Jangan Provokasi Para Pendukung, Demokrat Minta Tim Amin dan Gama Terima Kekalahan & Instrospeksi Diri.
"Indonesia ini luas, ada 823.220 TPS. Jangan provokasi pendukung dengan narasi murahan, terima kekalahan, instrospeksi diri, tatap masa depan. Ingat MK itu independen. Kerjanya berdasarkan UU, bukan maunya pemohon."
Hasbil M. Lubis
Sekretaris Departemen lV DPP Partai Demokrat
Kita mengenal sosok perempuan tangguh dan cerdas ini karena ketulusan dan konsistensi perjuangannya dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengupayakan hak-hak dan pemberdayaan perempuan.
MENERUSKAN PERJUANGAN KARTINI
MELANGKAH MENUJU INDONESIA MAJU
Kalau dulu rakyat Indonesia disibukkan dengan issue-issue seperti PKI, antek China, politik Identitas, dll.
Sekarang rakyat Indonesia (tidak semua) disibukkan dengan "Jokowisme", karena semua yang terkait dengan Jokowi dimata mereka adalah salah.
Argumen "saya kena tipu" akibat tampang Jokowi yang sederhana, sikap Jokowi yang santun, dan keluarga Jokowi yang juga asik-asik saja, dll ternyata menurut mereka tidak seperti itu. Kekecewaan mereka sebenarnya lebih pada pilihan Jokowi secara politik yang tidak sejalan dengan angan-angan mereka.
Hasilnya mereka marah, mereka tidak terima dengan semua realitas serta dinamika politik yang kemudian mengantarkan @prabowo dan @gibran_tweet menjadi pasangan presiden dan wakil presiden terpilih secara meyakinkan 58%.
Semua ini menurut mereka adalah salah Jokowi, padahal sebagai presiden Jokowi malah tidak menggunakan hak politiknya sama sekali untuk terjun langsung memenangkan pasangan calon, artinya presiden dalam konteks ini tidak ikut "cawe-cawe".
Sambil menunggu keputusan Final dari MK, kita nikmati dulu efek samping dari kebebasan berpikir dan menyampaikan pendapat yang itu menjadi salah satu syarat penting dari Demokrasi.
Merdeka π€
Ya, Ustadz. Kalau di dalam film yang mengisahkan dunia kejahatan, penjahat2 yang punya reputasi besar itu, biasanya sudah siapkan segala sesuatunya sebelum bekerja. Termasuk angka 58 itu sudah disiapin sebelumnya. Kenapa harus 58, tentu sudah dihitung dgn cermat di dunia.
Sejak 2014, kalau ada demo oposisi, selalu dibikin tandingannya. Kalau ada orang Islam ngumpul2, ditandingi juga. Tapi selalu gagal bikin tandingan. Supaya nutupi malu, ya ujung2nya udah ditebak Munarman. Rasa2nya ada yg bikin rusuh. Entah siapa. Tebak aja sendiri. π
Nah, situasi ini adalah kesempatan membuat Jokowi setara Habibie,
Habibie pernah bikin 1US$: IDR16.000an jadi 1US$:6000an
Ayo kita kasih semangat Jokowi agar bisa menyamai Habibie
(apakah ini Sebuah Mimpi yang terlalu Revolusioner?)