Jawabannya gini:
Era saat ini memandang bawah makna laki-laki direduksi menjadi komoditas swmata alias dilihat apa jabatannya, seberapa sukses dia, dua digitkah gajinya, dll. Maka keinginan "ditemani dari nol" ini sebuah perlawanan oleh laki-laki terhadap relasi transaksional.