Saya dulu pembaca Tere Liye. Ada beberapa buku yg saya baca, saya paling suka buku Rindu. Bahkan gebetan saya (sekarang jadi istri) saya bawain buku ini sebagai hadiah saat wisudanya.
Setelah berjalan waktu, saya kecewa dengan blio. Ada beberapa pasal:
Jadi inget temen saya yang punya bisnis ngasih pendapat tentang kelemahan orang Indonesia dibanding orang Tiongkok dalam berbisnis. < kalau ada orang Tiongkok boleh konfirmasi/bantah ya. 🙏
Orang Indonesia itu FOMO dan bisa "saling bunuh". Musim Es Kepal Milo, semua bikin. Musim Mixue, semua invest. Bulan puasa, semua dagang gorengan dan es buah. Bahkan mereka gak peduli kalau di dekat tempat mereka ada bisnis serupa yang akhirnya menimbulkan persaingan ketat.
Nah, masalahnya bukan ikut tren, tapi eksekusinya yang tanpa diferensiasi dan tanpa perhitungan. Karena, katanya, banyak pelaku bisnis Tiongkok, dan ini jadi alasan bisnis di negara Cina maju pesat, justru bermain lebih strategis dan kolektif. Mereka paham bahwa sustain itu lebih penting daripada menang cepat. Contohnya: kalau si A punya toko ATK dan ada barang yang tidak tersedia, dia tidak ragu mengarahkan pembeli ke toko teman atau relasinya yang juga jual ATK. Meski sama-sama ATK, ada diferensiasi misal yang satu fokus di barang A, toko ATK lain di barang B. Secara jangka pendek mungkin dia kehilangan satu transaksi, tapi secara jangka panjang dia membangun trust dan ekosistem.
Contoh lain, di beberapa komunitas bisnis mereka, ada semacam pembagian peran. Misalnya satu fokus di supply, satu di distribusi, satu di retail. Mereka tidak semua lompat ke posisi yang sama hanya karena sedang “cuan”. Hasilnya, mereka tumbuh bersama, bukan saling menjatuhkan.
Btw, ini bukan berarti semua orang Indonesia seperti itu ya, atau semua orang Tiongkok pasti lebih baik. Tapi pola ini cukup sering terlihat: satu cenderung reaktif dan individual, satu lagi lebih terstruktur dan kolaboratif.
Tapi, bisa jadi pernyataan ini salah juga ya ges. Ini hanya mengaitkan dengan postingan di bawah terkait banyak Mixue yang tutup.
Dan juga karena saya lagi coba mulai wirausaha, jadi butuh pendapat dari yang lebih expert juga. 🙏
PENGUMUMAN GUYS,
Untuk guru Non-ASN termasuk honorer, saya parafrase ya poin pentingnya:
✅ a. Kalau punya sertifikat pendidik dan memenuhi beban kerja, dapat TPG (2 juta rupiah, kecuali inpassing).
✅ b. kalau punya sertifikat pendidik tapi gak memenuhi beban kerja tetep dapat insentif dari Kemdikdasmen
✅ c. kalau belum punya sertifikat pendidik tetep dapet insentif dari Kemdikdasmen
Poin b dan c ini melegakan ya. Yang misteri cuma 1, itu b dan c, berapa insentifnya, punten 🙏😊
Gila! Update ChatGPT Images 2.0 ini bisa bikin gambar dengan detail seperti ini.
Memang ada beberapa area yang salah penunjukkannya seperti retikulum endoplasma kasar dan halus. Namun penjelasan organelnya sudah cukup baik.
Prompt gue padahal cuma
"Struktur sel, lengkap dengan organelnya, sertakan nama dan penjelasan singkat di struktur sel tersebut dalam bahasa Indonesia"
Sangat layak sih buat gue coba lagi.
Cover buku menjadi salah satu poin yg saya nilai sangat penting dalam sebuah buku. Memang ada pepatah lama, "Jangan menilai buku dari covernya". Pepatah lama itu bisa kita kubur saja terlebih dahulu.
Ada buku yg isinya sangat bagus, tp kualitas covernya mleyot, ilustrasi cover buruk, pemilihan font di cover tak sesuai, lantas apa yg terjadi? Beberapa pembaca malas membeli buku tersebut. Ambil contoh belum lama ini, buku cetak ulang Pramoedya Ananta Toer.
Berjalan kaki 35 menit ternyata berasosiasi dengan efek anti-depresan yang optimal.
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis 46 penelitian uji klinis yang meneliti efek berjalan kaki pada orang dengan gangguan depresi mayor.
Sebenarnya efek anti-depresan sudah mulai ada pada kebiasaan berjalan kaki 13 menit per hari, namun optimalnya tercapai pada durasi 35 menit.
Mekanisme yang dapat mendasari efek berjalan kaki sebagai anti-depresan antara lain:
-Meningkatkan serotonin dan dopamin, yang sering rendah pada depresi
-Meningkatkan BDNF, sebagai protein yang merangsang pertumbuhan sel saraf baru
-Menurunkan respon stress, sehingga kadar kortisol darah lebih terkontrol
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tian (2024). Optimal exercise modality and dose to improve depressive symptoms in adults with major depressive disorder: A systematic review and Bayesian model-based network meta-analysis of RCTs.
Mau berbagi cara membeli buku-buku bekas di Facebook.
Saya aktif beli buku di Facebook klo ga sekitar tahun 2016. Entah bagaimana awalnya saya bisa nyemplung ke dunia kegelapan ini. Mengapa kegelapan? Sekali anda beli buku bekas di Facebook, anda akan ketagihan. Buku anda akan bertumpuk tinggi. Kecepatan membaca tidak sebanding dengan kecepatan membeli buku. Itulah hukum kekekalan timbunan.
Berikut beberapa tips beli buku di Facebook dari saya.
Ikuti utasnya.
Dalam pandangan Karl Marx, kelas menengah itu tidak ada. Hanya ada borjuis (pemilik modal) dan proletariat.
Ilusi kelas menengah diciptakan untuk mengasingkan sesama pekerja dari pekerja lainnya. Memisahkan antara buruh pabrik dengan buruh kantoran.
Proses cetak sebuah buku 200 halaman rata-rata menghasilkan jejak karbon sekitar 1–2 kg CO₂e, tergantung jenis kertas, tinta, dan proses produksi.
Artinya, bila sebuah buku dicetak 1 ribu eksemplar, sekitar 1-2 ton CO₂e dilepaskan ke atmosfer.
Bisa dibilang, buku versi cetak berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan terganggunya ekosistem.