagi soal payment - akan menerima prosedur yang berbeda.
Staff outlet tentu saja sudah memiliki data tamu in-house dan tagihan masih bisa dimasukan dalam room charge. Tentu saja sudah umum pekerja hospitality di Bali sangat memperlakukan tamu in-house (siapapun tamunya) mereka dengan sangat baik agar mereka betah menginap di hotel tersebut.
Sangat disayangkan kebanyakan kreator konten lebih tertarik untuk mengviralkan sesuatu hal tanpa terlebih dahulu mencari informasi yang jelas. Padahal POV yang mereka pakai lebih sering didasari faktor judgmental belaka. Tolong lebih bijak berkonten dan pikirkan dampaknya kepada orang lain.