suka banget dengan kalimat ini :
"Jangan menertawakan badai orang lain hanya karena langitmu sedang cerah."
tapi, jangan lupa juga sebaliknya :
"Jangan menghujani matahari orang lain hanya karena langitmu sedang badai"
yang lebarannya belum ada persiapan apa pun karena sedang diuji ekonominya, bismillah Allah datangkan rezeki yang melimpah tanpa disangka-sangka. aamiin 🤲✨
Rokok, ini yang paling nyata. Asap rokok. Alkohol. Polusi. Paparan zat kimia tertentu. Radiasi berlebihan. Makanan yang terlalu sering dibakar sampai gosong. Daging olahan berlebihan.
Infeksi virus tertentu. Paparan sinar matahari berlebih pada kulit. Berat badan berlebih. Kurang gerak. Kurang tidur. Stres menahun yang membuat tubuh terus meradang.
Semua itu meningkatkan peluang sel memberontak.
Tapi kita juga harus jujur, kanker tidak selalu datang karena satu kesalahan yang jelas.
Ada orang yang hidupnya berantakan, tapi panjang umur. Ada orang yang sudah menjaga makan, rutin olahraga, tidak merokok, lalu tetap kena kanker.
Mengapa?
Karena sampai hari ini, masih banyak yang belum kita ketahui sepenuhnya tentang kanker.
Kadang ada faktor genetik. Kadang ada paparan karsinogen yang tidak kita sadari. Kadang ada mutasi yang muncul pelan-pelan selama bertahun-tahun. Kadang memang terasa seperti nasib buruk, seperti memenangkan lotre yang paling buruk.
Jadi menjaga hidup sehat bukan resmi bahwa seseorang pasti bebas kanker.
Menjaga hidup sehat adalah cara menurunkan risiko, memperkuat tubuh, dan memberi peluang terbaik bagi sel-sel kita untuk tetap tertib.
Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah terus ikhtiar.
Jaga makan. Perbanyak makanan utuh, sayur, buah, protein baik, dan serat. Kurangi rokok, asap rokok, alkohol, makanan ultra proses, makanan hangus, dan minuman tinggi gula.
Jaga berat badan. Rutin bergerak. Tidur cukup. Kelola stres. Vaksinasi bila perlu. Lakukan skrining sesuai usia dan faktor risiko. Periksa bila ada gejala yang mencurigakan. Jangan menunda.
Dan setelah semua usaha itu, kita tetap perlu berdo'a.
Karena hidup dan kesehatan juga soal rahmatNya.
Jadi teman-teman, saya akan terus mengingatkan,
Jaga makananmu. Jaga tubuhmu. Jaga Negara Kesatuan Sel dalam dirimu.
Semoga sel-sel di tubuh kita hidup sehat, bahagia, sejahtera dan tentram sampai usia yang panjang.
Vidi, Dara..
Di kehidupan berikutnya, semoga kalian tetap saling mencari dan menemukan.
Semoga panjang durasi temu kalian.
Semoga bahagia yang kalian peluk bisa lebih lama.
Semoga bisa merasakan yang namanya menua bersama.
Tetapi, jika kehidupan kedua itu tak pernah benar-benar ada.
Bersabarlah, sampai nanti kalian dipertemukan di tempat yang jauh lebih abadi.
Di ruang yang tidak akan pernah mengenal kata pisah lagi. 🥀
Kullu nafsin żā'iqatul-mauṭ, ṡumma ilainā turja'ụn.
Tsuma ila ruhi khususon Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto. Al Fatihah.
Kita menangisi Vidi yang meninggalkan.
Kita juga menangisi Dara yang ditinggalkan.
Padahal, di saat yang sama, keduanya sedang mengajarkan kita satu hal yang sering kali luput kita pahami, tentang cara yang benar dalam mencintai.
Kalau menelusuri laman sosial media Dara, sosok Vidi mungkin tampak jarang hadir di sana. Bahkan sempat membuat banyak orang meragukan cintanya dan mempertanyakan kesetiaannya.
Padahal sejak awal, Dara sudah menunjukkan cinta yang begitu besar untuk Vidi.
Ia tetap memilih berjalan bersama Vidi, bahkan ketika ia tahu durasi bahagia mereka mungkin sebentar.
Dara memilih bertahan di sisinya, di saat ia menyadari betul tak akan pernah ada kata 'menua bersama' dalam romansa mereka.
Dan barangkali di situlah letak cinta paling tinggi yang mampu Dara berikan. Ia memilih tetap hidup bersama seseorang yang ia tahu suatu hari nanti akan mengucap kata pamit duluan.
Sementara Vidi pun mencintai Dara dengan cinta yang sama besarnya.
Vidi tahu hidupnya mungkin tidak sepanjang yang diharapkan.
Ia tahu suatu hari namanya hanya akan tinggal sebagai kenangan.
Ia tahu cepat atau lambat, dirinya akan menjelma menjadi kehilangan dalam hidup perempuan yang ia cintai.
Dan karena ia tahu durasi hidupnya begitu sebentar, ia berikan seluruh cintanya kepada Dara dengan porsi yang tak akan pernah bisa ditakar.
7 Maret 2026, bukan hanya keluarganya yang memeluk kehilangan. Bukan hanya hidup Dara yang tak lagi terasa utuh. Tetapi kita juga turut merasa runtuh.
Hari ini kita kembali menyaksikan romansa dua manusia yang akhirnya dikalahkan oleh waktu, di saat cinta masih menyala di hati mereka.
Di saat mereka masih ingin terus berbagi mesra.
Dan mungkin, inilah pelajaran paling berharga yang bisa kita petik dari kepergian Vidi. Tentang mencintai pasangan dengan seluruh cara terbaik yang kita punya, dan menghabiskan sisa waktu di dunia dengan menjadi sebaik-baiknya manusia.
Semoga Allah merahmati perjalanan pulangmu. Semoga dilapangkan kuburmu. Semoga selalu terang rumah barumu nanti, seperti halnya kamu yang selalu menjelma terang di banyak hati.
Oxavia Aldiano, Kamu orang baik.
Kamu suami Sheila Dara selamanya.
Kamu hidup di hati kami selamanya.