Karena waktu sama kamu, kita seperti menghadapinya bersama, aku jadi tidak takut sendiri deh. Namun selayaknya manusia biasa, aku juga bukan cenayang yang bisa menebak hari esok akan terjadi apa.
Dua minggu lalu aku ketemu guruku dari SD, Pak Ridwan, di sebuah acara online. Beliau ngasih nasihat ke kami, murid-muridnya yang menurutku ngena banget.
“Murid-murid Bapak gak usah ya cari jabatan. Fokus sama memperbesar tabungan jiwa.”
Kenapa nasihat ini ngena banget? Karena hari ini banyak anak muda seusiaku yang fokusnya pada personal branding semata tapi wadah rezeki atau tabungan jiwanya gak ditambah. Pak Ridwan menggambarkan ini ke dalam bagan 3 dimensi.
Dewasa ini kita banyak melihat orang “meminta jabatan” atau “menampilkan dirinya” lebih besar dari tabungan jiwanya sendiri. Artinya sebenernya kapasitas dia belum di situ, tapi brandingnya seakan-akan udah jauh lebih keren (sampe CV-nya yang inflated itu diiklanin di instagram, misalnya). Atau sampai mati-matian mengubah aturan agar tabungan jiwa yang minim itu dipaksakan untuk “membayar” jabatan yang malah mencelakakan banyak orang.
Padahal ya sebuah posisi pilihannya cuma dua: memuliakan atau menghinakan. Kalau tabungan jiwa kita lebih kecil dari posisi kita hari ini, biasanya utang itu harus dibayar di kemudian hari. Entah dengan kerugian di bisnis, ditipu partner, ketahuan gak bayar pegawai dengan layak, korupsi, gak mampu ngerjain kerjaan di jabatan kita hari ini, atau ngeluarin kebijakan yang mencelakakan banyak orang. Tentu lebih banyak lagi possibility-nya.
It’s an important note for all of us. Being confident is important. But lying to others and to yourself, deceiving many people through manipulating regulation (ehm) and manipulating your CV and personal branding is a no :)
Semoga setiap harinya kita bisa selalu jadi pribadi yang jujur, dan semoga Allah nempatin kita di posisi yang memang kita layak mendapatkannya, karena tabungan jiwa kita sudah cukup untuk menghidupi posisi itu.
Btw, iya, ini Pak Ridwan yang itu, pelatih olimpiade matematika, yang juga pendiri Klinik Pendidikan MIPA di Bogor.
#agustusbagus Day 6, tentang sebuah nasihat
Target untuk pernikahan adalah bisa membiayai semua biaya pernikahan tanpa uang orangtua. Meski tetap mereka akan membantu mengurusi hal ini itu, selain biaya. Akhirnya saya mengerti, itulah mengapa laki-laki harus kerja keras...